Seberapa Penting Maudy Ayunda sebagai Jubir Presidensi G20 RI?

CNN Indonesia
Selasa, 24 Mei 2022 19:02 WIB
Maudy Ayunda ditunjuk menjadi jubir pemerintah untuk presidensi G20 Indonesia. Namun, tak semua pertanyaan publik mengenai G20 dijawab Maudy. Maudy Ayunda ditunjuk menjadi jubir pemerintah untuk presidensi G20 Indonesia. Namun, tak semua pertanyaan publik mengenai G20 dijawab Maudy. (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maudy Ayunda ditunjuk menjadi juru bicara pemerintah untuk presidensi G20 Indonesia. Namun, tak semua pertanyaan publik mengenai G20 dijawab selebritas tersebut.

Di awal proses penunjukan, Menteri Komunikasi dan Teknologi RI, Johny Plate, membeberkan bahwa Maudy dipilih karena merupakan jebolon kampus ternama dan dianggap sebagai representasi milenial.

Selain itu, sebetulnya seberapa penting peran Maudy sebagai jubir G20 RI?


Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan keputusan pemerintah menunjuk Maudy sebagai jubir merupakan hal yang penting.

"Penting sebagai simbol partisipasi milenial dan untuk naikin popularitas G20 di kalangan Milenial dan Gen Z," ujar Hendro saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (24/5).

Namun, sejumlah pihak mempertanyakan peran Maudy, terutama setelah ia hadir di konferensi pers pertama sebagai jubir G20.

Pelantun Perahu Kertas itu tak menjawab ketika dimintai komentar soal Amerika Serikat yang mengancam tak akan datang karena RI mengundang Rusia.

Hendri menganggap, Maudy tak bisa disalahkan jika tak paham isu lebih dalam karena perannya dinilai sebatas membumikan forum G20 itu.

"Jadi kalo kemudian dia kurang mendalami hal itu, ya jangan salahin dia. Salahin orang-orang yang di belakangnya, dibagi-bagi bagi ya," ucap Hendri.

Hendri menilai, Maudy memang disiapkan untuk audiens tertentu. Ada pula pejabat senior yang menangani audiens lebih luas.

"Jadi dibagi-bagi enggak apa-apa. Kalau saya sih enggak nyalahin Maudy-nya. Mungkin saja itu arahannya untuk tak menjawab [isu soal] Rusia. Yang dia jawab hanya normatif-normatif," ucap dia.

Menurutnya, jubir juga memiliki peran yang berbeda-beda. Ada jubir yang berfungsi untuk menjelaskan, dan ada pula jubir yang berperan sebagai ambassador.

"Maudy ini mungkin lebih banyak ke ambassador-nya," kata Hendri.

Ia kemudian menyarakankan agar tim komunikasi G20 mempersiapkan Maudy lebih matang. Bukan saja menyiapkan hal yang ingin dia bicarakan, tetapi juga mengantisipasi perkiraan pertanyaan dari wartawan.

[Gambas:Video CNN]

Senada dengan Hendri, pengamat hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Ubaedillah, menilai pemilihan Maudy sebagai jubir G20 diharapkan bisa memberi informasi soal forum ekonomi internasional ke kalangan milenial.

"Menurut saya, dia bisa menjelaskan secara general, perhelatan ini bagaimana posisi Indonesia di G20, terutama untuk menarik milenial atau isu tentang ekonomi di dunia," kata Ubaedillah.

Ia juga tak bisa menyebut penunjukan Maudy sebagai jubir gagal, karena publik perlu memberi kesempatan kepada perempuan itu.

Ubaedillah menduga pemilihan Maudy sebagai Jubir karena riwayat pendidikan dan kiprahnya di dunia hiburan. Maudy memang pernah mengenyam pendidikan di kampus bergengsi dunia, yakni Universitas Oxford dan Universitas Stanford.

"Ia lulusan dari kampus yang bagus, jadi tak sekadar mejeng, tapi dia seorang yang educated," tutur Ubaedillah.

(isa/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER