Raja Yordania hingga Pacar Simpanan Putin di Pandora Papers
CNN Indonesia
Senin, 04 Okt 2021 10:56 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah nama besar, mulai dari Raja Yordania hingga perempuan simpanan Vladimir Putin, masuk dalam laporan kasus pajak terbesar dunia, Pandora Papers. (AFP/Alexei Druzhini)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah nama besar, mulai dari Raja Yordania, Abdullah II, hingga perempuan yang disebut-sebut sebagai simpanan Presiden Rusia, Vladimir Putin, masuk dalam laporan bocoran mengenai kasus pajak terbesar dunia, Pandora Papers.
Nama para pejabat tersebut muncul di Pandora Papers berdasarkan hasil penelusuran sekitar 600 jurnalis yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).
Ratusan jurnalis itu meneliti bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan. Hasil investigasi itu kemudian diunggah di situs resmi ICIJ pada Minggu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan itu mencatat nama-nama setidaknya 35 pemimpin dunia, baik yang masih aktif maupun tidak. Ada pula beberapa pejabat penting yang berada di lingkaran dalam pemimpin dunia.
Sebagaimana dilansir AFP, ICIJ menekankan bahwa memiliki aset di surga pajak atau menggunakan perusahaan cangkang untuk menjalankan bisnis di mancanegara memang tidak ilegal di kebanyakan negara.
Namun, pembongkaran fakta ini dianggap dapat mencoreng nama para pejabat yang selama ini menggaungkan kampanye anti-pengemplangan pajak. Berikut nama-nama pemimpin negara yang disinggung di Pandora Papers.
Vladimir Putin
Dalam Pandora Papers, nama Putin memang disebut tak terkait langsung dengan kasus pajak. Namun, namanya dikaitkan dengan satu aset rahasia di Monako yang merupakan rumah milik seorang perempuan Rusia, Svetlana Krivonogikh.
The Washington Post melaporkan bahwa perempuan itu memiliki hubungan gelap dengan Putin. Dari hubungan tersebut, perempuan itu dilaporkan melahirkan seorang anak pada 2003.
Dua pekan setelah kelahiran anak itu, satu perusahaan di salah satu surga pajak terbentuk. Krivonogikh kemudian dilaporkan membeli satu apartemen mewah di Monako melalui perusahaan tersebut.
Nama Raja Yordania juga masuk dalam pusaran Pandora Papers. Berdasarkan laporan itu, Abdullah membentuk jaringan perusahaan di negara surga pajak.
Melalui perusahaan-perusahaan itu, Abdullah membeli properti dengan total nilai sekitar US$100 juta di berbagai kawasan, mulai dari Malibu, California, hingga Washington dan London.
Kedutaan Besar Yordania di AS menolak memberikan komentar. Namun, pengacara kerajaan mengatakan kepada BBC bahwa Abdullah membeli properti-properti itu dengan kekayaan pribadi.
Menurutnya, individu berpenghasilan tinggi biasa membeli properti melalui perusahaan di luar negeri demi privasi dan alasan keamanan.
Ada pula nama Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis. Ia disebut tak melaporkan perusahaan investasi di surga pajak yang digunakan untuk membeli kastil senilai US$22 juta di selatan Prancis.
Laporan tersebut dianggap dapat mengikis popularitas Babis yang akan ikut serta dalam pemilu tahun ini. Meski demikian, Babis menyatakan bahwa ia tak melakukan sesuatu yang ilegal dengan transaksi-transaksi tersebut.
Baca nama-nama lainnya di halaman berikutnya >>>
Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta
Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, juga disebut-sebut dalam laporan ini. Ia diduga secara diam-diam memiliki jaringan perusahaan di surga pajak bersama sejumlah anggota keluarganya.
Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair
Selain itu, nama mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, juga muncul di Pandora Papers. Ia disebut menghindari pembayaran pajak properti bernilai jutaan pound sterling di London.
Ia dan istrinya, Cherie, membeli perusahaan di surga pajak yang memiliki properti tersebut.
Nama-nama di lingkaran dalam Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mulai dari menteri di kabinetnya hingga keluarganya, juga disebut secara diam-diam memiliki perusahaan di surga pajak.
Khan pun langsung menyatakan bahwa dia bakal mengambil tindakan yang sesuai jika terbukti ada warga Pakistan melakukan kejahatan.
"Kami menyambut baik Pandora Papers dalam mengungkap kekayaan mencurigakan para elite yang dikumpulkan melalui pengemplangan pajak, korupsi, pencucian uang di surga pajak," ujar Khan di Twitter.
Ia kemudian menuliskan, "Pemerintahan saya akan menyelidiki semua penduduk kami yang disebut di Pandora Papers dan jika ada kesalahan, kami akan mengambil tindakan yang sesuai."
