Gempa M 8,1 Guncang Alaska, Warga Diminta Naik ke Bukit

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 15:55 WIB
Kepolisian Pulau Kodiak, Semenanjung Alaska, meminta seluruh warga menghindari pesisir pantai dan mengevakuasi diri ke dataran menyusul peringatan tsunami Ilustrasi gempa. (Istockphoto/ Morrison1977)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Pulau Kodiak, Semenanjung Alaska, meminta seluruh warga menghindari pesisir pantai dan mengevakuasi diri ke dataran lebih tinggi menyusul peringatan tsunami yang berbunyi pada Rabu (28/7) malam.

Peringatan tsunami berbunyi tak lama setelah gempa dangkal berkekuatan magnitudo 8,1 mengguncang Semenanjung Alaska.

Selain meminta warga berlindung ke tempat aman, aparat berwenang Kodiak juga memberitahu masyarakat bahwa sejumlah fasilitas publik termasuk sebuah gedung sekolah menengah atas telah dibuka untuk tempat evakuasi sementara.


Sebagaimana dilansir CNN, Kodiak merupakan pulau terbesar di Negara Bagian Alaska, Amerika Serikat.

Selain Kodiak, media lokal Anchorage Daily News melaporkan, Kenai Peninsula Borough juga mengimbau warga di pesisir pulau Anchor Point dan daerah lainnya untuk bergegas mengevakuasi diri ke dataran tinggi.

Meski begitu, hingga kini pihak berwenang belum menerima laporan terkait kerusakan atau korban akibat gempa besar tersebut.

Seorang warga Alaska sekaligus seismolog, Kasey Aderhold, mengunggah situasi ketika sirine tsunami berbunyi di penjuru Alaska pada akun Twitternya.

"Ini adalah bunyi peringatan tsunami. Beberapa waktu lalu pada hari ini (pihak berwenang) juga membunyikan sirine ini untuk uji coba, tapi kali ini sirine berbunyi karena peringatan nyata," kata Aderhold.

Sementara itu, Patrick Mayer, seorang pengawas sekolah di Aleutians East Borough, Sand Point mengaku sedang duduk santai di dapur rumahnya ketika guncangan gempa terasa.

"Guncangan mulai terasa dan tidak berhenti dan itu berlangsung lama dan beberapa gempa susulan juga. Barang-barang di rak dapur hingga isi kulkas berjatuhan ke lantai," kata Mayer.

Situasi panik pun terjadi di King Cove. Sekitar 300 orang berlarian memadati gimnasium sekolah ketika gempa terjadi.

"Tanah tampak berguling dan bergerak ke sana kemari untuk waktu yang cukup lama, namun guncangannya tidak terlalu parah dibandingkan gempa 7,8 SR tahun lalu," kata warga Alaska di Cold Bay, Michael Ashley.

Usai gempa menerjang sekitar pukul 22.15 waktu setempat, sebagian besar wilayah Alaska berada dalam peringatan tsunami.

Gempa yang disebut-sebut terbesar dalam sejarah AS itu berlokasi 91 kilometer tenggara Perryville, Alaska, dengan kedalaman 46,7 kilometer.

Menurut Lembaga Survei Geologi AS (USGS), sempat terjadi dua kali gempa susulan berkekuatan 6,2 dan 5,6 SR setelah gempa pertama terjadi.

Peringatan tsunami pun telah dibunyikan di selatan Alaska dan Semenanjung Alaska mulai dari Hinchinbrook Entrance, Kepulauan Aleutian, Unimak Pass, Samalga Pass, hingga Nikolski.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK