Kongres Paraguay Cari Dukungan agar Bitcoin Jadi Alat Bayar

CNN Indonesia | Minggu, 27/06/2021 03:03 WIB
Anggota kongres Paraguay menjelaskan perihal maksud dari kicauannya di media sosial bahwa negara itu sedang mempersiapkan RUU untuk penggunaan bitcoin. Ilustrasi bitcoin. (istockphoto/jpgfactory)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengikuti jejak El Salvador yang telah menjadikan mata uang kripto, Bitcoin, sebagai alat pembayaran yang sah, anggota kongres Paraguay, Carlos Rejala, pun disebut mencari dukungan agar hal serupa berlaku di negaranya.

Namun, Rejala membantah bahwa ia mendorong sepenuhnya bitcoin sebagai salah satu alat pembayaran yang sah di Paraguay, melainnkan hanya sebagai tagihan aset digital.

"Ini adalah tagihan aset digital dan berbeda dari El Salvador karena mereka menganggapnya sebagai mata uang legal dan di Paraguay tidak mungkin melakukan hal seperti itu," kata Rejala seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/6).


Kontroversi mengenai bitcoin di Paraguay itu bermula saat Rejala lewat akun Twitternya menyatakan pada Juli ini parlemen negara tersebut akan mengesahkan undang-undang untuk penggunaan mata uang elektronik tersebut.

Dan, kini Rejala mengaku tengah menggalang dukungan untuk mengesahkan tiga RUU yang rencananya akan diajukan 14 Juli mendatang. Meski hanya memiliki empat kursi di parlemen, dia mengklaim sejumlah anggota kongres lain tertarik dengan proposalnya.

"Kami ingin regulator dan perbankan juga berpartisipasi agar paraguay atau asing dapat beroperasi dengan aset tersebut secara legal, karena kami tahu bahwa transaksi ilegal ada di sini dan di negara lain," katanya.

"Kami ingin menjadi negara yang ramah kripto," imbuh Rejala.

Sebelumnya, Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan, bitcoin akan menjadi mata uang sah di negaranya mulai 7 September. Keputusan itu menjadikan negara Amerika Latin sebagai yang pertama di dunia dalam mengambil langkah tersebut.

Bukele mengaku yakin proyek itu akan sukses dan bisa menjadi 'lompatan bagi kemanusiaan', meskipun Bank Dunia telah menolak menawarkan dukungan teknis, di samping Dana Moneter Internasional yang telah menyatakan keprihatinannya.

(thr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK