India Akan Buka Sekolah Tatap Muka Meski Polusi Masih Parah

CNN Indonesia
Kamis, 25 Nov 2021 05:21 WIB
Pemerintah New Delhi akan membuka kembali sekolah pekan depan meski India masih diselimuti polusi udara setelah penerapan lockdown parsial. Ilustrasi polusi di India. (AFP/Sajjad Hussain)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah New Delhi akan membuka kembali sekolah pekan depan meski India masih diselimuti polusi udara setelah penerapan lockdown parsial.

"Sejumlah sekolah, kampus, dan institusi bisa dibuka kembali Senin (pekan depan)" ujar Menteri Lingkungan Negara Bagian Delhi, Gopal Rai, seperti dikutip AFP.

Rai mengatakan bahwa karyawan kantor pemerintahan yang sebelumnya bekerja dari rumah juga akan kembali berkegiatan kantor.

"Dan kami akan menyarankan pejabat menggunakan transportasi publik," ucap dia.

Pembatasan aktivitas konstruksi juga akan dilonggarkan. Selain itu, pembersih elektronik dan kendaraan yang menggunakan gas alam akan diizinkan kembali memasuki wilayah Delhi.

Berdasarkan laporan pemantau kualitas udara yang berbasis di Swiss, IQAir, partikel udara di Delhi masih sekitar 120 mikrogram per meter. Angka ini delapan kali lebih tinggi dari batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meski demikian, kondisi ini sudah lebih baik ketimbang pekan lalu, saat polutan udara di Delhi 30 kali lebih tinggi dari batas maksimum yang ditetapkan WHO.

Delhi memang biasa diselimuti asap tebal setiap musim dingin, usai para petani di negara bagian utara membakar sisa pertanian mereka.

Tahun ini, polusi lebih parah. Pemerintah pun menerapkan lockdown parsial pekan lalu.

Pemerintah meminta pembangkit batubara dinonaktifkan, melarang kendaraan yang non-esensial, pembatasan terhadap pekerjaan konstruksi, dan mendesak warga warga tetap di rumah.

[Gambas:Video CNN]

Komisi Pengelola Kualitas Udara Delhi juga meminta alat anti-kabut dan semprotan air beroperasi tiga kali sehari di tempat-tempat yang berpolusi.

Langkah tersebut menuai kritik dari para pengamat. Menurut mereka, kebijakan tersebut tak mengubah apapun.

Pemerintah juga dinilai gagal mengatasi akar masalah dari polusi pabrik, polusi kendaraan, dan pembakaran pohon yang menyatu menjadi kabut beracun.

(isa/has)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER