China Sebut Serbuan 28 Jet Tempur Peringatan bagi Taiwan

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 13:15 WIB
China mengatakan manuver 28 jet tempurnya ke Taiwan merupakan peringatan bagi Taipei yang dianggap terus berkolusi dengan Barat untuk merdeka. Ilustrasi bendera China dan Taiwan. (iStockphoto/Oleksii Liskonih)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mengatakan manuver 28 jet tempurnya ke wilayah Taiwan merupakan peringatan bagi Taipei yang dianggap terus berkolusi dengan Barat untuk memerdekakan diri.

Juru bicara Kantor China untuk urusan Taiwan, Ma Xiaoguang, mengatakan pemerintah Taiwan yang patut disalahkan atas ketegangan tersebut.

Beijing percaya pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen itu bekerja sama dengan negara asing untuk mencari kemerdekaan formal.


Hal itu diutarakan Ma menanggapi pertanyaan wartawan apakah manuver puluhan jet tempur China ke Taiwan tersebut merupakan respons atas pernyataan bersama negara G7 yang mendikte Negeri Tirai Bambu mulai dari urusan hak asasi manusia hingga urusan dengan Taipei.

"Kami tidak akan pernah mentolerir upaya untuk mencari kemerdekaan atau intervensi serampangan dalam masalah Taiwan oleh pasukan asing. Jadi kami perlu membuat respons yang kuat terhadap tindakan kolusi ini," kata Ma dalam jumpa pers di Beijing pada Rabu (16/6).

Melansir Reuters, sedikitnya 28 pesawat militer China menerobos masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan, Selasa (15/6). Puluhan pesawat militer China itu termasuk jet tempur, bomber, dan pesawat anti-kapal selam di mana beberapa di antaranya dapat mengangkut senjata nuklir.

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Amerika Serikat dan enam negara G7 lainnya mendesak China untuk menghormati hak asasi manusia di Xinjiang, otonomi Hong Kong, hingga ketegangan di Selat Taiwan.

Desakan itu tercantum dalam dokumen pernyataan bersama atau communique hasil pertemuan G7 di Inggris pada 11-13 Juni lalu.

China menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang yang ingin memerdekakan diri. Beijing kerap naik pitam jika negara Barat menyinggung masalahnya dengan Taipei yang dinilai sebagai isu domestik Negeri Tirai Bambu.

Sementara itu, Taiwan di bawah kepemimpinan Presiden Tsai semakin gencar mendekati negara-negara Barat, terutama AS, untuk mendapat pengakuan.

Beberapa bulan terakhir, Taiwan terus mengeluh lantaran puluhan jet tempur China sering terbang bahkan menerobos zona wilayah pertahanannya.

Selama 2020, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan pesawat militer China menerobos wilayah udaranya sebanyak lebih dari 300 kali.

Namun, Kemhan Taiwan menuturkan serbuan 28 jet tempur hari ini merupakan yang terbesar sejauh ini.

Sebelumnya, Taiwan melaporkan 25 pesawat tempur China memasuki wilayahnya pada 12 April lalu.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK