8 Negara Eropa Cetak Rekor Covid, Kematian Rusia Tembus 1.247
CNN Indonesia
Rabu, 17 Nov 2021 18:11 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Negara-negara Eropa tengah mengalami lonjakan Covid-19. Belakangan, sejumlah negara bahkan memecahkan rekor Covid-19, baik jumlah kasus maupun angka kematian. (AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --
Negara-negara Eropa tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Belakangan, sejumlah negara bahkan memecahkan rekor Covid-19, baik jumlah kasus maupun angka kematian.
Lonjakan kasus Covid-19 ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai-sampai menyatakan bahwa Eropa bakal menjadi episentrum corona dunia.
WHO bahkan mewanti-wanti kasus kematian akibat Covid-19 di Eropa dapat menembus angka setengah juta jiwa pada Februari 2022 mendatang jika tren infeksi terus sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di 53 negara di kawasan Eropa kini sangat mengkhawatirkan.
"Kami, sekali lagi, menjadi episentrum penularan. Laju penularan saat ini di 53 negara di Benua Eropa menjadi perhatian serius," kata Kluge seperti dikutip AFP, Selasa (9/11).
Berikut negara-negara yang memecahkan rekor Covid-19 belakangan ini:
1. Rusia
Rusia memecahkan rekor angka kematian harian akibat Covid-19 pada Rabu (17/11). Sebanyak 1.247 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona dalam 24 jam.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Rusia juga melaporkan penambahan kasus harian positif Covid-19 sebanyak 36.626 kasus dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 2.966 di antaranya berada di Moscow.
Pada awal bulan ini, Rusia juga memecahkan rekor penambahan kasus harian sebanyak 41.335 kasus pada 6 November lalu.
2. Jerman
Jerman mencatat rekor penambahan kasus harian Covid-19 dengan 50.196 infeksi virus corona pada Kamis (11/11). Menurut otoritas kesehatan Jerman, angka itu merupakan kasus harian pertama yang menembus lebih dari 50 ribu sejak pandemi dimulai tahun lalu.
Angka ini lebih tinggi dari rekor kasus sebelumnya yang tercatat sehari sebelumnya, Rabu (10/11), dengan 37.120 infeksi corona.
3. Belanda
Belanda menjadi negara Eropa Barat pertama yang menerapkan lockdown akibat lonjakan Covid-19. Negeri Kincir mengambil keputusan ini setelah melaporkan rekor Covid dengan 16.300 kasus pada Kamis (11/11).
Berdasarkan aturanlockdown itu, bar, restoran, dan toko-toko non-esensial lainnya diwajibkan tutup pukul 19.00 setidaknya selama tiga pekan mulai Sabtu (13/11).
Hungaria memecahkan rekor kasus harian Covid-19 sejak Maret tahun ini. Reuters melaporkan, sebanyak 10.265 kasus baru tercatat pada Rabu (17/11).
Angka ini juga mendekati rekor penambahan kasus harian sebelumnya yang mencapai 11.265, kala negara itu menghadapi gelombang ketiga.
Hungaria sendiri merupakan negara yang menerapkan pembatasan sosial cukup longgar dan memiliki angka vaksinasi di bawah rata-rata Uni Eropa.
Baca negara-negara Eropa lain yang dicekik Covid-19 di halaman selanjutnya >>>
5. Bulgaria
Bulgaria melaporkan angka kematian akibat Covid-19 mencapai 334 kasus dalam sehari pada Selasa (9/11). Angka kematian itu menjadi rekor tertinggi sejak awal pandemi.
Di hari yang sama, Reuters melaporkan Bulgaria juga mencatat infeksi Covid-19 harian baru sebanyak 5.286 kasus.
Bulgaria merupakan negara dengan angka vaksinasi Covid-19 terendah di Uni Eropa dan kini masih menghadapi gelombang infeksi virus corona.
Pada Oktober lalu, negara Balkan itu baru memperkenalkan kartu kesehatan sebagai syarat warga masuk tempat publik, terutama di ruang tertutup.
Polandia melaporkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 24.239 kasus pada Rabu (17/11). Angka ini merupakan kenaikan tertinggi sejak April.
Di hari yang sama, sebanyak 463 orang di Polandia meninggal dunia akibat infeksi virus corona.
Secara keseluruhan, Polandia sudah melaporkan total 3.254.875 kasus Covid-19 kasus sejak awal pandemi. Jumlah kematian akibat virus corona di negara ini mencapai 79.624 kasus.
7. Republik Ceko
Republik Ceko juga memecahkan rekor angka kasus harian positif Covid-19 dengan 22.479 infeksi corona dalam 24 jam hingga Selasa (16/11).
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Ceko, angka ini merupakan kenaikan tertinggi yang tercatat di negara itu sejak awal pandemi.
Angka kasus harian positif Covid-19 pada hari itu juga naik sebanyak 54 persen dibandingkan seminggu sebelumnya. Kenaikan angka kasus harian salah satunya disebabkan banyak orang yang dites pada akhir pekan.
Sebelumnya, rekor penambahan angka kasus harian di Republik Ceko terjadi pada Januari, dengan penambahan sebanyak 17.778 kasus.
Austria memecahkan rekor Covid-19 pada Rabu (17/11) dengan penambahan sebanyak 14.416 kasus. Ini merupakan pertama kalinya angka kasus harian di Austria menembus 14 ribu.
Puncak gelombang terbesar sebelum ini hanya mencapai 9.586 kasus pada tahun lalu. Reuters melaporkan bahwa saat itu, Austria melakukan penguncian (lockdown) secara penuh.
Untuk mengatasi kenaikan kasus ini, Austria melakukan lockdown kepada warga yang belum divaksinasi. Warga yang belum divaksinasi lengkap tidak diperbolehkan mengunjungi hotel, restoran, dan teater.
Mereka hanya boleh meninggalkan rumah dengan alasan tertentu, seperti bekerja dan membeli barang-barang esensial.
Jakarta, CNN Indonesia --
Negara-negara Eropa tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Belakangan, sejumlah negara bahkan memecahkan rekor Covid-19, baik jumlah kasus maupun angka kematian.
Lonjakan kasus Covid-19 ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai-sampai menyatakan bahwa Eropa bakal menjadi episentrum corona dunia.
WHO bahkan mewanti-wanti kasus kematian akibat Covid-19 di Eropa dapat menembus angka setengah juta jiwa pada Februari 2022 mendatang jika tren infeksi terus sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di 53 negara di kawasan Eropa kini sangat mengkhawatirkan.
"Kami, sekali lagi, menjadi episentrum penularan. Laju penularan saat ini di 53 negara di Benua Eropa menjadi perhatian serius," kata Kluge seperti dikutip AFP, Selasa (9/11).
Berikut negara-negara yang memecahkan rekor Covid-19 belakangan ini:
1. Rusia
Rusia memecahkan rekor angka kematian harian akibat Covid-19 pada Rabu (17/11). Sebanyak 1.247 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona dalam 24 jam.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Rusia juga melaporkan penambahan kasus harian positif Covid-19 sebanyak 36.626 kasus dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 2.966 di antaranya berada di Moscow.
Pada awal bulan ini, Rusia juga memecahkan rekor penambahan kasus harian sebanyak 41.335 kasus pada 6 November lalu.
2. Jerman
Jerman mencatat rekor penambahan kasus harian Covid-19 dengan 50.196 infeksi virus corona pada Kamis (11/11). Menurut otoritas kesehatan Jerman, angka itu merupakan kasus harian pertama yang menembus lebih dari 50 ribu sejak pandemi dimulai tahun lalu.
Angka ini lebih tinggi dari rekor kasus sebelumnya yang tercatat sehari sebelumnya, Rabu (10/11), dengan 37.120 infeksi corona.
3. Belanda
Belanda menjadi negara Eropa Barat pertama yang menerapkan lockdown akibat lonjakan Covid-19. Negeri Kincir mengambil keputusan ini setelah melaporkan rekor Covid dengan 16.300 kasus pada Kamis (11/11).
Berdasarkan aturanlockdown itu, bar, restoran, dan toko-toko non-esensial lainnya diwajibkan tutup pukul 19.00 setidaknya selama tiga pekan mulai Sabtu (13/11).
Hungaria memecahkan rekor kasus harian Covid-19 sejak Maret tahun ini. Reuters melaporkan, sebanyak 10.265 kasus baru tercatat pada Rabu (17/11).
Angka ini juga mendekati rekor penambahan kasus harian sebelumnya yang mencapai 11.265, kala negara itu menghadapi gelombang ketiga.
Hungaria sendiri merupakan negara yang menerapkan pembatasan sosial cukup longgar dan memiliki angka vaksinasi di bawah rata-rata Uni Eropa.
Baca negara-negara Eropa lain yang dicekik Covid-19 di halaman selanjutnya >>>
Bulgaria hingga Austria Dicekik Covid-19
Ilustrasi. (Reuters/Kacper Pempel)
5. Bulgaria
Bulgaria melaporkan angka kematian akibat Covid-19 mencapai 334 kasus dalam sehari pada Selasa (9/11). Angka kematian itu menjadi rekor tertinggi sejak awal pandemi.
Di hari yang sama, Reuters melaporkan Bulgaria juga mencatat infeksi Covid-19 harian baru sebanyak 5.286 kasus.
Bulgaria merupakan negara dengan angka vaksinasi Covid-19 terendah di Uni Eropa dan kini masih menghadapi gelombang infeksi virus corona.
Pada Oktober lalu, negara Balkan itu baru memperkenalkan kartu kesehatan sebagai syarat warga masuk tempat publik, terutama di ruang tertutup.
Polandia melaporkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 24.239 kasus pada Rabu (17/11). Angka ini merupakan kenaikan tertinggi sejak April.
Di hari yang sama, sebanyak 463 orang di Polandia meninggal dunia akibat infeksi virus corona.
Secara keseluruhan, Polandia sudah melaporkan total 3.254.875 kasus Covid-19 kasus sejak awal pandemi. Jumlah kematian akibat virus corona di negara ini mencapai 79.624 kasus.
7. Republik Ceko
Republik Ceko juga memecahkan rekor angka kasus harian positif Covid-19 dengan 22.479 infeksi corona dalam 24 jam hingga Selasa (16/11).
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Ceko, angka ini merupakan kenaikan tertinggi yang tercatat di negara itu sejak awal pandemi.
Angka kasus harian positif Covid-19 pada hari itu juga naik sebanyak 54 persen dibandingkan seminggu sebelumnya. Kenaikan angka kasus harian salah satunya disebabkan banyak orang yang dites pada akhir pekan.
Sebelumnya, rekor penambahan angka kasus harian di Republik Ceko terjadi pada Januari, dengan penambahan sebanyak 17.778 kasus.
Austria memecahkan rekor Covid-19 pada Rabu (17/11) dengan penambahan sebanyak 14.416 kasus. Ini merupakan pertama kalinya angka kasus harian di Austria menembus 14 ribu.
Puncak gelombang terbesar sebelum ini hanya mencapai 9.586 kasus pada tahun lalu. Reuters melaporkan bahwa saat itu, Austria melakukan penguncian (lockdown) secara penuh.
Untuk mengatasi kenaikan kasus ini, Austria melakukan lockdown kepada warga yang belum divaksinasi. Warga yang belum divaksinasi lengkap tidak diperbolehkan mengunjungi hotel, restoran, dan teater.
Mereka hanya boleh meninggalkan rumah dengan alasan tertentu, seperti bekerja dan membeli barang-barang esensial.