Warga Thailand Antre Beli Ganja: Cuma Mau Coba-coba 'High'

Tim | CNN Indonesia
Jumat, 10 Jun 2022 17:44 WIB
Warga Thailand langsung berbondong-bondong mengantre membeli ganja setelah undang-undang legalisasi mariyuana resmi diterapkan hari ini, Kamis (9/6). Warga Thailand langsung berbondong-bondong mengantre membeli ganja setelah undang-undang legalisasi mariyuana resmi diterapkan hari ini, Kamis (9/6). (AFP/Manan Vatsyayana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Thailand langsung berbondong-bondong mengantre membeli ganja setelah undang-undang legalisasi mariyuana resmi diterapkan hari ini, Kamis (9/6). Mereka mengaku ingin mencoba rasanya teler.

"Saya ingin mencoba untuk mengetahui bagaimana rasanya 'high' (teler). Apa saya akan merasa seperti terbang atau hiperaktif?" ujar warga bernama Mongkonwit Phuekkhao sembari mengantre di depan salah satu toko di Bangkok.

Meski demikian, pemerintah Thailand menegaskan bahwa mereka hanya melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis dan kosmetik.


Untuk mencegah penyalahgunaan, Thailand menetapkan batasan ekstraksi ganja. Berdasarkan aturan ini, kadar senyawa psikoaktif dalam ganja, tetrahydrocannabinol (THC), tak boleh lebih dari 0,2 persen.

Bagaimana pun, warga tetap antusias. Seorang warga lainnya, Rittipong Dachkul, mengaku sudah mengantre sejak semalam sebelumnya demi dapat menyaksikan momen bersejarah di negaranya tersebut.

"Saya sudah di sini sejak pukul 21.40 kemarin. Saya naik bus ke sini. Sepulang kerja, saya langsung mandi," tutur Rittipong kepada Reuters.

Ia kemudian bercerita, "Saya tahu tokonya memang masih tutup saat itu, jadi saya menunggu di sini sembari minum bir, memperhatikan staf toko mempersiapkan toko. Saya ingin menjadi saksi awal dari sebuah perubahan."

[Gambas:Video CNN]

Di barisan antrean lain, terlihat Prapatsarin Charoendusitpat yang juga sedang menunggu toko dibuka. Ia mengaku lega karena kini ia tak perlu khawatir ketika stres melanda dirinya.

"Saya sering stres karena pekerjaan dan ketika stres, saya tak bisa tidur cukup. Namun, ketika saya mengonsumsi ini [ganja], saya bisa tidur lelap, bangun segar, dan bisa melanjutkan pekerjaan," ucapnya.

Tak lama kemudian, toko akhirnya dibuka. Riuh tepuk tangan menggema ketika pelanggan pertama melangkahkan kakinya ke dalam toko.

Sang pemilik toko, Rattapon Sanrak, mengaku terharu menyaksikan momen tersebut. Rattapon bercerita, ia sudah sejak lama memperjuangkan legalisasi ganja.

"Saya tak pernah bermimpi bisa sampai ke hari ini. Kami sudah memperjuangkan undang-undang ini, perubahan ini, selama satu dekade dan sekarang benar-benar terwujud. Saya sangat senang," katanya.

(has/bac)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER