Israel Sepakat Bubarkan Parlemen, Lapid Akan Jadi Perdana Menteri

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jun 2022 00:57 WIB
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bersama Menteri Luar Negeri Yair Lapid, sepakat mengajukan RUU untuk membubarkan parlemen. Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid akan mengambil alih sebagai Perdana Menteri. (AFP/Emmanuel Dunand)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bersama dengan sekutu kunci koalisinya Menteri Luar Negeri Yair Lapid, sepakat mengajukan rancangan undang-undang untuk membubarkan parlemen. Lapid sementara itu akan mengambil alih sebagai perdana menteri.

Kesepakatan itu akan memicu pemilihan umum di akhir tahun.


Dikutip dari CNN, sebuah pernyataan singkat dari Kantor Perdana Menteri mengatakan langkah itu dilakukan setelah upaya untuk menstabilkan koalisi telah habis.

Sebuah RUU akan diajukan ke parlemen. Pemungutan suara terkait hal ini akan diadakan minggu depan.

Setelah itu Lapid akan mengambil alih jabatan perdana menteri dari Bennett. Hal ini sejalan dengan kesepakatan koalisi awal yang dicapai tahun lalu.

Itu berarti Lapid akan menjadi pemimpin Israel untuk rencana kunjungan Presiden AS Joe Biden bulan depan. Pemilihan itu akan menjadi yang kelima di Israel dalam waktu kurang dari empat tahun.

Pada Juni 2021, Lapid dan Bennett membentuk koalisi setelah dua tahun mengalami kebuntuan politik. Ini sekaligus mengakhiri rekor pemerintahan mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pemerintah Bennett-Lapid telah berkuasa selama lebih dari satu tahun. Pemerintahan ini dibentuk dari koalisi delapan partai yang membentang di seluruh spektrum politik, termasuk untuk pertama kalinya sebuah partai Arab, yang dipimpin oleh Mansour Abbas.

Namun pemerintahan partai-partai sayap kanan, liberal dan Arab Muslim rapuh sejak awal.

Dengan mayoritas parlemen yang tipis dan terbagi dalam masalah kebijakan utama seperti konflik Israel-Palestina dan masalah negara dan agama, aliansi delapan faksi mulai retak ketika segelintir anggota meninggalkan koalisi.

Mayoritas parlemen pemerintah segera hilang. Sejumlah anggota koalisi meninggalkan pemerintah tanpa suara mayoritas di parlemen untuk meloloskan undang-undang.

(cnn/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER