Putin Ancam Negara yang Ikut Campur Perang Rusia-Ukraina

rds | CNN Indonesia
Kamis, 24 Feb 2022 20:31 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam setiap negara yang ingin ikut campur konflik negaranya dengan Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam setiap negara yang ingin ikut campur konflik negaranya dengan Ukraina. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selain melancarkan invasi, Presiden Vladimir Putin turut mengancam setiap negara yang ingin ikut campur dalam peperangan antara Rusia vs Ukraina yang mulai berkecamuk sejak Kamis (24/2) pagi.

Melalui pidato tak terduga di televisi nasional, Putin mengancam soal konsekuensi berat bagi negara-negara yang berupaya mengintervensi konflik Rusia dengan Ukraina.

"Siapa pun yang mencoba mengganggu dan ikut campur urusan kami, dan bahkan menciptakan ancaman bagi negara dan rakyat kami, harus tahu bahwa tanggapan Rusia akan datang secepat mungkin dan memberikan konsekuensi yang belum pernah Anda alami dalam sejarah Anda," ucap Putin berapi-api dalam pidatonya pada Kamis (24/2) pagi.

"Kami (Rusia) siap untuk setiap perkembangan situasi. Semua keputusan yang diperlukan dalam situasi ini telah dibuat," paparnya menambahkan.

Dikutip CNN, ancaman itu secara tidak langsung diutarakan Putin terhadap Amerika Serikat dan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) yang selama ini membela Ukraina mati-matian.

Manuver agresif Rusia yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu pun bermula dari wacana ekspansi NATO di timur Eropa dan wacana Ukraina bergabung dengan aliansi tersebut.

Rusia telah lama menentang keras upaya Ukraina masuk NATO. Sebelum melancarkan invasi, Putin juga sempat menuntut serangkaian jaminan keamanan kepada NATO, salah satunya menentang Ukraina bergabung pakta tersebut.

"Saya harap. Saya telah didengar," kata Putin.

Ancaman itu juga diutarakan Putin dalam pidato yang sama saat mengumumkan operasi militer khusus Rusia ke Donbas, wilayah di timur Ukraina yang selama ini dikuasai oleh kelompok separatis pro-Moskow sekitar Kamis pagi.

Salah satu alasan utama invasi, kata Putin, adalah karena pemimpin separatis Donetsk dan Luhansk di Donbas telah meminta bantuan Rusia setelah mengklaim jika pasukan Ukraina telah menyerang wilayah mereka.

"Republik Rakyat Donbas menyampaikan permintaan bantuan ke Rusia. Sehubungan dengan itu, saya membuat keputusan melancarkan operasi militer khusus," kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan di televisi dikutip TASS, Kamis (24/2).

Putin berdalih "operasi militer khusus" secara terbatas di Donbas dikerahkan demi melindungi warga Donbas yang menurutnya telah menjadi sasaran "genosida" Ukraina.

"Tindakan kami adalah membela diri terhadap ancaman," kata Putin dalam pidatonya seraya mengklaim bahwa Moskow tidak punya rencana untuk menduduki Ukraina.

"Kami tidak berencana menduduki Ukraina. Kami tidak ingin memaksakan diri pada siapa pun," tegasnya.

Tak lama setelah Putin mendeklarasikan operasi militer ke Donbas, rentetan ledakan terdengar pada setidaknya tujuh kota di Ukraina, termasuk Ibu Kota Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan rudal Rusia telah menyerang basis militer Ukraina di beberapa kota termasuk di Kiev dan pasukan penjaga perbatasan.

Layanan perbatasan Ukraina juga melaporkan bahwa pasukan Rusia datang dari perbatasan di timur, Belarus di utara, dan Crimea yang terletak di selatan negaranya.



(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER