Kebakaran Oregon Meluas, Ribuan Penduduk Mulai Mengungsi

CNN Indonesia | Selasa, 20/07/2021 09:49 WIB
Kebakaran hutan di Oregon semakin meluas dan ribuan warga mulai mengungsi. Penyebabnya diduga cuaca panas ekstrem akibat perubahan iklim. Ilustrasi kebakaran. (iStock/Kesu01)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan besar terjadi di kawasan bagian selatan Oregon pada Senin (19/7). Pemerintah setempat mengatakan kebakaran yang diduga terjadi akibat angin panas dan kering tersebut telah menggusur sekitar 2.100 penduduk setelah menghancurkan 67 rumah.

Juru Bicara Departemen Kehutanan Oregon Marcus Kauffman mengatakan sekitar 2.200 personel pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang disebut dengan Bootleg.

Komandan Pemadam Kebakaran Joe Hessel juga mengatakan mereka berupaya memadamkan api tersebut sepanjang hari dan malam.


"Api ini adalah tantangan nyata, dan kami melihat pertempuran berkelanjutan di masa mendatang," kata Joe Hessel seperti dilansir Reuters.

Kebakaran kali ini merupakan satu dari sejumlah kebakaran yang terjadi sejak 6 Juli 2021.

Kobaran api tersebut telah menghanguskan hampir 123.020 hektare di sekitar kawasan Hutan Nasional Fremont-Winema, atau hampir sama dengan setengah luas daratan Rhode Island.

Berdasarkan data Pusat Kebakaran Antar Badan Nasional di Boise, Idaho, Bootleg ditemukan di 80 kebakaran hutan yang secara kolektif telah menghanguskan 1,2 juta hektare 13 negara bagian.

Lebih dari 19,6 ribu petugas pemadam kebakaran menghadapi api tersebut.

Serentetan kejadian itu menandai awal musim kebakaran yang lebih berat dari biasanya.

Hal itu bertepatan dengan rekor panas yang membakar sebagian besar wilayah dalam beberapa pekan terakhir dan diduga menjadi penyebab atas ratusan kematian.

Para ilmuwan mengatakan meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran hutan sebagian besar disebabkan kekeringan yang berkepanjangan dan meningkatnya serangan panas berlebihan yang merupakan gejala perubahan iklim.

(REUTERS/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK