Warga Taiwan soal China Tembakkan Rudal: Bagaimana jika Salah Bidik?
CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 10:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
China tembakkan rudal di kawasan perbukitan. (AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah warga Taiwan membeberkan pengalaman mereka jelang China memulai latihan militer di dekat pulau itu dan menembak belasan rudal Dongfeng pada Kamis (4/8).
Salah satu warga Taiwan itu, Chou Ting-tai sedang memancing cumi-cumi di perairan utara Taiwan sesaat sebelum latihan China dimulai.
"Kita bisa menghindari area itu tapi secara psikologis masih ada tekanan, kan? Bagaimana jika mereka salah membidik dan tersesat?" kata Chou dikutip AFP.
Namun, di dekat Taipei, banyak penduduk tetap harus melanjutkan aktivitas mereka tanpa terpengaruh unjuk kekuatan China.
6 Titik Latihan Menembak China 'Kepung' Taiwan. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Leo Chung tengah melayani pelanggan yang sedang makan siang di restoran kecil milik keluarganya.
"Saya pikir China menggertak dan mencoba mengalihkan perhatian pada kesengsaraan domestik dan ekonominya dengan menggelar latihan militer di sekitar Taiwan," kata pria 22 tahun itu.
Di tengah geger latihan militer China, Penjaga toko di Taiwan, Wang Yi-ting (40) berharap sekutu negaranya, seperti Amerika Serikat atau Jepang, bisa membantu mereka saat Beijing menyerang.
"Meskipun Taiwan sangat kecil, kami punya tempat di panggung dunia," ujar Wang.
Namun Karen Hsueh (60) punya penilaian lain. Ia resah karena Taiwan hanya poin yang tak berdaya di antara pertarungan negara kuat, dalam hal ini China dan AS.
"Saya pikir China tak boleh terlihat lemah dan harus mengambil tindakan untuk menunjukkan mereka tak takut pada AS," kata Karen.
Ia mengaku lebih khawatir China menghukum Taiwan secara ekonomi. Karen juga meyakini pulau yang ditempati hanya korban dari perseteruan Washington dan Beijing.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Sementara itu, detik-detik China sebelum menembakkan rudal Dongfeng, peringatan radio Taiwan terus meraung sepanjang hari, setiap jam.
Taiwan memperingatkan kapal-kapal nelayan yang ke arah utara saat militer China menggelar latihan penembakan rudal.
"Ini stasiun radio Keelung. Tentara Pembebasan Rakyat [PLA] China akan melakukan latihan militer mulai 4 Agustus siang hari," bunyi peringatan itu.
Sepanjang hari, operator menerima telepon dari Angkatan Laut Taiwan yang merinci kapal ke arah yang terlalu dekat dengan zona latihan.
Angkatan Laut Taiwan juga berebut menghubungi masing-masing kapal mereka.
"Kami harus terus memperingatkan 10-20 kapal melalui radio untuk pergi dan menjauh," kata kepala stasiun radio armada penangkapan ikan Keelung, Huang Le-yue, kepada AFP.
Huang kemudian berujar, "Ada juga pernyataan dari kapal soal lokasi tempat latihan."
China menggelar latihan pekan ini, mulai Kamis hingga Minggu. Mereka latihan di enam titik di Selat Taiwan. Jika menilik peta, area itu bak mengepung Taiwan.
Agenda latihan militer tersebut meliputi latihan penembakan rudal jarak jauh dan latihan tempur.
latihan itu muncul sebagai respons usai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Nancy Pelosi, mengunjungi Taiwan.
China berulang kali memperingatkan ke AS agar membatalkan kunjungan tersebut. Jika lawatan itu terjadi, mereka akan mengambil tindakan kuat bahkan militer.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah warga Taiwan membeberkan pengalaman mereka jelang China memulai latihan militer di dekat pulau itu dan menembak belasan rudal Dongfeng pada Kamis (4/8).
Salah satu warga Taiwan itu, Chou Ting-tai sedang memancing cumi-cumi di perairan utara Taiwan sesaat sebelum latihan China dimulai.
"Kita bisa menghindari area itu tapi secara psikologis masih ada tekanan, kan? Bagaimana jika mereka salah membidik dan tersesat?" kata Chou dikutip AFP.
Namun, di dekat Taipei, banyak penduduk tetap harus melanjutkan aktivitas mereka tanpa terpengaruh unjuk kekuatan China.
6 Titik Latihan Menembak China 'Kepung' Taiwan. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Leo Chung tengah melayani pelanggan yang sedang makan siang di restoran kecil milik keluarganya.
"Saya pikir China menggertak dan mencoba mengalihkan perhatian pada kesengsaraan domestik dan ekonominya dengan menggelar latihan militer di sekitar Taiwan," kata pria 22 tahun itu.
Di tengah geger latihan militer China, Penjaga toko di Taiwan, Wang Yi-ting (40) berharap sekutu negaranya, seperti Amerika Serikat atau Jepang, bisa membantu mereka saat Beijing menyerang.
"Meskipun Taiwan sangat kecil, kami punya tempat di panggung dunia," ujar Wang.
Namun Karen Hsueh (60) punya penilaian lain. Ia resah karena Taiwan hanya poin yang tak berdaya di antara pertarungan negara kuat, dalam hal ini China dan AS.
"Saya pikir China tak boleh terlihat lemah dan harus mengambil tindakan untuk menunjukkan mereka tak takut pada AS," kata Karen.
Ia mengaku lebih khawatir China menghukum Taiwan secara ekonomi. Karen juga meyakini pulau yang ditempati hanya korban dari perseteruan Washington dan Beijing.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Peringatan di Taiwan Sebelum China Luncurkan Rudal
"Ini stasiun radio Keelung. Tentara Pembebasan Rakyat [PLA] China akan melakukan latihan militer mulai 4 Agustus siang hari," bunyi peringatan itu.
Sepanjang hari, operator menerima telepon dari Angkatan Laut Taiwan yang merinci kapal ke arah yang terlalu dekat dengan zona latihan.
Angkatan Laut Taiwan juga berebut menghubungi masing-masing kapal mereka.
"Kami harus terus memperingatkan 10-20 kapal melalui radio untuk pergi dan menjauh," kata kepala stasiun radio armada penangkapan ikan Keelung, Huang Le-yue, kepada AFP.
Huang kemudian berujar, "Ada juga pernyataan dari kapal soal lokasi tempat latihan."
China menggelar latihan pekan ini, mulai Kamis hingga Minggu. Mereka latihan di enam titik di Selat Taiwan. Jika menilik peta, area itu bak mengepung Taiwan.
Agenda latihan militer tersebut meliputi latihan penembakan rudal jarak jauh dan latihan tempur.
latihan itu muncul sebagai respons usai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Nancy Pelosi, mengunjungi Taiwan.
China berulang kali memperingatkan ke AS agar membatalkan kunjungan tersebut. Jika lawatan itu terjadi, mereka akan mengambil tindakan kuat bahkan militer.