Korsel Tolak Desakan China Batasi Sistem Rudal AS, Takut Nuklir Korut

CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2022 19:37 WIB
Korsel menolak desakan China untuk membatasi sistem rudal buatan AS. Mereka menegaskan sistem itu penting untuk melindungi warga dari ancaman nuklir Korut. Ilustrasi. Korsel menolak desakan China untuk membatasi sistem rudal buatan AS. (Istockphoto/Aapsky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan menolak desakan China untuk membatasi sistem pertahanan rudal buatan Amerika Serikat, THAAD. Mereka menegaskan sistem itu penting untuk melindungi warga dari ancaman nuklir Korea Utara.

"Pemerintah kami jelas menyatakan bahwa THAAD adalah alat pertahanan yang bisa ditujukan untuk melindungi kehidupan warga kami dari ancaman rudal dan nuklir Korea Utara," kata pejabat Kepresidenan Korsel, Kamis (11/8).

Ia kemudian berkata, "Masalah keamanan kedaulatan tak pernah bisa menjadi target negosiasi."

Saat ditanya soal normalisasi operasi THAAD, pejabat itu hanya mengatakan akan dipercepat.

"[Kemungkinan] normalisasi operasi pada akhir Agustus," katanya, sebagaimana dilansir Reuters.

THAAD merupakan singkatan dari Terminal High Altitude Area Defence System. Sistem ini berfungsi menembak rudal balistik yang sudah diluncurkan.

THAAD kerap memicu perselisihan antara Korsel dan China. Menurut China, sistem itu bisa digunakan untuk menargetkan China.

Belakangan, China mengklaim bahwa Negeri Ginseng siap mengurangi operasional THAAD di bawah prinsip "Three No's."

[Gambas:Video CNN]

Prinsip tersebut berisi Seoul tak akan menambah THAAD, tak berpartisipasi dalam jaringan pertahanan rudal yang dipimpin AS, dan tak ikut campur aliansi militer trilateral AS dan Jepang.

Pejabat Korsel masih menyelidiki maksud klaim China tersebut. Menurutnya, para pejabat Korsel tak menerima materi apa pun mengenai perjanjian itu dari pemerintahan sebelumnya.

Korsel menegaskan tak ada kesepakatan formal maupun janji dengan China. Artinya, pemerintahan baru Korsel sah-sah saja tak melanjutkan kebijakan Three No.

(isa/has)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER