AS Lapor Covid Omicron Pertama, Terdeteksi 7 Hari usai Tiba dari Afsel

has | CNN Indonesia
Kamis, 02 Dec 2021 07:05 WIB
Amerika Serikat mendeteksi kasus Covid-19 varian Omicron pertama. Kasus itu terdeteksi tujuh hari setelah pasien tersebut pulang dari Afrika Selatan. Ilustrasi. (iStockphoto/Thomas Faull)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat mendeteksi kasus Covid-19 varian Omicron pertama. Kasus itu terdeteksi tujuh hari setelah pasien tersebut pulang dari Afrika Selatan.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) melaporkan bahwa pasien itu pulang dari Afrika Selatan pada 22 November lalu.

Ketua Penasihat Medis untuk Presiden AS, Anthony Fauci, kemudian mengungkap bahwa pasien itu dinyatakan positif Covid-19 pada 29 November. Orang-orang terdekat pasien itu sudah dites, dan hasilnya negatif.


Menurut Fauci, pasien itu mengalami gejala ringan. Gejala itu sempat bertambah parah, tapi saat ini pasien sedang dalam masa pemulihan.

Fauci juga mengatakan bahwa pasien itu sudah divaksinasi penuh, tapi belum mendapatkan booster. Ia pun kembali menggaungkan betapa penting pemberian booster atau suntikan ketiga vaksin.

"Pengalaman kami dari varian seperti Delta, meski vaksin itu tidak secara spesifik dirancang untuk varian Delta, ketika kalian mendapatkan tingkat respons imun yang cukup tinggi, perlindungan juga akan semakin tinggi," tutur Fauci.

Selain itu, ia juga mengimbau warga yang belum vaksin lengkap untuk tetap memakai masker jika berada di dalam ruangan.

Ia sendiri mengaku tidak terkejut dengan temuan kasus Covid-19 varian Omicron ini. Ia beranggapan Omicron memang akan muncul di AS "tinggal menunggu waktu."

Fauci memastikan pemerintah akan terus memantau perkembangan riset mengenai varian baru yang pertama kali ditemukan di Botswana ini.

Sementara itu, pemerintah akan tetap berupaya membawa rasa aman di tengah masyarakat dengan menutup pintu masuk bagi sejumlah negara di selatan Afrika.

Selama ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa terus mengkritik negara-negara yang menerapkan larangan masuk bagi pendatang dari Afrika. Menurut PBB, keputusan itu tak berdasarkan pendekatan ilmiah dan tidak adil bagi Afrika.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, Fauci menegaskan bahwa AS mengambil keputusan ini untuk berjaga-jaga sementara otoritas dunia meneliti lebih lanjut varian ini.

"Kami butuh waktu untuk bersiap dan mengerti apa yang sedang terjadi. Kami mau memastikan kami tidak bersikap menganggap enteng, tapi tiba-tiba, sesuatu terjadi dan kami tidak siap. Jadi, kami mengambil langkah sementara," katanya.

CDC juga sudah mengungkap langkah-langkah untuk bersiap menghadapi Omicron. Mereka berencana menerapkan tes dan ketentuan karantina lebih kuat bagi orang yang baru saja tiba dari luar negeri.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER