Pemimpin G7 Kutuk Invasi Rusia, Putin Berdalih demi Keamanan Negara

CNN Indonesia
Jumat, 25 Feb 2022 00:47 WIB
G7 mengutuk aksi Putin dan penolakannya yang konsisten dalam proses diplomatik untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan keamanan Eropa. Serangan Rusia ke Ukraina. (REUTERS/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pemimpin G7 menerbitkan pernyataan bersama mengutuk tindakan Rusia yang telah menggelar operasi militer terhadap Ukraina. Para pemimpin G7, melalui pertemuan virtual, Kamis (24/2) menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin telah "memperkenalkan kembali perang ke benua Eropa."

"Dia telah menempatkan dirinya di sisi sejarah yang salah," tulis para pemimpin itu dalam pernyataan bersama, dikutip CNN.

"Kami mengutuk Presiden Putin karena penolakannya yang konsisten dalam proses diplomatik untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan keamanan Eropa, meskipun kami berulang kali kami mengajukan tawaran," bunyi pernyataan itu.

"Kami bersatu dengan mitra, termasuk NATO, Uni Eropa dan negara-negara anggota mereka serta Ukraina dan tetap bertekad untuk melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga integritas tatanan internasional berbasis aturan."

Pertemuan G7 berakhir setelah lebih dari satu jam, menurut seorang pejabat Gedung Putih.

Peserta pertemuan, menurut Gedung Putih, adalah Presiden AS Joe Biden, Kanselir Olaf Scholz dari Jerman, Perdana Menteri Justin Trudeau dari Kanada, Presiden Emmanuel Macron dari Prancis, Perdana Menteri Mario Draghi dari Italia, Perdana Menteri Kishida Fumio dari Jepang, Perdana Menteri Boris Johnson Inggris Raya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Di sisi lain, dikutip dari AFP, Vladimir Putin berdalih apa yang dilakukan Moskow karena mereka tidak punya pilihan lain selain menyerang Ukraina untuk memastikan keamanan Rusia.

Hal itu disampaikan Putin beberapa jam setelah pasukannya melintasi perbatasan bekas tetangga Sovietnya.

"Apa yang terjadi membuat kami tidak punya pilihan," kata pemimpin Rusia itu.

"kami tidak punya cara lain untuk melanjutkan".

(ain/ain)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER