Saudi Eksekusi Mati Pria Syiah karena Demo Anti-Pemerintah

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 22:23 WIB
Arab Saudi mengeksekusi mati seorang pria dari komunitas minoritas Syiah pada Selasa (15/6) atas tuduhan terlibat protes anti-pemerintah saat masih remaja. Ilustrasi. (Istockphoto/Rich Legg).
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi mengeksekusi mati seorang pria dari komunitas minoritas Syiah, Mustafa al-Darwish, pada Selasa (15/6) atas tuduhan terlibat protes anti-pemerintah saat masih remaja.

Kantor berita pemerintah Saudi, SPA, melaporkan Darwish dieksekusi di timur Kota Dammam karena "melancarkan pemberontakan bersenjata" terhadap penguasa kerajaan.

Darwish ditangkap pada 2015 karena diduga terlibat protes selama pemberontakan musim semi atau Arab Spring antara 2011-2012 lalu. Saat itu, Darwish berusia sekitar 17 tahunan.


Ia akhirnya dieksekusi setelah mendekam di penjara selama 6 tahun. Eksekusi mati ini pun menuai kecaman dari berbagai pihak.

"Dengan melakukan eksekusi ini, otoritas Arab Saudi telah menunjukkan pengabaian yang menyedihkan terhadap hak untuk hidup," demikian pernyataan kelompok pemerhati hak asasi manusia, Amnesty International, melalui sebuah pernyataan.

"Dia (Darwish) adalah korban terbaru dari sistem peradilan yang sangat cacat di Arab Saudi yang terus menjatuhkan hukuman mati setelah pengadilan yang sangat tidak adil berdasarkan pengakuan yang diperoleh melalui penyiksaan."

Kelompok HAM yang berbasis di Inggris, Reprieve, menyatakan bahwa pihak berwenang Saudi juga belum memberi tahu keluarga Darwish tentang eksekusinya. Pihak keluarga disebut mengetahui nasib Darwish melalui pemberitaan media.

Reprieve menyatakan bahwa selama menjalani masa tahanan, Darwish ditempatkan di sel isolasi dan mendapat penyiksaan.

[Gambas:Video CNN]

Eksekusi ini sendiri dilakukan setelah tahun lalu Saudi mengumumkan akan mengakhiri hukuman mati bagi pelaku kriminal di bawah umur 18 tahun.

Dekrit kerajaan Saudi juga menyatakan pelaku kriminal di bawah umur 18 tahun akan menerima hukuman penjara tidak lebih dari 10 tahun di fasilitas tahanan remaja.

"Sekali lagi, pihak berwenang Saudi telah menunjukkan bahwa klaim mereka untuk menghapus hukuman mati untuk anak-anak tidak ada artinya," kata Ali al-Dubaisi, direktur Organisasi Hak Asasi Manusia Eropa di Saudi (ESOHR), seperti dikutip AFP.

"Kekejaman eksekusi ini, tanpa peringatan, untuk kejahatan bergabung dengan protes sebagai seorang remaja, adalah wajah sebenarnya dari (Putra Mahkota) Arab Saudi, Mohammed bin Salman, bukan janji-janji kosong soal reformasi yang tak ada habisnya."

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK