Badai Salju Pakistan Bikin Macet, 21 Orang Tewas Diduga Kedinginan

has | CNN Indonesia
Sabtu, 08 Jan 2022 23:55 WIB
Setidaknya 21 orang meninggal dunia di tengah kemacetan akibat badai salju yang menerjang salah satu kota di Pakistan pada Sabtu (8/1). Setidaknya 21 orang meninggal dunia di tengah kemacetan akibat badai salju yang menerjang salah satu kota di Pakistan pada Sabtu (8/1). (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya 21 orang meninggal dunia di tengah kemacetan akibat badai salju yang menerjang salah satu kota di Pakistan pada Sabtu (8/1).

Kepolisian Pakistan melaporkan bahwa setidaknya delapan dari 21 orang itu dipastikan meninggal dunia karena kedinginan di dalam mobil mereka.

Hingga kini, mereka masih menyelidiki korban lainnya meninggal karena kedinginan atau sesak napas setelah mengisap asap knalpot.


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Sheikh Rashid, menyatakan bahwa militer sudah dikerahkan untuk membersihkan jalan dan menyelamatkan ribuan orang yang masih terperangkap di kawasan Muree itu.

Berdasarkan keterangan di situs Pusat Perkiraan Cuaca Nasional Pakistan, badai salju masih akan terjadi di kawasan itu hingga Minggu (9/1).

Menurut Menteri Informasi Pakistan, Fawad Chaudhry, badai salju yang menerjang kawasan Muree dan sekitarnya itu memecahkan rekor selama beberapa dekade.

Kantor Kepala Menteri Provinsi Punjab pun menyatakan daerah di sekitar badai salju itu sebagai "area bencana" dan mendesak warga untuk menghindari lokasi tersebut.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengaku terkejut mendengar kabar mengenai insiden ini. Ia menyatakan bahwa insiden ini terjadi karena beberapa faktor.

"Salju sangat lebat dan orang bepergian tanpa mengecek kondisi cuaca. Otoritas distrik tak siap. Saya sudah memerintahkan penyelidikan dan menetapkan regulasi ketat untuk memastikan tragedi ini dapat dicegah," kata Khan melalui Twitter.

(has/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER