Dubes Inggris: Invasi Rusia di Ukraina Bikin Repot Agenda G20

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jun 2022 05:30 WIB
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyebut invasi Rusia di Ukraina telah bikin repot agenda G20 secara keseluruhan. Dubes Inggris untuk RI, Owen Jenkins (kiri) bicara soal invasi Rusia di Ukraina pada acara G20 di Yogyakarta. (CNNIndonesia/Kadafi)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyebut invasi Rusia di Ukraina telah bikin repot agenda G20 secara keseluruhan, termasuk Pertemuan Pertama Menteri Kesehatan di Sleman, DI Yogyakarta, Senin (20/6) kemarin.

"Kami sangat menyesalkan bahwa agresi Rusia yang illegal dan tidak beralasan terhadap Ukraina telah membuat agenda Presidensi G20 menjadi sangat sulit," kata Jenkins di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (21/6).


Padahal, menurutnya, Indonesia dan Presiden Joko Widodo selaku tuan rumah telah menentukan agenda-agenda vital dalam G20. Sebut saja agenda-agenda tersebut antara lain menyoal kesehatan, transformasi digital, dan transisi energi.

"Namun dalam kenyataannya, serangan brutal bertubi-tubi Rusia terhadap warga sipil Ukraina termasuk serangan terhadap fasilitas-fasilitas Kesehatan yang juga didiskusikan di G20, telah membuat semuanya sangat sulit untuk kita semua untuk bisa fokus pada isu-isu yang sangat penting bagi kita dan masyarakat kita," kata Jenkins.

[Gambas:Video CNN]

"Dan disinformasi, kebohongan yang disebarkan Rusia tentang invasi brutal mereka di Ukraina, membuat semuanya sangat sulit," tuturnya lagi.

Bagaimanapun, pihaknya berkomitmen terus mendukung Presidensi Indonesia demi mencapai tujuan awal dari G20 ini. Meski, pada prosesnya sulit untuk berjalan mulus.

"Kami juga menyadari bahwa hal ini tidak bisa dijalankan seperti biasa terutama dalam menghadapi perang Rusia, dan selama mereka masih menginvasi Ukraina yang adalah sebuah negara yang berdaulat," ujar Jenkins.

Rusia sendiri turut mengirimkan delegasinya ke Pertemuan Pertama Menteri Kesehatan di Hotel Marriot, Sleman, DIY, Senin (20/6) kemarin. Delegasi itu tak lain ialah Pejabat Kementerian Kesehatan, Oleg Salagay.

Dalam acara kemarin, Oleg sempat menuduh anggota G20 mempolitisasi diskusi soal kesehatan tersebut. Sebab, dalam rapat itu, sejumlah negara menilai invasi Rusia membuat sistem kesehatan Ukraina menjadi kacau.

"Kami minta kolega kami agar tak mempolitisasi pembicaraan kesehatan G20 dan tetap dalam mandat kita dan membahas perawatan kesehatan," kata Salagay dalam rapat tersebut.

Invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari lalu terus membayangi pertemuan G20 tahun ini yang akan berlangsung di Bali pada Oktober mendatang.

Indonesia, yang saat ini memegang Presidensi G20, terus berupaya menjaga kelompok itu tetap kompak di tengah kecaman sebagian anggota terhadap tingkah Rusia ke Ukraina.

Negara Barat anggota G20 seperti Amerika Serikat, Prancis, Inggris, hingga Australia, mendesak Indonesia memboikot keikutsertaan Rusia di G20 tahun ini.

Dalam rapat Menkes G20 hari ini, AS, Inggris, Australia, dan Kanada bahkan mendesak Rusia mengakhiri agresinya ke Ukraina.

Wakil Menkes AS, Andrea Palm, mengatakan invasi Rusia "secara langsung bertentangan dengan tujuan perawatan kesehatan G20 dan tujuan kami untuk mempromosikan kesehatan global."

(kum/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER