Kisah Ajaib Sopir Taksi di Liverpool Selamat dari Ledakan

CNN Indonesia
Selasa, 16 Nov 2021 11:06 WIB
Sopir taksi yang ada di mobil saat insiden ledakan di Liverpool selamat meski mengalami luka dan sempat dirawat di rumah sakit. Petugas kepolisian tengah melakukan penyelidikan di lokasi ledakan taksi di Liverpool. (REUTERS/ED SYKES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sopir taksi yang ada di mobil saat insiden ledakan di Liverpool selamat meski mengalami luka dan sempat dirawat di rumah sakit.

David Berry bisa jadi dianggap 'pahlawan' oleh sebagian orang lantaran aksinya mengunci penumpang laki-laki --yang ternyata tersangka aksi terorisme-- dalam taksi usai dirinya curiga.

"Ada banyak desas-desus yang beredar soal dia jadi pahlawan dan mengunci penumpang di dalam mobil," jelas istri David di akun facebook seperti dikutip AFP pada Selasa (16/11).

Ia mengatakan keselamatan sang suami dalam insiden itu merupakan keajaiban besar.

"Kenyataannya, tak diragukan lagi dia beruntung dan masih hidup," tulis sang istri.

Pujian terhadap David juga disampaikan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

"(David) bertindak dengan pikiran dan keberanian yang luar biasa," ujar Johnson.

Ledakan itu terjadi di sekitar Women's Hospital, hanya beberapa menit sebelum kebaktian Remembrance Sunday di dekat Katedral Liverpool, yang dihadiri sekitar 2.000 orang pada Minggu (14/11) lalu.

Insiden itu memicu spekulasi bahwa acara tersebut adalah target yang dimaskud.

Kepolisian Inggris tak membenarkan asumsi itu. Pihaknya mengaku masih melakukan proses penyelidikan.

"Saat ini kami tak bisa menarik hubungan apapun dengan ini, tetap ini penyelidikan yang sedang kami kejar," ujar anggota kepolisian kontra-terorisme, Russ Jackson.

Sebelumnya, Jackson mengatakan motif serangan itu tak jelas. Kepolisian lalu menyebut ledakan itu sebagai serangan terorisme.

Sejauh ini ada 4 orang yang ditangkap polisi atas insiden tersebut. Dari jumlah itu, ada satu orang yang tewas dalam mobil dan ditetapkan sebagai tersangka yakni Emad Al Swealmeen.

"Penyelidikan kami sedang berlangsung tapi pada tahap ini kami sangat yakin bahwa yang meninggal adalah Emad Al Swealmeen yang berusia 32 tahun," ujar petugas investigasi senior, Kepala Detektif Inspektur Andre Meeks, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.

Ia mencatat Al Swealmeen berkaitan dengan dua alamat saat polisi menggerebek usai insiden ledakan mobil itu.

Al Swealmen disebut tinggal di satu alamat, dan baru-baru ini menyewa tempat lain di daerah Kensington. Di tempat barunya, polisi menemukan barang-barang penting.

"Kami terus meminta informasi mengenai insiden ini, dan sekarang kami telah merilis namanya, informasi apapun yang mungkin dimiliki publik soal Al Swealmeen, tak peduli seberapa kecil, mungkin sangat membantu kami," ucap Meeks.



(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER