Taliban Pasang Poster Perintahkan Perempuan Tutup Aurat dan Wajah

rds | CNN Indonesia
Sabtu, 08 Jan 2022 06:00 WIB
Juru bicara kementerian Taliban mengaku aturan itu tidak akan serta-merta menghukum atau memukuli perempuan yang melanggar. Juru bicara kementerian Taliban mengaku aturan itu tidak akan serta-merta menghukum atau memukuli perempuan yang melanggar. (Foto: AFP/ELISE BLANCHARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taliban memasang poster di banyak sudut di Ibu Kota Kabul berisikan perintah bagi perempuan Afghanistan untuk menutupi aurat, termasuk wajah, Jumat (7/1).

Poster yang mencakup gambar burqa itu ditempel di kafe-kafe dan pertokoan oleh Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Afghanistan rezim Taliban.

"Menurut hukum syariat Islam, perempuan Muslim harus mengenakan jilbab," bunyi poster tersebut seperti dikutip AFP.


Seorang juru bicara kementerian tersebut membenarkan edaran poster tersebut.

"Jika seseorang tidak mengikutinya, bukan berarti dia akan dihukum atau dipukuli, itu hanya dorongan bagi kaum perempuan Muslim untuk mengikuti hukum Islam," ucap jubir kementerian tersebut, Sadeq Akif Muhajir.

Sejak Taliban menguasai Afghanistan pada Agustsu 2021, banyak kaum perempuan memilih "bersembunyi" dan tidak terlalu sering beraktivitas di luar rumah lantaran khawatir akan keselamatan mereka.

Pasalnya, rezim Taliban banyak menerapkan aturan yang mengekang kaum perempuan Afghanistan mulai dari cara berpakaian, larangan bepergian jauh tanpa pendamping, pembatasan bekerja, dan sebagianya.

Sejak Taliban berkuasa, burqa dan pakaian Muslimah pun laku terjual.

Di Kabul, mayoritas kaum perempuan sudah memakai jilbab, meski beberapa dari mereka masih mengenakan pakaian ala Barat yang sederhana dan sopan.

di luar Kabul, burqa, pakaian wajib perempuan saat rezim Taliban era 1990-an, sudah banyak dipakai perempuan.

"Apa yang mereka coba lakukan adalah menyebarkan ketakutan di antara orang-orang," ucap seorang mahasiswa dan pembela hak-hak perempuan Afghanistan yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Pertama kali saya melihat poster-poster itu, saya benar-benar ketakutan, saya pikir mungkin (Taliban) akan mulai memukuli saya. Mereka ingin saya mengenakan burqa dan tidak terlihat apa-apa, saya tidak akan pernah melakukan itu," ucapnya menambahkan.

Taliban telah menahan diri untuk tidak mengeluarkan kebijakan nasional yang semakin mengucilkan pemerintahannya di mata internasional demi sejumlah bantuan ekonomi dan kemanusiaan.

Meski begitu, Taliban tetap mengeluarkan serangkaian aturan di berbagai provinsi dengan nada yang lebih ramah tanpa paksaan.

"Ini tidak baik. 100 persen, ini akan menciptakan ketakutan," kata Shahagha Noori, seorang perempuan pemilik restoran di Kabul tempat poster itu dipasang oleh Taliban.

"Saya pikir jika Taliban mendapatkan pengakuan internasional, maka mereka akan mulai menegakkannya," tambahnya.



(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER