China Kembangkan 2 Obat Efektif Redakan Gejala Sedang Covid

rds | CNN Indonesia
Selasa, 14 Sep 2021 08:25 WIB
Kedua obat itu dikembangkan berdasarkan imunoglobulin manusia dan antibodi monoklonal yang digunakan untuk menetralkan virus. Ilustrasi laboratorium China. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan farmasi pelat merah China, Sinopharm, tengah mengembangkan dua obat virus corona SARS-CoV-2.

Wakil Presiden sekaligus kepala ilmuwan China National Biotech Group (CNBG), Zhang Yuntao, mengklaim kedua obat itu efektif menyembuhkan penderita Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

CNBG merupakan anak perusahaan Sinopharm yang tengah meneliti dua obat Covid-19 tersebut.


"Kedua obat itu dikembangkan berdasarkan imunoglobulin manusia dan antibodi monoklonal yang digunakan untuk menetralkan virus dan mengurangi jumlah virus yang masuk di tubuh manusia," kata Zhang.

Zhang menuturkan salah satu dari dua obat Covid-19 itu telah dipamerkan selama pamerian perdagangan internasional China 2021 awal September lalu.

CNBG mengklaim obat Covid-19 ini merupakan yang pertama di dunia dibuat dengan imunoglobulin manusia yang dikembangkan dari plasma darah penyintas Covid-19.

Obat tersebut juga disebut mengandung antibodi penetralisir virus corona tingkat tinggi terhadap SARS-CoV-2.

Zhang menuturkan obat itu akan menjalani uji klinis dan pihaknya tengah bekerja sama dengan mitra internasional untuk mengembangkan penemuan tersebut.

Sementara itu, satu obat Covid-19 lainnya terdiri dari antibodi monoklonal, yang dapat secara efektif menghentikan peningkatan virus corona baru terhadap enzim pengubah angiotensin 2.

Enzim itu melekat pada membran sel yang terletak pada usus, ginjal, testis, kantong empedu, dan jantung.

Antibodi monoklonal dapat mencegah virus menginfeksi sel-sel pada tubuh manusia.

Tim peneliti Sinopharm mengatakan obat ini diklaim mampu meredakan gejala virus corona varian Delta yang dianggap lebih ganas dan cepat menular dan tengah menyebar di sebagian besar negara di dunia.

Kepada surat kabar China, Global Times, pejabat Tiongkok mengatakan bahwa penelitian ini menjadikan Negeri Tirai Bambu berada di antara negara terdepan lainnya dalam mengembangkan pengobatan Covid-19.

Pemimpin uji klinis senior CNBG, Zhu Jingjin, mengatakan pengembangan metode pengobatan Covid-19 dengan plasma konvalesen pun telah masuk dalam rencana perawatan pasien virus corona nasional.

CNBG pun mengatakan telah menjalankan proses seleksi ketat untuk donor plasma darah yang menjadi material utama pengobatan Covid-19.



(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER