PM Inggris Reshuffle Kabinet Usai Dikritik soal Afghanistan

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 23:01 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson me-reshuffle kabinet. Dia mencopot sejumlah menteri usai menerima banyak kritik soal Afghanistan. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson me-reshuffle kabinet. Dia mencopot sejumlah menteri usai menerima banyak kritik soal Afghanistan.(Foto: AFP/STEFAN ROUSSEAU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson me-reshuffle kabinet pada Rabu (15/9). Johnson mencopot sejumlah menteri usai menerima banyak kritik terkait penanganan Afghanista.Johnson mencopot Menteri Luar Negeri Dominic Raab.

Raab banyak dikritik karena penarikan Inggris dari Afghanistan. Saat Taliban menguasai Afghanistan, Raab disorot lantaran sedang berlibur di Yunani.

Sebelum jatuhnya Afghanistan, Raab juga diketahui meminta seorang deputi untuk menangani panggilan mendesak dengan menteri luar negeri Afghanistan. Walaupun panggilan itu tidak dilakukan.


Posisi Raab sebagai menteri luar negeri bakal digantikan oleh Liz Truzz. Truzz juga akan tetap menjabat sebagai menteri perempuan dan kesetaraan.

"Kami tahu publik juga ingin kami memenuhi prioritas mereka, dan itulah mengapa perdana menteri ingin memastikan kami memiliki tim yang tepat untuk itu," kata juru bicara Johnson kepada wartawan, dikutip dari Reuters.

Selain itu, Boris Johnson juga memecat Menteri Pendidikan Gavin Williamson. Williamson juga banyak mendapat kritik sejak menempati posisi itu pada Juli 2019.

Pada Mei 2019, Williamson juga dipecat dari menteri pertahanan lantaran bocornya keputusan penting terkait perusahaan telekomunikasi China Huawei dengan Dewan Keamanan Nasional.

Dikutip dari CNN, Johnson juga mengganti Menteri Perumahan, Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Robert Jenrick. Selanjutnya, Johnson mencopot Menteri Kehakiman Robert Buckland.

(ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK