Task Force ESC B20-Kemenlu Kuatkan Komitmen Transisi Energi Indonesia

Kemenlu | CNN Indonesia
Senin, 04 Apr 2022 17:05 WIB
Task Force ESC B20 bersama Kemenlu RI menegaskan komitmen Presidensi G20 2022 untuk merealisasikan transisi energi. Virtual business meeting bertajuk "B20 Indonesia: Partners in Energy Transition", Jumat (1/4). (Arsip Kemenlu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Task Force Energy Sustainability and Climate Business 20 (TF ESC B20) menggandeng Kementerian Luar Negeri RI dalam membangun gagasan transisi energi Indonesia dari perspektif sektor riil. Gagasan tersebut hadir dalam gelaran virtual business meeting bertajuk "B20 Indonesia: Partners in Energy Transition", Jumat (1/4).

Dalam forum tersebut terbangun sebuah kerja sama projects transisi energi yang dapat menjadi hasil yang konkret dalam Presidensi Indonesia di G20. Sedikitnya 340 peserta dari 158 perusahaan serta pemerintah dan perwakilan kamar dagang asing dari negara-negara G20 untuk memancing minat mereka berinvestasi di Indonesia.

Forum dibuka langsung oleh Sekjen Kemenlu, Cecep Herawan. Dalam sambutannya, Cecep menekankan komitmen Presidensi Indonesia di G20 untuk menciptakan hasil konkret yang akan dirasakan oleh masyarakat luas dan negara berkembang. Forum ini juga diharapkan jadi momentum merealisasikan potensi kerja sama dengan negara-negara G20 di bidang transisi energi.

"Kita harus menunjukkan bahwa forum G20 bisa memberikan keuntungan dan manfaat untuk semua," ujar Cecep.

Sementara itu, Deputy Chair TF ESC B20, Agung Wicaksono mengatakan sebagai bagian dari engagement group di G20, TF ESC B20 akan memberikan rekomendasi kebijakan untuk transisi energi berkelanjutan dengan tiga fokus pada isu-isu prioritas yang mengacu pada garis besar arahan Presiden Joko Widodo. Ketiga fokus tersebut yakni percepatan transisi menuju penggunaan energi yang berkelanjutan, memastikan transisi yang adil dan terjangkau, serta kerja sama global dalam meningkatkan ketahanan energi.

Agung juga tak menampik bahwa virtual business meeting ini dimaksudkan untuk mencari peluang investasi dan kemitraan di antara negara-negara G20, terutama dalam proyek-proyek hijau. Menurutnya, elektrifikasi, pembangkit berbasis energi terbarukan, dan efisiensi energi adalah pilar utama transisi energi serta investasi dalam teknologi dan sektor transisi energi semakin cepat.

"Kami berharap dapat membangun banyak peluang program kemitraan global untuk mencapai tujuan global dan SDGs yang lebih berkelanjutan,"ujar Agung.

Staf Ahli Bidang Industri Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari menambahkan G20 memberikan nilai strategis juga manfaat yang nyata bagi masyarakat Indonesia. Rabin mengatakan G20 telah menghadirkan komunitas bisnis internasional yang secara bersama-sama ingin menyelesaikan tiga masalah penting yang di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Tiga hal tersebut yakni pembangunan arsitektur kesehatan global, optimalisasi teknologi digital, dan transisi energi.

"Ini akan menimbulkan praktik industri yang berkelanjutan, seperti bersama menekan dekarbonisasi untuk mencapai nol emisi dan bersama melakukan support transisi energi," kata Rabin.

Dalam forum yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani selaku Ketua Forum Bisnis (B20) dalam Presidensi G20 menyampaikan bahwa Duta Kamar Dagang dan Industri dari masing-masing negara yang hadir saat ini memiliki kesamaan untuk membuat korporasi saling menguntungkan, terutama dalam energi baru dan terbarukan.

"Kami berharap ke depannya akan ada kemajuan dari pertemuan hari ini untuk menyusun strategi dalam mengimplementasikan energi baru terbarukan mendukung transisi energi," ucap Shinta.

Pada forum ini, Pertamina, PLN, PT Jababeka dan Mitsubishi Heavy Industries Group menampilkan proyek-proyek yang dapat dikolaborasikan dengan mitra asing. Tercatat sekitar 16 proyek yang ditawarkan pada forum ini.

Pertamina menawarkan proyek unggulan antara lain disektor ekosistem mobil listrik, maupun proyek bioethanol yang memanfaatkan limbah kelapa sawit. Sementara PT Jababeka menginfokan tawaran proyek di antaranya terkait dengan organic waste processing, serta pembangunan solar photovoltaic.

Dari acara tersebut diharapkan perusahaan-perusahaan yang hadir dapat melakukan pendekatan secara langsung kepada Pertamina, PLN, PT Jababeka dan Mitsubishi Heavy Industries, LTD untuk melakukan diskusi lanjutan dan mengembangkan kemitraan dan kolaborasi untuk mempercepat transisi.

(osc/osc)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER