Taliban Mulai Larang Pria Afghanistan Cukur Jenggot

rds, CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 12:39 WIB
Taliban melarang tukang pangkas rambut mencukur janggut pelanggan dan memutar musik di tempat usaha mereka. Taliban juga melarang pria memotong rambut dengan model kekinian. (Foto: AFP/FARSHAD USYAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taliban mulai melarang pria Afghanistan mencukur janggut.

Melalui surat pernyataan Kementerian Pengawasan Sifat Baik dan Perbuatan Buruk, pemerintah Afghanistan di bawah rezim Taliban melarang tukang cukur dan pusat pemandian umum di Provinsi Helmand mencukur jenggot pria.

Selain mencukur janggut, Taliban juga melarang para tukang pangkas rambut memainkan musik di salon-salon mereka.


"Anda didesak untuk mengetahui bahwa mulai hari ini, mencukur rambut, memainkan musik, di tukang pangkas rambut dan tempat pemandian umum sangat dilarang," kata otoritas Provinsi Helmand melalui pernyataan.

"Jika ada tempat pangkas rambut atau pemandian umum yang ditemukan mencukur jenggot atau memutar musik, mereka akan ditangani sesuai dengan prinsip syariah dan mereka tidak memiliki hak untuk mengeluh."

Larangan mencukur janggut ini menjadi aturan ketat terbaru yang diterapkan Taliban berdasarkan interpretasi mereka soal syariat Islam.

Sejak mengklaim berkuasa lagi di Afghanistan pada 15 Agustus lalu, Taliban telah menerapkan sejumlah kebijakan ketat lainnya yang kebanyakan membatasi hak-hak perempuan seperti melarang perempuan berolah raga, bepergian tanpa wali, hingga melarang perempuan bekerja bersama dengan pria.

Kelompok itu pun melarang perempuan Afghanistan melanjutkan sekolah menengah meski menjanjikan mereka izin belajar di rumah.

Dikutip CNN, Taliban juga menegaskan akan menerapkan lagi hukum eksekusi mati dan amputasi tangan atau kaki untuk menangani pelanggar kriminal.

Padahal, Taliban berulang kali menegaskan akan memerintah secara lebih terbuka dan melindungi hak perempuan. Kelompok itu juga berjanji akan menerapkan aturan yang lebih longgar dibandingkan ketika dulu berkuasa.

Namun, sejak kembali berkuasa, sudah banyak laporan tindakan kekerasan yang dilakukan Taliban terhadap warga seperti penahanan dan penyerangan terhadap wartawan, penggunaan hukum cambuk di depan publik kepada perempuan yang mengikuti demonstrasi.

Kelompok itu juga mulai menerapkan hukuman eksekusi mati, amputasi tangan-kaki, hingga hukum gantung di depan publik bagi tersangka kriminal.

Taliban menggantung empat tubuh pencuri menggunakan crane setelah menghukum mati mereka di kota Herat, Afghanistan, Sabtu (25/9).

Dari gambar yang beredar terlihat kerumunan orang menyaksikan sejumlah milisi Taliban yang bersenjata mengelilingi sebuah kendaraan. Pada jasad yang tergantung di bagian dadanya terdapat papan bertuliskan, 'Pencuri akan mendapatkan hukuman seperti ini'.



(rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK