Sederet Serangan terhadap Umat Muslim di Kanada

CNN Indonesia | Selasa, 08/06/2021 12:35 WIB
Empat orang dari satu keluarga Muslim di Kanada tewas akibat serangan truk terencana, menambah panjang daftar serangan terhadap penganut Islam di negara itu. Ilustrasi penolakan Islamofobia. (Reuters/Justin Tallis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Empat orang dari satu keluarga Muslim di Kanada tewas akibat serangan truk terencana pada akhir pekan lalu, menambah panjang daftar serangan terhadap penganut Islam di negara tersebut selama beberapa tahun belakangan.

Pelaku diduga sudah merencanakan insiden itu dari jauh hari. Menurut kepolisian Kanada, pria itu diduga melancarkan aksinya atas dasar kebencian.

"Ada bukti bahwa tabrakan ini direncanakan, dipicu oleh kebencian. Diyakini bahwa korban ini menjadi target karena mereka Muslim," kata detektif kepolisian Kanada, Paul Waight, seperti dikutip AFP, Senin (7/6).


Para pemimpin Muslim di Kanada mengecam insiden ini. Menurut mereka, kebencian terhadap Islam seharusnya tak ada di Kanada, apalagi Ontario.

Sementara itu, pemimpin Ontario, Doug Ford, juga mengomentari insiden yang menimpa warganya.

"Kebencian dan Islamofobia tak punya tempat di Ontario. Tindakan kekerasan seperti ini harus berhenti," ucapnya.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga berkata, "Islamofobia tak punya tempat di dalam komunitas kami. Kebencian ini harus berhenti."

Serangan terhadap umat Muslim di Kanada memang bukan kali ini saja.

Menurut berbagai sumber, di tahun 2015, polisi di seluruh Kanada mencatat ada 159 kejahatan rasial yang ditargetkan kepada umat Muslim. Jumlah itu naik tiga kali lipat dari tahun 2012, yang berdasarkan data mencapai 45 kasus.

Dilansir The Guardian, menurut Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), sepanjang 2015 hingga 2019, lebih dari 300 insiden terjadi, termasuk lebih dari 30 tindakan kekerasan fisik.

Salah satu peristiwa paling besar terjadi pada 2017. Saat itu, enam orang tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat penembakan massal di Masjid Quebec City.

[Gambas:Video CNN]

Pelaku, Alexander Bissonnette (29), merangsek ke masjid menjelang salat berakhir. Bissonnette melancarkan aksinya dengan menggunakan dua pistol dan 108 butir peluru.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada September 2020, seorang relawan Organisasi Muslim Internasional, Mohamed-Aslim Zafis, ditusuk lehernya ketika sedang duduk di depan salah satu masjid di Toronto.

Kepolisian langsung menahan pelaku penusukan, Guilherme "William" Von Neutegem. Ia kemudian dijatuhi dakwaan menggunakan pasal pembunuhan.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK