KBRI Mengaku Tak Dapat Info Sejarawan Bonnie Dipolisikan di Belanda

pwn | CNN Indonesia
Jumat, 28 Jan 2022 09:58 WIB
Dubes RI di Den Haag, Mayerfas, mengaku pihaknya belum mendapat laporan resmi soal sejarawan Bonnie Triyana yang dipolisikan di Belanda. Dubes RI di Den Haag, Mayerfas, mengaku pihaknya belum mendapat laporan resmi soal sejarawan Bonnie Triyana yang dipolisikan di Belanda. (Foto: CNNIndonesia/Riva Dessthania S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar RI di Den Haag menyatakan tidak menerima laporan terkait warga negara Indonesia yang tersangkut masalah hukum di Belanda, termasuk soal kasus sejarawan Bonnie Triyana.

Bonnie Triyana dilaporkan ke kepolisian Belanda oleh Federasi Indo-Belanda (Federatie Indies Nederlanders/FIN) karena opininya dalam sebuah surat kabar lokal dianggap memalsukan sejarah kelam Indonesia-Belanda.

"Secara resmi tidak ada laporan dari pihak di sini terhadap masalah yang dihadapi WNI di sini. Belum ada (laporan)," kata Duta Besar RI di Belanda, Mayerfas, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Kamis (27/1).

Meski begitu, Mayerfas mengatakan sebelumnya KBRI Den Haag siap memberikan pendampingan dan bantuan bagi setiap WNI yang memerlukan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Bonnie dipolisikan usai menihilkan istilah 'Bersiap' dalam sebuah pameran di Rijksmuseum, Amsterdam yang akan dibuka pada 11 Februari 2022. Bonnie tercatat sebagai kurator tamu mewakili Indonesia.

Bonnie menilai istilah 'Bersiap' yang digunakan hanya akan menebalkan cap sentimen rasialisme terhadap orang-orang Indonesia semasa periode 1945-1947. 'Periode Bersiap', dalam pandangan Bonnie, selalu menampilkan narasi tentang wajah orang Indonesia yang primitif, biadab, serta tersulut kebencian ras.

Sementara itu, FIN menilai apa yang dilakukan Bonnie dan aksinya dalam pameran Rijksmuseum adalah sebuah pemalsuan sejarah.

FIN mengingatkan banyak serdadu Belanda yang tewas usai dibebaskan dari kamp tawanan perang usai Jepang minggat dari Nusantara.

FIN menganggap menolak istilah Bersiap sama saja seperti menolak fakta Holocaust, pembantaian umat Yahudi Eropa oleh tentara Nazi Jerman saat Perang Dunia II, menolak kejahatan kemanusiaan, dan menolak kejahatan perang. Dan dalam beberapa kasus di Belanda, sikap seperti itu bisa dituntut ke jalur hukum.

FIN menolak mencabut laporan meski Rijksmuseum pada akhirnya tetap menggunakan istilah 'bersiap' yang menggambarkan kekerasan yang terjadi terhadap penduduk Indo-Belanda semasa '1945-1947'.

Juru bicara FIN, Michael Lentze, menganggap sikap Bonnoe merupakan sebuah pernyataan kriminal.



(pwn/rds)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER