Puing Roket Long March China Lintasi Sarawak, Jatuh di Laut Sulu

CNN Indonesia
Minggu, 31 Jul 2022 22:50 WIB
MYSA mendeteksi puing-puing roket Long March 5B milik China dari luar angkasa melintasi Sarawak lalu jatuh di sektor Laut Sulu pada Minggu (31/7) dini hari. Roket Long March 5B saat menjalani peluncuran ke luar angkasa. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa Malaysia (MYSA) mendeteksi puing-puing roket Long March 5B milik China yang berjatuhan dari luar angkasa di sektor Laut Sulu pada Minggu (31/7) dini hari.

Dalam keterangan resmi, seperti dikutip dari akun Facebook MYSA, badan yang berada di bawah Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) itu menyebut puing-puing roket yang terbakar sempat melintasi wilayah udara Malaysia dan dapat terdeteksi di beberapa daerah. Salah satunya di sekitar Negara Bagian Sarawak.

"Masuknya kembali (re-entry) serpihan (debris) roket Long March 5B milik negera China ke ruang udara bumi telah terjadi pada 00.55 am, 31 Juli 2022 waktu Malaysia," demikian keterangan MYSA seperti dikutip dari akun Facebooknya, Minggu (31/7) malam.

"Serpihan roket telah terbakar ketika memasuki atmosfer bumi, dan pergerakan serpihan yang terbakar terpantau melintasi ruang udara Malaysia, dan dapat dilihat di beberapa kawasan, termasuk melintasi ruang udara sekitar negeri Sarawak," demikian kelanjutan pernyataannya.

Selanjutnya, MYSA melaporkan sisa-sisa puing roket Longmarch 5B yang telah terbakar itu jatuh di kawasan perairan Laut Sulu dengan koordinat sektiar LU 9,1 dan LT 119.

Sebagai informasi, roket Long March 5B diluncurkan dari Wenchang Spacecraft Launch Site, Wenchang, China, pada 24 Juli 2022 untuk mengirim modul baru menuju stasiun luar angkasa Tiangong yang sedang dibangun di Negara Tirai Bambu.

Roket China ini berbeda dengan tahapan inti roket pada umumnya (roket antariksa terdiri dari beberapa tahap pendorong yang satu per satu lepas) yang pembuangannya diarahkan ke lokasi aman segera setelah peluncuran atau untuk digunakan kembali.

Long March 5B disebut mencapai orbit bersama dengan muatannya. Dia tetap di sana sebagai sampah ruang angkasa yang besar dan bergerak cepat hingga hambatan atmosfer membawanya turun dengan cara yang tidak dapat diprediksi dan tidak terkendali.

Skenario dalam desain Long March 5B ini menimbulkan kekhawatiran para pendukung eksplorasi dan sebagian besar komunitas penerbangan luar angkasa. Para kritikus menilai strategi pembuangan sisa roket ini gegabah mengingat roket besar itu tidak terbakar sepenuhnya saat masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Para ahli dan The Aerospace Corporation's Center for Orbital Reentry and Debris Studies memperkirakan 5,5 ton hingga 9,9 ton sisa Long March 5B bertahan sampai ke Bumi.

(tim/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER