Covid Tinggi usai Deteksi Omicron, Jerman Lockdown Warga Belum Vaksin

has | CNN Indonesia
Jumat, 03 Dec 2021 07:06 WIB
Jerman menerapkan lockdown bagi warga yang belum vaksin mulai Kamis (2/12), ketika kasus Covid-19 di negara itu terus tinggi usai mendeteksi varian Omicron. Jerman menerapkan lockdown bagi warga yang belum vaksin mulai Kamis (2/12), ketika kasus Covid-19 di negara itu terus tinggi usai mendeteksi varian Omicron. (AFP/Odd Andersen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jerman menerapkan lockdown bagi warga yang belum vaksin mulai Kamis (2/12), ketika kasus Covid-19 di negara itu terus tinggi usai mendeteksi virus corona varian Omicron akhir pekan lalu.

Kanselir Jerman yang bakal lengser, Angela Merkel, dan calon penggantinya, Olaf Scholz, menyepakati aturan itu setelah bertemu dengan pemimpin dari 16 negara bagian.

Mereka sepakat melarang warga yang belum divaksinasi ke semua tempat, kecuali untuk urusan esensial, seperti toko kebutuhan sehari-hari dan farmasi.


"Situasinya sangat serius. Angka penularan memang sudah mulai stabil, tapi masih terlalu tinggi," ujar Merkel, seperti dikutip Reuters.

Kasus Covid-19 di Jerman memang terbilang turun jika dibandingkan dengan ketika fase lonjakan pekan lalu yang bisa mencapai 100 ribu sehari. Namun, jumlah infeksi corona di Jerman masih di angka 73 ribu pada Kamis (2/12).

Jumlah itu juga naik dari sehari sebelumnya, ketika Jerman mencatat sekitar 50 ribu kasus Covid-19. Naik turun kasus Covid-19 di angka yang relatif tinggi ini terjadi setelah Jerman mendeteksi varian Omicron akhir pekan lalu.

Para ahli virologi di Jerman menganggap Covid-19 di negara itu naik karena keengganan warga mengikuti vaksinasi. Mereka juga mengkritik politikus karena sangat lamban mengatasi masalah tersebut.

Saat ini, tingkat vaksinasi di Jerman memang sudah mencapai 70 persen. Namun, angka itu terbilang rendah ketimbang negara-negara Uni Eropa lain, seperti Portugal dan Irlandia.

Kini, Merkel mengumumkan bahwa pemerintah sedang mengajukan legislasi ke parlemen untuk mewajibkan vaksinasi warga.

Menurut Merkel, komite etik parlemen akan diminta untuk menyusun draf aturan wajib vaksin tersebut. Parlemen kemudian akan melakukan pemungutan suara mengenai aturan itu paling lambat Februari 2022.

Scholz, yang bakal mulai menggantikan Merkel pekan depan, mengatakan bahwa Jerman akan menggencarkan vaksinasi dengan target 30 juta suntikan hingga Natal.

(has/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER