KILAS INTERNASIONAL

China Marah Pelosi Lawat Taiwan sampai AS Sanksi Pacar Putin

rds | CNN Indonesia
Kamis, 04 Agu 2022 06:38 WIB
AS sanksi pacar Putin sampai lawatan Ketua DPR Amerika Nancy Pelosi ke Taiwan meramaikan berita internasional pada Rabu (3/8). Alina Kabaeva, pacar Presiden Vladimir Putin, masuk daftar sanksi Amerika Serikat. (Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan yang picu amarah China sampai dukungan Rusia kepada junta Myanmar meramaikan berita internasional pada Rabu (3/8).

Keputusan AS mengikuti Uni Eropa dengan menjatuhkan sanski kepada kekasih Presiden Rusia Vladimir Putin, Alina Kabaeva, juga menjadi perhatian berita global.

Berikut kilas berita internasional:

Momen Langka Istri Kim Jong Un Menangis di Hadapan Publik, Ada Apa?

Istri Kim Jong Un, Ri Sol Ju, menyedot perhatian karena terlihat menangis ketika lagu kebangsaan Korea Utara berkumandang pada pekan lalu.

Dalam video yang disiarkan CNN, Ri Sol Ju terlihat tak kuasa menahan air mata ketika berdiri mendampingi suaminya di acara peringatan 27 tahun gencatan senjata Korut dan Korea Selatan.

Ri dan Kim tampak terharu ketika lagu kebangsaan berkumandang. Ketika Kim menutup matanya dengan khidmat, air mata mengembang di pelupuk mata Ri hingga akhirnya menetes.

[Gambas:Video CNN]

AS Sanksi Pacar Putin Alina Kabaeva

Kementerian Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada pacar Presiden Rusia Vladimir Putin, Alina Maratovna Kabaeva, Selasa (2/8).

Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghukum Kremlin atas invasinya di Ukraina.

"[Kabaeva disanksi] karena menjadi pemimpin, pejabat, pejabat eksekutif senior, atau anggota dari dewan direksi pemerintah Federasi Rusia," demikian pernyataan dari Kemenkeu AS, dikutip dari CNN.

Rusia Blak-blakan Dukung Junta Militer Myanmar, Apa Alasannya?

Rusia blak-blakan mendukung junta militer Myanmar, termasuk mendukung rencana junta menggelar pemilihan legislatif tahun depan, Rabu (3/8).

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengungkapkan alasan negaranya mendukung penuh junta militer Myanmar. Rusia menilai upaya junta militer untuk memastikan stabilitas Myanmar.

"Kami mendukung upaya [junta] untuk menstabilkan situasi di negara itu," ujar Lavrov kala bertemu dengan pemimpin junta, Min Aung Hlaing, di Naypyidaw, kepada media Rusia TASS, dikutip dari AFP.

"Tahun depan, Anda bakal melangsungkan pemilihan legislatif dan kami mendoakan kesuksesan Anda," kata Lavrov, merujuk pada proposal pemilihan pada 2023, yang dinilai pemberontak tak bakal berlangsung dengan bebas dan adil.



(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER