Jet Siluman Skak Mat, Proyek Ambisius Rusia Saingi AS

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 00:33 WIB
Rusia menelurkan proyek ambisius jet tempur siluman jenis baru buatan Sukhoi berjuluk Skak Mat. Jet tempur siluman baru asal Rusia buatan Sukhoi, Skak Mat. (via REUTERS/SPUTNIK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia menelurkan proyek ambisius jet tempur siluman jenis baru buatan Sukhoi berjuluk Skak Mat guna menyaingi industri dirgantara militer Amerika Serikat.

Dilansir Reuters, purwarupa jet tempur itu diluncurkan dalam pameran dirgantara MAKS 2021 di Moskow, Rusia.

Jet tempur bermesin tunggal itu diklaim bakal menjadi pesaing berat jet sejenis buatan produsen alat utama sistem persenjataan Lockheed Martin dari Amerika Serikat, F-35.


Menurut Kepala United Aircraft Corporation (UAC), Yury Slusar, pesawat itu diperkirakan menjalani uji terbang pada 2023 mendatang. Jika sukses, maka proses produksi akan digenjot tiga tahun kemudian.

UAC merupakan perusahaan induk Sukhoi yang sudah berdiri sejak zaman Uni Soviet. Mereka berencana memproduksi 300 jet Skak Mat dalam 15 tahun mendatang.

Menurut klaim perusahaan dirgantara dan produsen alutsista Rusia, Rostec, jet itu punya keunggulan sulit dilacak dan biaya operasionalnya rendah.

Kepala Rostec, Sergei Chemezov, jet itu bakal dilego dengan banderol US$25 juta sampai US$30 juta (sekitar Rp363 miliar sampai Rp436 miliar). Pangsa pasar yang mereka tuju adalah negara-negara di kawasan Timur Tengah, Asia-Pasifik dan Amerika Latin.

"Sasaran kami adalah membuat biaya operasional per jam serendah mungkin, supaya terjangkau dalam hal penjualan dan operasional," kata Slyusar.

Akan tetapi, hal itu juga menimbulkan pertanyaan karena ongkos operasional pesawat tempur siluman seperti F-35 atau Sukhoi Su-57 cukup tinggi karena peralatan canggih yang dipasang di pesawat itu.

Rusia beberapa kali meluncurkan purwarupa alutsista canggih dalam beberapa tahun terakhir, tetapi ide itu mentok dan tidak sampai ke tahap produksi.

Pemerintahan Presiden Vladimir Putin menggelontorkan dana besar-besaran untuk memproduksi pesawat militer hingga persenjataan jenis baru, baik untuk kebutuhan dalam negeri ataupun ekspor. Meski begitu, sebagian besar teknologi persenjataan mereka masih berasal dari era Uni Soviet.

Saat ini jet tempur generasi empat unggulan Rusia adalah Sukhoi Su-27 untuk kelas berat dan MiG-29 untuk kelas ringan.

Sedangkan untuk jet tempur siluman mereka belum mempunyai pesawat dengan spesifikasi kelas ringan seperti F-35.

"Jet tempur kelas ringan semakin diminati banyak negara ketimbang yang kelas berat karena lebih murah dan cocok bagi negara yang wilayahnya tidak terlalu luas," kata Kepala Badan Analis Aviaport, Oleg Pantaleyev.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK