Jelang Lengser, Muhyiddin Siap Kembali Jadi PM Malaysia
CNN Indonesia
Rabu, 18 Agu 2021 14:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Perdana Menteri sementara Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengunggah video berisi rekam jejaknya selama 18 bulan menjabat. (AFP/EVAN VUCCI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri sementara Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengunggah sebuah video dengan judul "Terima kasih warga Malaysia" melalui akun media sosial, berisi rekam jejaknya selama 18 bulan menjabat.
Unggahan video itu dinilai sebagai langkah Muhyiddin yang nampak belum putus asa untuk tetap mempertahankan jabatannya, meski ia sudah mengumumkan keputusan pengunduran diri pada Senin (16/8) lalu.
Unggahan video itu mendapat 35 ribu komentar. Banyak di antara mereka yang meminta agar Muhyiddin tetap menjadi pemimpin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap Abah (sapaan akrab Muhyiddin) akan kembali membela kita semua. Kami adalah anak-anak Abah. Saya akan tetap mendukung Tan Sri Muhyiddin. Tunggu pemilihan umum berikutnya," kata salah satu pengguna Facebook, Amy Pahang, seperti dikutip The Straits Times, Rabu (18/8).
Selain video yang diunggah Muhyiddin, ada pula warganet membagikan video di Tiktok yang berisi para staf Muhyiddin mengemasi barang-barangnya di kantor perdana menteri. Adegan itu menarik empati beberapa warga Malaysia.
Di sisi lain, gejolak politik Malaysia terus berlanjut. Dalam pertemuan Majelis Tinggi Partai Bersatu beberapa hari lalu masih dibahas tentang kans Muhyiddin untuk kembali diajukan sebagai kandidat perdana menteri.
"Rapat memutuskan memberi dukungan penuh kepada presiden partai (Muhyiddin) untuk menentukan siapa yang akan menjadi calon perdana menteri Perikatan Nasional (PN)," kata anggota Majelis Tinggi Partai Bersatu, Eddin Syazlee Shith, seperti dikutip Malaysiakini.
"Jika presiden (Presiden Partai Bersatu Muhyiddin Yassin) masih tertarik, maka itu akan menjadi presiden (perdana menteri)," tambahnya.
Salah satu sumber mengatakan Muhyiddin disebut sudah mengantongi 35 pernyataan dukungan yang bertandatangan dari anggota parlemen. Namun, tak diketahui siapa saja yang mendukungnya.
Deklarasi itu, lanjutnya, ditandatangani oleh 31 anggota parlemen di Partai Pribumi Bersatu Malaysia, dan empat anggota parlemen independen yang bersekutu dengan partai tersebut.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dia terpilih kembali, Muhyiddin hanya menjawab singkat, "Baiklah, mari kita lihat."
Sebelum mengundurkan diri, Muhyiddin mengklaim menjadi perdana menteri dengan suara mayoritas terbesar di parlemen.
"Kami adalah politikus, kami memiliki informasi kami. Tidak ada yang memiliki mayoritas lebih besar daripada saya," kata Muhyiddin.
Koalisi Perikatan Nasional saat ini didukung oleh 100 anggota parlemen, dan masih membutuhkan 111 anggota parlemen untuk bisa membentuk mayoritas sederhana di Parlemen Malaysia dan menjalankan pemerintahan.
"Banyak orang Malaysia bertanya, 'Abah, tolong bertahan dan jangan berhenti, kami mencintaimu.' Sangat menyentuh. Saya berharap, saya bisa melakukan itu tetapi di bawah demokrasi parlementer, posisi perdana menteri berdasarkan ketentuan Konstitusi Federal," kata Muhyiddin.
Muhyiddin juga mengindikasikan akan tetap memimpin Partai Bersatu dalam pemilihan umum berikutnya yang kemungkinan berlangsung sebelum 2023.
"Insya Allah jika orang-orang menganggap rapor kami selama setahun terakhir ini bagus, dan jika mereka merasa nyaman melihat wajah abah lagi, kami akan memberi mereka kesempatan untuk mempertimbangkan untuk memilih kami lagi," katanya seperti dikutip The Malaysian.
Sebuah editorial di harian berbahasa Melayu, Sinar Harian, juga melontarkan pujian kepemimpinan Muhyiddin.
"Kekuatan Muhyiddin untuk melewati semua rintangan sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang negarawan yang terukir dalam sejarah negara ini," tulisnya.
"Karier politiknya belum berakhir. Dalam politik Malaysia, apa pun bisa terjadi dan hanya waktu yang akan menjawabnya," tambahnya.
Beberapa pengamat pun tidak mengesampingkan kemungkinan Muhyiddin kembali sebagai perdana menteri kesembilan Malaysia.
"Muhyiddin belum bisa dikesampingkan. Jika terjadi kebuntuan, rencana perdamaiannya bisa diterima baginya untuk kembali sebagai Perdana Menteri minoritas (CSA) dengan Pakatan Harapan atau setidaknya Partai Aksi Demokratik," kata ilmuwan politik dari Jeffrey Cheah Institute, Wong Chin Huat.
Pernyataan Wong Chin merujuk pada reformasi yang ditawarkan Muhyiddin kepada oposisi pada Jumat pekan lalu. Namun, piha lain mengatakan peluang Muhyiddin kembali ke tampu kekuasaan amat tipis.
"Rakyat tidak akan menginginkan pemerintahan yang sama seperti sebelumnya. Ketika ada kehilangan mayoritas yang menyebabkan pemerintahan PN jatuh, maka dukungan dan popularitasnya sebagai PM juga akan hilang," kata pengamat sosial politik dari University Malaya, Awang Azman Awang Pawi.
Perdana Menteri sementara Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengunggah sebuah video dengan judul "Terima kasih warga Malaysia" melalui akun media sosial, berisi rekam jejaknya selama 18 bulan menjabat.
Unggahan video itu dinilai sebagai langkah Muhyiddin yang nampak belum putus asa untuk tetap mempertahankan jabatannya, meski ia sudah mengumumkan keputusan pengunduran diri pada Senin (16/8) lalu.
Unggahan video itu mendapat 35 ribu komentar. Banyak di antara mereka yang meminta agar Muhyiddin tetap menjadi pemimpin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap Abah (sapaan akrab Muhyiddin) akan kembali membela kita semua. Kami adalah anak-anak Abah. Saya akan tetap mendukung Tan Sri Muhyiddin. Tunggu pemilihan umum berikutnya," kata salah satu pengguna Facebook, Amy Pahang, seperti dikutip The Straits Times, Rabu (18/8).
Selain video yang diunggah Muhyiddin, ada pula warganet membagikan video di Tiktok yang berisi para staf Muhyiddin mengemasi barang-barangnya di kantor perdana menteri. Adegan itu menarik empati beberapa warga Malaysia.
Di sisi lain, gejolak politik Malaysia terus berlanjut. Dalam pertemuan Majelis Tinggi Partai Bersatu beberapa hari lalu masih dibahas tentang kans Muhyiddin untuk kembali diajukan sebagai kandidat perdana menteri.
"Rapat memutuskan memberi dukungan penuh kepada presiden partai (Muhyiddin) untuk menentukan siapa yang akan menjadi calon perdana menteri Perikatan Nasional (PN)," kata anggota Majelis Tinggi Partai Bersatu, Eddin Syazlee Shith, seperti dikutip Malaysiakini.
"Jika presiden (Presiden Partai Bersatu Muhyiddin Yassin) masih tertarik, maka itu akan menjadi presiden (perdana menteri)," tambahnya.
Salah satu sumber mengatakan Muhyiddin disebut sudah mengantongi 35 pernyataan dukungan yang bertandatangan dari anggota parlemen. Namun, tak diketahui siapa saja yang mendukungnya.
Deklarasi itu, lanjutnya, ditandatangani oleh 31 anggota parlemen di Partai Pribumi Bersatu Malaysia, dan empat anggota parlemen independen yang bersekutu dengan partai tersebut.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dia terpilih kembali, Muhyiddin hanya menjawab singkat, "Baiklah, mari kita lihat."
Sebelum mengundurkan diri, Muhyiddin mengklaim menjadi perdana menteri dengan suara mayoritas terbesar di parlemen.
"Kami adalah politikus, kami memiliki informasi kami. Tidak ada yang memiliki mayoritas lebih besar daripada saya," kata Muhyiddin.
Jelang Lengser, Muhyiddin Siap Kembali Jadi PM Malaysia
Istana Kerajaan Malaysia. (MOHD RASFAN / AFP)
Koalisi Perikatan Nasional saat ini didukung oleh 100 anggota parlemen, dan masih membutuhkan 111 anggota parlemen untuk bisa membentuk mayoritas sederhana di Parlemen Malaysia dan menjalankan pemerintahan.
"Banyak orang Malaysia bertanya, 'Abah, tolong bertahan dan jangan berhenti, kami mencintaimu.' Sangat menyentuh. Saya berharap, saya bisa melakukan itu tetapi di bawah demokrasi parlementer, posisi perdana menteri berdasarkan ketentuan Konstitusi Federal," kata Muhyiddin.
Muhyiddin juga mengindikasikan akan tetap memimpin Partai Bersatu dalam pemilihan umum berikutnya yang kemungkinan berlangsung sebelum 2023.
"Insya Allah jika orang-orang menganggap rapor kami selama setahun terakhir ini bagus, dan jika mereka merasa nyaman melihat wajah abah lagi, kami akan memberi mereka kesempatan untuk mempertimbangkan untuk memilih kami lagi," katanya seperti dikutip The Malaysian.
Sebuah editorial di harian berbahasa Melayu, Sinar Harian, juga melontarkan pujian kepemimpinan Muhyiddin.
"Kekuatan Muhyiddin untuk melewati semua rintangan sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang negarawan yang terukir dalam sejarah negara ini," tulisnya.
"Karier politiknya belum berakhir. Dalam politik Malaysia, apa pun bisa terjadi dan hanya waktu yang akan menjawabnya," tambahnya.
Beberapa pengamat pun tidak mengesampingkan kemungkinan Muhyiddin kembali sebagai perdana menteri kesembilan Malaysia.
"Muhyiddin belum bisa dikesampingkan. Jika terjadi kebuntuan, rencana perdamaiannya bisa diterima baginya untuk kembali sebagai Perdana Menteri minoritas (CSA) dengan Pakatan Harapan atau setidaknya Partai Aksi Demokratik," kata ilmuwan politik dari Jeffrey Cheah Institute, Wong Chin Huat.
Pernyataan Wong Chin merujuk pada reformasi yang ditawarkan Muhyiddin kepada oposisi pada Jumat pekan lalu. Namun, piha lain mengatakan peluang Muhyiddin kembali ke tampu kekuasaan amat tipis.
"Rakyat tidak akan menginginkan pemerintahan yang sama seperti sebelumnya. Ketika ada kehilangan mayoritas yang menyebabkan pemerintahan PN jatuh, maka dukungan dan popularitasnya sebagai PM juga akan hilang," kata pengamat sosial politik dari University Malaya, Awang Azman Awang Pawi.