Finlandia Setop Vaksin Moderna bagi Pria 30 Tahun ke Bawah

rds | CNN Indonesia
Jumat, 08 Oct 2021 12:41 WIB
Kini, tiga negara Nordik memutuskan setop memakai vaksin Moderna akibat khawatir efek samping langka. Finlandia menyetop penggunaan vaksin Moderna sementara waktu usai khawatir efek samping langka yang dialami sejumlah penerima. (Foto: AFP/JUSTIN TALLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Finlandia menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna bagi pria di bawah 30 tahun menyusul laporan efek samping langka yang dialami sejumlah penerimanya, Kamis (7/10).

Efek samping langka berupa kelainan jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular dilaporkan dialami beberapa penerima vaksin buatan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Institut Kesehatan Finlandia, Mika Salminen, mengatakan Helsinki sementara waktu akan memberikan vaksin Pfizer kepada pria kelahiran 1991 ke atas. Finlandia juga menawarkan vaksin serupa kepada anak berusia 12 tahun ke atas.


"Sebuah studi negara Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, dan Norwegia, menemukan bahwa pria di bawah 30 tahun yang menerima vaksin Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi mengalami miokarditis daripada yang lain," kata Salminen seperti dikutip Reuters.

Penangguhan penggunaan Moderna ini dilakukan Finlandia mengikuti Swedia dan Denmark yang telah lebih dulu menerapkan langkah serupa.

Swedia dan Denmark mengumumkan pada Rabu (6/10) bahwa mereka menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna untuk semua kategori warga dewasa dan anak-anak.

Sama seperti Finlandia, pejabat kesehatan Norwegia merekomendasikan warga laki-laki di bawah usia 30 tahun untuk menggunakan vaksin Pfizer sementara waktu.

Swedia dan Denmark turut mendasari langkahnya itu dari sebuah penelitian yang sama dan hingga kini belum dipublikasikan.

Sementara itu, Finlandia mengatakan studi negara Nordik soal vaksin Moderna itu akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan. Helsinki juga menegaskan dokumen studi telah dikirim kepada Badan Pengawasan Obat Uni Eropa (European Medicines Agency/EMA) untuk diteliti lebih dalam.

Pada Juli lalu, komite keamanan EMA sempat menyimpulkan bahwa imflamasi jantung memang dapat terjadi setelah menerima vaksin Moderna Spikevax atau Pfizer/BioNTech Comirnaty.

Namun, efek samping itu sangat jarang terjadi dan sejauh ini dialami oleh pria usia muda setelah menerima dosis kedua vaksin.

Namun, regulator obat Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa manfaat vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna ini jauh lebih banyak daripada risiko efek sampingnya.

Ketiganya tetap mendorong warga untuk mau divaksinasi Covid-19 menggunakan kedua vaksin jenis mRNA tersebut.

Sementara itu, juru bicara Moderna mengatakan bahwa perusahaannya telah mengetahui keputusan Swedia dan Denmark terkait penangguhan penggunaan vaksinnya itu.

"Ini biasanya kasus ringan dan individu cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan standar dan istirahat cukup. Risiko miokarditis (peradangan otot jantung) meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covid-19 dan vaksinasi adalah cara terbaik mencegahnya," ucap jubir Moderna tersebut.

Catatan redaksi: perubahan judul berita yang semula berbunyi "Finlandia Setop Pakai Vaksin Moderna Susul Swedia dan Denmark" pada pukul 13.06 WIB.



(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER