Tanaman ganja sendiri dapat diolah menjadi berbagai produk, salah satunya resin ganja. Resin ini biasa digunakan untuk tujuan medis, seperti mengurangi rasa sakit dan meningkatkan nafsu makan masyarakat yang sakit parah.
Berikut tujuh besar negara-negara yang menjadi produsen resin ganja di dunia, sebagaimana dilansir World Atlas:
1. Maroko
Maroko merupakan produsen terbesar resin ganja di dunia. Negara ini bertanggung jawab atas 19 persen pasokan resin ganja global.
Bisnis resin ganja di Maroko dimulai beberapa abad lalu, tetapi kemudian dilarang saat negara itu merdeka pada 1957.
Pada 1974, muncul kebijakan perang melawan narkoba di Maroko dan menyebabkan pelarangan seluruh narkotika di negara itu. Meski demikian, produksi dan penjualan ganja di Maroko berpengaruh dalam ekonomi, menjadikan peredaran ganja di sana dapat ditoleransi.
Afghanistan menjadi negara kedua terbesar yang menyumbang pasokan resin ganja dunia. Sebanyak 10 persen produk tersebut berasal dari negara yang kini dikuasai Taliban.
Afghanistan telah menjadi produsen ganja selama beberapa tahun. Namun, Raja Afghanistan sempat melarang peredaran ganja pada 1973. Larangan ini membuat pasukan pemerintah menghancurkan ladang ganja dan membunuh banyak petani ganja.
Pusat pertanian ganja di Yeruham, Israel. (AFP/MENAHEM KAHANA)
3. Lebanon
Lebanon menduduki posisi ketiga sebagai negara yang memasok resin ganja dunia. Lebanon menyuplai 6 persen pasokan resin ganja.
Resin ganja produksi Lebanon juga dikenal memiliki kualitas yang baik di dunia.
Sebelum 1991, Lebanon mengizinkan peredaran ganja. Namun, pemerintah kemudian menerapkan hukum anti-resin ganja dan melakukan tindakan keras terhadap pembudidayaan dan produksi resin ganja di Lembah Bekaa.
Kini, perang yang terjadi di Suriah mengganggu tindakan keras pemerintah Lebanon terhadap peredaran ganja.