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah nama besar, mulai dari Raja Yordania, Abdullah II, hingga perempuan yang disebut-sebut sebagai simpanan Presiden Rusia, Vladimir Putin, masuk dalam laporan bocoran mengenai kasus pajak terbesar dunia, Pandora Papers.
Nama para pejabat tersebut muncul di Pandora Papers berdasarkan hasil penelusuran sekitar 600 jurnalis yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).
Ratusan jurnalis itu meneliti bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan. Hasil investigasi itu kemudian diunggah di situs resmi ICIJ pada Minggu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan itu mencatat nama-nama setidaknya 35 pemimpin dunia, baik yang masih aktif maupun tidak. Ada pula beberapa pejabat penting yang berada di lingkaran dalam pemimpin dunia.
Sebagaimana dilansir AFP, ICIJ menekankan bahwa memiliki aset di surga pajak atau menggunakan perusahaan cangkang untuk menjalankan bisnis di mancanegara memang tidak ilegal di kebanyakan negara.
Namun, pembongkaran fakta ini dianggap dapat mencoreng nama para pejabat yang selama ini menggaungkan kampanye anti-pengemplangan pajak. Berikut nama-nama pemimpin negara yang disinggung di Pandora Papers.
Vladimir Putin
Dalam Pandora Papers, nama Putin memang disebut tak terkait langsung dengan kasus pajak. Namun, namanya dikaitkan dengan satu aset rahasia di Monako yang merupakan rumah milik seorang perempuan Rusia, Svetlana Krivonogikh.
The Washington Post melaporkan bahwa perempuan itu memiliki hubungan gelap dengan Putin. Dari hubungan tersebut, perempuan itu dilaporkan melahirkan seorang anak pada 2003.
Dua pekan setelah kelahiran anak itu, satu perusahaan di salah satu surga pajak terbentuk. Krivonogikh kemudian dilaporkan membeli satu apartemen mewah di Monako melalui perusahaan tersebut.
Nama Raja Yordania juga masuk dalam pusaran Pandora Papers. Berdasarkan laporan itu, Abdullah membentuk jaringan perusahaan di negara surga pajak.
Melalui perusahaan-perusahaan itu, Abdullah membeli properti dengan total nilai sekitar US$100 juta di berbagai kawasan, mulai dari Malibu, California, hingga Washington dan London.
Kedutaan Besar Yordania di AS menolak memberikan komentar. Namun, pengacara kerajaan mengatakan kepada BBC bahwa Abdullah membeli properti-properti itu dengan kekayaan pribadi.
Menurutnya, individu berpenghasilan tinggi biasa membeli properti melalui perusahaan di luar negeri demi privasi dan alasan keamanan.
Ada pula nama Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis. Ia disebut tak melaporkan perusahaan investasi di surga pajak yang digunakan untuk membeli kastil senilai US$22 juta di selatan Prancis.
Laporan tersebut dianggap dapat mengikis popularitas Babis yang akan ikut serta dalam pemilu tahun ini. Meski demikian, Babis menyatakan bahwa ia tak melakukan sesuatu yang ilegal dengan transaksi-transaksi tersebut.
Baca nama-nama lainnya di halaman berikutnya >>>
PM Pakistan hingga Mantan Pemimpin Inggris di Pusaran Pandora Papers
Sejumlah nama orang dekat PM Pakistan, Imran Khan, juga disebut di Pandora Papers. (AP/K.M. Chaudary)
Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta
Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, juga disebut-sebut dalam laporan ini. Ia diduga secara diam-diam memiliki jaringan perusahaan di surga pajak bersama sejumlah anggota keluarganya.
Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair
Selain itu, nama mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, juga muncul di Pandora Papers. Ia disebut menghindari pembayaran pajak properti bernilai jutaan pound sterling di London.
Ia dan istrinya, Cherie, membeli perusahaan di surga pajak yang memiliki properti tersebut.
Nama-nama di lingkaran dalam Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mulai dari menteri di kabinetnya hingga keluarganya, juga disebut secara diam-diam memiliki perusahaan di surga pajak.
Khan pun langsung menyatakan bahwa dia bakal mengambil tindakan yang sesuai jika terbukti ada warga Pakistan melakukan kejahatan.
"Kami menyambut baik Pandora Papers dalam mengungkap kekayaan mencurigakan para elite yang dikumpulkan melalui pengemplangan pajak, korupsi, pencucian uang di surga pajak," ujar Khan di Twitter.
Ia kemudian menuliskan, "Pemerintahan saya akan menyelidiki semua penduduk kami yang disebut di Pandora Papers dan jika ada kesalahan, kami akan mengambil tindakan yang sesuai."
PM Pakistan hingga Mantan Pemimpin Inggris di Pusaran Pandora Papers BACA HALAMAN BERIKUTNYA