Tikus Raksasa Ahli Pelacak Bom Pensiun Usai Dapat Penghargaan

CNN Indonesia | Rabu, 09/06/2021 03:33 WIB
Seekor tikus raksasa Afrika yang diberi nama Magawa telah menghabiskan bertahun-tahun mengendus ranjau darat di pedesaan Kamboja. Tikus raksasa Afrika Magawa. (AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seekor tikus raksasa Afrika yang diberi nama Magawa telah menghabiskan bertahun-tahun mengendus ranjau darat di pedesaan Kamboja.

Namun, tikus itu tak lagi melakukan pekerjaannya setelah mendeteksi 71 ranjau darat dan 38 item persenjataan yang tak meledak. Magawa juga diganjar penghargaan atas keberaniannya dalam bekerja.

Magawa, berasal dari Tanzania. Tikus itu dilatih oleh badan amal Belgia APOPO untuk mendeteksi senyawa kimia dan bahan peledak.


Bos tikus itu, Michael Heiman, mengatakan Magawa mulai lelah. Kini, ia menikmati masa pensiun dengan makan pisang dan kacang.

"Hal terbaik yang harus dilakukan adalah memensiunkannya," kata Heiman kepada AFP, Sabtu (5/6).

APOPO menilai hewan pengerat itu mampu membantu membersihkan ranjau dari tanah seluas 225.000 meter persegi selama lima tahun kariernya.

Luas tanah itu setara dengan 42 lapangan sepak bola.

Magawa dapat berlari melintasi area seukuran lapangan tenis hanya dalam 30 menit. Jika menggunakan detektor logam konvensional akan memakan waktu empat hari.

Kata Heiman, dia cukup besar bila diikat dengan tali saat menjalankan pekerjaan. Meski begitu ia cukup ringan untuk tidak memicu ledakan ranjau.

Di tahun-tahun musim gugur, Magawa akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan apa yang dia sukai.

Pada September 2020 lalu, Magawa memenangkan penghargaan hewan yang setara dengan kehormatan sipil tertinggi Inggris. Penghargaan itu diberikan karena keberanian dan kemampuannya yang luar biasa mengungkap ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak.

Magawa adalah tikus pertama yang menerima medali PDSA dalam 77 tahun penganugerahan itu berlangsung. Ia bergabung dengan sekelompok anjing dan kucing pemberani dan bahkan seekor merpati.

Kelompok tersebut mengatakan 20 tikus yang baru dilatih di Kamboja menerima akreditasi dari pihak berwenang untuk memulai pekerjaan pendeteksian ranjau darat.

Hal itu akan menjadi tantangan berat untuk mengikuti jejak Magawa.

Magawa adalah "tikus yang sangat luar biasa", kata Heiman. "Jelas kami akan kehilangan dia dalam operasi."

Sekitar tahun 1975 dan 1998, jutaan ranjau darat ditanam di Kamboja. Ledakan ranjau itu telah mengakibatkan ribuan orang menjadi korban.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK