Gedung di Iran Runtuh, 6 Orang Tewas dan Puluhan Terluka

CNN Indonesia
Senin, 23 Mei 2022 23:23 WIB
Sebuah gedung yang belum jadi di Iran runtuh dan menewaskan 6 orang. Puluhan orang terluka dan masih tertimbun reruntuhan. Sebuah gedung yang belum jadi di Iran runtuh dan menewaskan 6 orang. Puluhan orang terluka dan masih tertimbun reruntuhan. Foto: (TASNIM NEWS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sedikitnya enam orang di Iran tewas akibat sebuah gedung yang belum selesai dibangun runtuh pada Senin (23/5). Insiden itu juga menyebabkan puluhan orang lainnya cedera atau hilang di bawah reruntuhan.

"Bagian dari gedung Metropol 10 lantai, yang terletak di Abadan di provinsi Khuzestan, runtuh," kata televisi pemerintah, seperti dilansir AFP, Senin (23/5).

"Enam orang kehilangan nyawa dan 27 lainnya terluka dalam bencana itu."


Berdasarkan pejabat setempat, beberapa orang berteriak ketika melihat gedung tersebut runtuh. Debu putih langsung menutupi kawasan sekitar.

Dalam laporan awal, Bulan Sabit Merah Iran mengatakan sekitar 80 orang mungkin terjebak di bawah reruntuhan, tetapi beberapa jam setelah runtuh, penyelamat menurunkan prakiraan yang hilang menjadi "puluhan" orang.

Iranians gather at the site where a ten-storey building collapsed in the southwestern city of Abadan on May 23, 2022. At least four people died and about 80 were trapped under rubble when an unfinished building collapsed in southwestern Iran, officials said.Foto: (TASNIM NEWS / AFP)
Warga Iran melihat gedung runtuh yang menewaskan sedikitnya enam orang.

Anggota tim memanjat di atas lempengan besar beton yang hancur dan jeruji besi yang kusut mencoba menyelamatkan warga yang tertimbun reruntuhan. Tak hanya itu, mereka juga mengerahkan anjing pelacak.

Selain itu, tim penyelamat juga diberitakan berupaya menyelamatkan orang-orang yang terjepit di dalam mobil. Beberapa mobil hancur oleh balok puing yang jatuh, dan beberapa penumpang terlihat masih di dalam mobil.

Sebuah derek mulai bekerja untuk mencoba membersihkan beberapa puing, termasuk memungut mobil yang tergencet oleh berton-ton beton yang jatuh.

Pihak berwenang belum memberikan rincian lebih lanjut tentang para korban.

"Sekitar 40 persen bangunan telah hancur, dan (sisanya) dalam bahaya runtuh sepenuhnya," kata gubernur kota Ehsan Abbaspour di televisi, memerintahkan evakuasi bangunan tetangga.

Sisa bangunan masih berdiri, dengan lantai yang melorot, menjulang di atas tumpukan puing.

Namun, Presiden Ebrahim Raisi memerintahkan pemadam kebakaran untuk "segera mengerahkan pasukan penyelamat dan peralatan yang diperlukan untuk menghilangkan puing-puing" di Abadan, berdasarkan laporan kantor berita resmi IRNA.

Penyebab keruntuhan sedang diselidiki, dan pemilik blok menara dan kontraktor bangunan telah ditangkap, kata jaksa kota Hamid Maranipour.

Abadan merupakan sebuah kota berpenduduk sekitar 230.000 orang. Kota itu terletak 660 kilometer (410 mil) barat daya ibu kota Teheran.

Pada Januari 2017, 22 orang tewas, termasuk 16 petugas pemadam kebakaran, setelah api melalap gedung Plasco, pusat perbelanjaan 15 lantai dan gedung tinggi tertua di ibu kota Iran. 

(afp/chri)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER