Toko di AS Minta Warga Tunjukkan Foto Kuda Beli Ivermectin
CNN Indonesia
Senin, 30 Agu 2021 18:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi Ivermectin. (Foto: AFP/Luis Robayo)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah toko kebutuhan hewan ternak di Las Vegas, Amerika Serikat, mewajibkan pembeli menunjukkan foto kepemilikan kuda jika ingin membeli Ivermectin.
Penjualan obat antiparasit itu melejit di AS menyusul infeksi Covid-19yang kembali melonjak lagi di Negeri Paman Sam dalam beberapa waktu terakhir. Banyak masyarakat AS yang mencari obat yang kerap digunakan hewan ternak itu sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19.
Toko pangan ternak V & V Tack and Feed di Las Vegas biasa menjual Ivermectin untuk digunakan pada kuda. Namun, saat ini obat cacing pada kuda itu sudah habis terjual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjual V & V Tack and Feed, Shelly Smith, menduga banyak pembeli yang menggunakan Ivermectin tidak sebagaimana mestinya. Padahal, Smith menuturkan tokonya itu telah membuat tanda peringatan bertuliskan 'bukan obat dikonsumsi umum, jangan ambil ini' di depan etalase yang menyimpan Ivermectin sejak beberapa bulan lalu.
Meski begitu permintaan akan Ivermectin terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Smith mengaku telah menerima 4 sampai lima telepon dari pelanggan yang menanyakan tentang stok Ivermectin di tokonya.
"Ada satu pelanggan pria tua yang masuk ke toko. Dia mengatakan kepada saya bahwa istrinya ingin dia membeli Ivermectin. Saya segera membawanya ke tanda peringatan dan saya mengatakan kepadanya bahwa ini tidak aman untuk dikonsumsi mereka," ucap Smith seperti dikutip media lokal KTNV13 Las Vegaspada Kamis (25/8).
"Dan dia berkata, 'yah kami telah meminumnya dan satu-satunya efek samping yang saya alami adalah tidak bisa melihat di pagi hari'. Itu adalah efek samping yang besar, jadi sebaiknya Anda tidak meminumnya," kata Smith menambahkan.
Meski Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA) sudah melarang Ivermectin untuk digunakan pada manusia, Smith menuturkan masih banyak yang berniat membeli obat cacing tersebut.
Smith lantas menerapkan syarat di tokonya itu yang mengharuskan pelanggan menunjukkan foto kuda mereka sebelum bisa membeli Ivermectin.
"Saya tidak ingin orang menggunakan obat cacing Ivermectin karena itu obat cacing kuda. Adna perlu membuktikan kepada say abahwa Anda memiliki kuda agar saya dapat menjual produk ini kepada Anda karena Anda tidak boleh mengonsumsi produk ini. Ini bukan untuk manusia, ini untuk mengobati parasit pada kuda," kata Smith.
Pada Jumat (27/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahkan telah merilis imbauan kesehatan yang memperingatkan dokter dan masyarakat terkait "lonjakan tajam" pembelian Ivermectin.
CDC menuturkan saat ini ada sekitar 3.600 permintaan resep Ivermectin dalam seminggu. Jumlah itu meningkat 10 kali lipat dari awal Januari.
"Sejak awal Juli 2021, permintaan Ivermectin dari pasien rawat jalan kembali meningkat pesat, mencapai lebih dari 88 ribu resep hingga 13 Agustus 2021. Ini merupakan peningkatan 24 kali lipat dari sebelum pandemi," kata CDC seperti dikutip CNN.
Melalui kicauannya di Twitter, CDC bahkan memperingatkan warga terkait alasan manusia tidak boleh menggunakan Ivermectin sebagai obat.
"Anda bukan kuda, Anda bukan Sapi. Sungguh, kalian harus berhenti (menggunakan Ivermectin)," kata CDC di Twitter.
Peningkatan permintaan Ivermectin di AS berlangsung ketika kasusharian Covid-19melonjak selama sepekan terakhir, dengan rekor tertinggi tercatat sebanyak 322.934 kasus pada Jumat (28/8).
Pada 23 Agustus, AS kembali mencatat jumlah infeksi Covid-19 di atas 100 ribu kasus, tepatnya 229 ribu kasus, setelah dua hari berturut-turut melaporkan penularan corona harian di bawah 50 ribu. Dengan demikian reratakasus per hari sekitar 156.886 dalam sepekan terakhir.
Kawasan selatan AS menjadi yang paling terdampak gelombang baru Covid-19 sejauh ini.
Lonjakan penularan Covid-19 yang signifikan itu membuat fasilitas kesehatan AS, terutama rumah sakit, mulai ketar-ketir menghadapi gelombang baru corona setelah sempat mereda.
Terkait Ivermectin, sejumlah negara memang sempat menyatakan menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan pasien Covid-19 setelah sebuah penelitian internasional menyatakan keberhasilan efek obat tersebut.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini tidak menyarankan penggunaan Ivermectin secara luas untuk pengobatan Covid-19 lantaran sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan.
Badan Obat-obatan Eropa (EMA) sendiri telah menyimpulkan bahwa data saat ini tidak mendukung penggunaan Ivermectin untuk Covid-19 di luar uji klinis yang dirancang dengan baik.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah toko kebutuhan hewan ternak di Las Vegas, Amerika Serikat, mewajibkan pembeli menunjukkan foto kepemilikan kuda jika ingin membeli Ivermectin.
Penjualan obat antiparasit itu melejit di AS menyusul infeksi Covid-19yang kembali melonjak lagi di Negeri Paman Sam dalam beberapa waktu terakhir. Banyak masyarakat AS yang mencari obat yang kerap digunakan hewan ternak itu sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19.
Toko pangan ternak V & V Tack and Feed di Las Vegas biasa menjual Ivermectin untuk digunakan pada kuda. Namun, saat ini obat cacing pada kuda itu sudah habis terjual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjual V & V Tack and Feed, Shelly Smith, menduga banyak pembeli yang menggunakan Ivermectin tidak sebagaimana mestinya. Padahal, Smith menuturkan tokonya itu telah membuat tanda peringatan bertuliskan 'bukan obat dikonsumsi umum, jangan ambil ini' di depan etalase yang menyimpan Ivermectin sejak beberapa bulan lalu.
Meski begitu permintaan akan Ivermectin terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Smith mengaku telah menerima 4 sampai lima telepon dari pelanggan yang menanyakan tentang stok Ivermectin di tokonya.
"Ada satu pelanggan pria tua yang masuk ke toko. Dia mengatakan kepada saya bahwa istrinya ingin dia membeli Ivermectin. Saya segera membawanya ke tanda peringatan dan saya mengatakan kepadanya bahwa ini tidak aman untuk dikonsumsi mereka," ucap Smith seperti dikutip media lokal KTNV13 Las Vegaspada Kamis (25/8).
"Dan dia berkata, 'yah kami telah meminumnya dan satu-satunya efek samping yang saya alami adalah tidak bisa melihat di pagi hari'. Itu adalah efek samping yang besar, jadi sebaiknya Anda tidak meminumnya," kata Smith menambahkan.
Meski Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA) sudah melarang Ivermectin untuk digunakan pada manusia, Smith menuturkan masih banyak yang berniat membeli obat cacing tersebut.
Smith lantas menerapkan syarat di tokonya itu yang mengharuskan pelanggan menunjukkan foto kuda mereka sebelum bisa membeli Ivermectin.
"Saya tidak ingin orang menggunakan obat cacing Ivermectin karena itu obat cacing kuda. Adna perlu membuktikan kepada say abahwa Anda memiliki kuda agar saya dapat menjual produk ini kepada Anda karena Anda tidak boleh mengonsumsi produk ini. Ini bukan untuk manusia, ini untuk mengobati parasit pada kuda," kata Smith.
CDC kepada Warga: Anda Bukan Kuda
Ilustrasi pasien Covid-19 di AS. (Foto: AP/David Goldman)
Pada Jumat (27/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahkan telah merilis imbauan kesehatan yang memperingatkan dokter dan masyarakat terkait "lonjakan tajam" pembelian Ivermectin.
CDC menuturkan saat ini ada sekitar 3.600 permintaan resep Ivermectin dalam seminggu. Jumlah itu meningkat 10 kali lipat dari awal Januari.
"Sejak awal Juli 2021, permintaan Ivermectin dari pasien rawat jalan kembali meningkat pesat, mencapai lebih dari 88 ribu resep hingga 13 Agustus 2021. Ini merupakan peningkatan 24 kali lipat dari sebelum pandemi," kata CDC seperti dikutip CNN.
Melalui kicauannya di Twitter, CDC bahkan memperingatkan warga terkait alasan manusia tidak boleh menggunakan Ivermectin sebagai obat.
"Anda bukan kuda, Anda bukan Sapi. Sungguh, kalian harus berhenti (menggunakan Ivermectin)," kata CDC di Twitter.
Peningkatan permintaan Ivermectin di AS berlangsung ketika kasusharian Covid-19melonjak selama sepekan terakhir, dengan rekor tertinggi tercatat sebanyak 322.934 kasus pada Jumat (28/8).
Pada 23 Agustus, AS kembali mencatat jumlah infeksi Covid-19 di atas 100 ribu kasus, tepatnya 229 ribu kasus, setelah dua hari berturut-turut melaporkan penularan corona harian di bawah 50 ribu. Dengan demikian reratakasus per hari sekitar 156.886 dalam sepekan terakhir.
Kawasan selatan AS menjadi yang paling terdampak gelombang baru Covid-19 sejauh ini.
Lonjakan penularan Covid-19 yang signifikan itu membuat fasilitas kesehatan AS, terutama rumah sakit, mulai ketar-ketir menghadapi gelombang baru corona setelah sempat mereda.
Terkait Ivermectin, sejumlah negara memang sempat menyatakan menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan pasien Covid-19 setelah sebuah penelitian internasional menyatakan keberhasilan efek obat tersebut.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini tidak menyarankan penggunaan Ivermectin secara luas untuk pengobatan Covid-19 lantaran sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan.
Badan Obat-obatan Eropa (EMA) sendiri telah menyimpulkan bahwa data saat ini tidak mendukung penggunaan Ivermectin untuk Covid-19 di luar uji klinis yang dirancang dengan baik.