Media Iran Puji Penikam Penulis Buku Ayat Setan Salman Rushdie: Bravo

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Agu 2022 15:00 WIB
Media Iran, Kayhan, memuji aksi penyerangan kepada penulis buku kontroversial Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie. Salman Rushdie ditikam saat memberi kuliah di New York. (Foto: AP/Joshua Goodman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media Iran, Kayhan, memuji aksi penyerangan kepada penulis buku kontroversial Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie di New York. Saat ini Rushdie dalam perawatan dan menggunakan alat bantu pernapasan usai ditikam selama acara sastra.

"Bravo untuk pria pemberani dan menyadari tugasnya menyerang Salman Rushdie yang murtad dan bejat di New York," demikian bunyi laporan Kayhan, Sabtu (13/8).

Mereka kemudian melanjutkan, "Mari kita cium tangan orang yang merobek leher musuh Tuhan dengan pisau."

Sejauh ini, pihak berwenang Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyerangan terhadap Rushdie.

Rushdie mengalami penyerangan di Institut Chautauqua pada Jumat, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Ketika itu, ia berada di panggung untuk memberi kuliah.

Penikam kemudian merangsek ke panggung dan menikam Rushdie berulang kali di bagian leher dan perut.

Saat kejadian, polisi langsung mendekati Rushdie dan mengamankan pelaku yang diidentifikasi sebagai Hadi Matar (24) dari New Jersey. Rushdi lalu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Salah satu agensi Rushdie, Andre Wylie, mengatakan sampai sekarang ia belum bisa bicara dan menggunakan alat bantu pernapasan. Rushdie juga terancam buta.

"Salman kemungkinan akan kehilangan satu matanya. Saraf di lengannya terputus dan jantungnya ditusuk dan luka parah," ucap Wylie seperti dikutip AFP, Minggu (13/8).

Rushdie menjadi sorotan dunia karena karya yang dianggap kontroversial, The Satanic Verses atau Ayat-Ayat Setan (1988). Buku ini dinilai tak menghormati Nabi Muhammad dan menghina umat Muslim.

Buku tersebut berisi soal kejadian dimana Nabi Muhammad telah keliru mengira ayat-ayat yang dibisikkan setan sebagai wahyu.

Sudah sejak lama, Rushdie menerima ancaman dan percobaan pembunuhan. Namun, berulang kali ia berhasil lolos.

Mendiang pemimpin Iran Ayatollah Khomeini bahkan mengeluarkan fatwa yang menyerukan kematian Rushdie pada 1989.

Iran kini berusaha melepas dari seruan Khomeini. Namun, sentimen anti-Rushdie masih menggaung di negara itu.

(isa/mik)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER