Banjir di China hingga WNI Langgar Lockdown Malaysia

ayp, CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 06:34 WIB
Sejumlah WNI di Malaysia melanggar aturan lockdown sampai banjir besar di China. Banjir Zhengzou, Provinsi Henan, China. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (21/7) kemarin. Mulai dari sejumlah WNI di Malaysia melanggar aturan lockdown sampai banjir besar di China. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Langgar Prokes Lockdown, WNI di Malaysia Ditangkap Aparat

Sejumlah warga Indonesia (WNI) yang bermukim di Malaysia sempat ditangkap dan diinterogasi oleh aparat keamanan, karena melanggar protokol kesehatan saat penguncian wilayah (lockdown) saat Iduladha pada Selasa (20/7) kemarin.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (21/7), lokasi kejadian berada di dua tempat berbeda. Yakni pertama di wilayah Gombak, Selangor, serta di Penang.


Pelanggaran itu berupa kegiatan kumpul-kumpul selepas Salat Iduladha. Akan tetapi, Faizasyah tidak merinci berapa jumlah WNI yang sempat diperiksa aparat keamanan Malaysia akibat pelanggaran itu.

"Sudah dikonfirmasi dengan KBRI di Kuala Lumpur dan memang benar ada kasus pelanggaran prokes di wilayah Gambak, Selangor yang melibatkan WNI," kata Faizasyah.

Sedangkan untuk kejadian di Penang, Faizasyah mengatakan aparat Malaysia juga sempat memeriksa sejumlah WNI yang melanggar protokol kesehatan di masa lockdown.

"KJRI Penang telah berkoordinasi dengan Kepolisian Penang dan menginfokan bahwa sampai saat ini tidak ada WNI yang ditahan terkait dengan kejadian tersebut. Beberapa WNI memang sempat dimintai keterangan namun tidak berlanjut dengan penahanan," lanjut Faizasyah.

[Gambas:Video CNN]

2. Banjir dan Hujan Terlebat China dalam 1.000 Tahun, 12 Tewas

Setidaknya 12 orang tewas dan nyaris 200 ribu penduduk dievakuasi karena banjir akibat hujan yang disebut-sebut terlebat di China dalam 1.000 tahun belakangan.

Pemerintah Zhengzou melaporkan bahwa 12 orang yang tewas itu sedang berada di dalam stasiun kereta bawah tanah ketika banjir menerjang.

Seorang warga Zhengzou, Guo, mengatakan kepada Reuters bahwa warga memenuhi stasiun kereta bawah tanah karena pihak berwenang menghentikan layanan bus listrik akibat banjir di perkotaan.

Banjir ini terjadi karena curah hujan mencapai 617,1 milimeter tak henti mengguyur Zhengzou sejak Sabtu lalu hingga Selasa (20/7).

[Gambas:Video CNN]

3. Peneliti China Korban Tewas Pertama Infeksi Virus B dari Monyet

Seorang dokter hewan yang merangkap sebagai peneliti menjadi orang pertama yang meninggal akibat terinfeksi Virus Monyet B di China.

Dilansir surat kabar Global Times, Rabu (21/7), peneliti yang meninggal akibat infeksi Virus Monyet B itu adalah seorang lelaki berusia 53 tahun. Menurut laporan, dia bekerja sebagai peneliti di lembaga riset hewan primata.

Dalam laporan jurnal mingguan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular China, peneliti itu dilaporkan mengalami mual dan muntah-muntah dalam jangka waktu satu bulan setelah dia membedah dua ekor monyet yang meninggal pada Maret lalu.

Sang peneliti kemudian dirawat di sejumlah rumah sakit dan meninggal pada 27 Mei lalu.

(ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK