Iran Hukum Gantung Muslim Sunni Pembunuh 2 Ulama Syiah

isa | CNN Indonesia
Selasa, 21 Jun 2022 04:30 WIB
Moradi dituduh sebagai moharebeh atau pelaku perang melawan Tuhan dalam bahasa Persia karena membunuh ulama Syiah Iran. Foto ilustrasi. (AFP/OZAN KOSE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menggantung ekstremis Muslim Sunni yang telah divonis hukuman mati atas kasus pembunuhan dua ulama Syiah pada Senin (20/6) pagi waktu setempat.

"Hukuman mati terhadap Abdolatif Moradi dilakukan dengan cara digantung pagi ini, di hadapan warga dan pejabat di penjara Vakilabad, Mashad," kata kepala hakim provinsi Gholamali Sadeghi dikutip AFP dari Mizan Online.


Moradi dituduh sebagai moharebeh atau pelaku perang melawan Tuhan dalam bahasa Persia karena membunuh ulama Syiah Iran.

"Dia menggunakan senjata untuk meneror penduduk di kuil Syiah dan bahkan orang di luar kuil itu," imbuh Sadeghi.

Pada Juni lalu, hakim memvonis hukuman mati terhadap Moradi.

Sebelum vonis itu, Moradi melakukan serangan penikaman di kuil Imam Reza pada 5 April lalu.

Salah satu ulama, Mohammad Aslani, meninggal seketika dalam serangan itu. Kemudian kematian ulama yang kedua, diumumkan beberapa hari kemudian.

Menurut laporan media lokal, Moradi masuk ke Iran secara ilegal dari Pakistan. Ia lalu menetap di Mashand.

Menanggapi serangan Moradi, pemimpin Iran menyalahkan takfiri. Tafkiri merujuk pada kelompok radikal Islam Sunni.

Serangan tersebut terjadi selang beberapa hari usai dua ulama Sunni ditembak mati di luar seminari di kota Gonbad-e Kavus, Iran utara.

Tiga pelaku dalam kasus tersebut ditangkap pada akhir Apil lalu. Namun, mereka dilaporkan tak terafiliasi dengan kelompok teroris.

Iran merupakan negara mayoritas Muslim Syiah. Muslim yang berhaluan Sunni di Iran merupakan kelompok minoritas. Jumlah mereka tercatat hanya 5 hingga 10 persen dari total populasi.

Sementara itu terkait hukuman mati di Iran, 2021 menjadi tahun yang mencatat paling banyak eksekusi selama empat tahun terakhir.

Menurut laporan Amnesty Internasional, pada 2021 Iran mengeksekusi mati setidaknya 314 orang. Adapun pada 2020, tercatat 246 orang dijatuhi eksekusi, mayoritas kasus berkaitan dengan narkoba.

(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER