Usai Landa Puerto Rico, Badai Fiona Mulai Sapa Kanada

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Sep 2022 19:04 WIB
Badai Fiona dilaporkan mulai menerpa Kanada setelah sebelumnya menhadirkan bencana di Puerto Rico. Ilustrasi. Badai Fiona mengancam Kanada. (Foto: AFP PHOTO / Ricardo ARDUENGO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Kanada bersiap menghadapi salah satu badai paling parah dalam sejarah, Fiona, yang sebelumnya 'mengacak-acak' Puerto Rico.

Dikutip dari CNN, Sabtu (24/9), badai Fiona mulai menerpa Nova Scotia, provinsi di Kanada dengan penduduk terbanyak.

Tekanan barometrik sebesar 931,6 mb tercatat di Pulau Hart. Ini diprediksi akan menjadikan Fiona sebagai badai dengan tekanan terendah yang pernah tercatat di Kanada, menurut Pusat Meteorologi Kanada.

Pengamatan angin di Pulau Beaver di bagian timur Nova Scotia tercatat pada kecepatan 94 mph (152 km/jam). Beberapa bagian dari Nova Scotia dan Pulau Prince Edward sudah mulai merasakan kedatangan badai pagi ini, saat angin dan hujan deras datang dan melumpuhkan penerangan.

Lebih dari 376 ribu pelanggan listrik di seluruh Nova Scotia mengalami kelumpuhan daya listrik akibat kondisi cuaca ini, menurut pusat pemadaman listrik di kawasan tersebut.

Penduduk di New Brunswick, Quebec selatan, dan Newfoundland dan Labrador juga menghadapi cuaca buruk saat Fiona melaju ke utara dengan kecepatan lebih dari 40 mph (65 km/jam), setelah pendaratannya antara Canso dan Guysborough di Nova Scotia timur.

Fiona diperkirakan akan melewati Pulau Cape Breton pada Sabtu pagi dan mencapai Laut Labrador tenggara pada malam hari. "Badai itu menghasilkan angin kencang dan curah hujan yang sangat deras," kata Pusat Meteorologi Kanada.

"Hembusan angin yang menyebar dengan kecepatan 80-110 km/jam (50-68 mph) sejauh ini telah dilaporkan di Nova Scotia, Pulau Prince Edward dan Iles-de-la-Madeleine, dengan hembusan puncak hingga 144km/jam (90 mph) di atas Pulau Berang-berang, Nova Scotia," imbuhnya.

Sebelumnya, badai Fiona juga terjadi di Puerto Rico yang menghancurkan wilayah yang berada di bagian Timur Karibia tersebut.

Sebagai negara di bawah naungan Amerika Serikat, Presiden Joe Biden pun berkomitmen akan memberikan pendanaan 100 persen untuk operasi penyelamatan, pemindahan puing, hingga pemulihan daya listrik di Puerto Rico.

"Kami ingin memastikan orang-orang Puerto Rico memiliki segalanya, semua yang mungkin mereka butuhkan. Kami denganmu. Kami tidak akan pergi. Kami bersungguh-sungguh. Kita semua bersama-sama," ujar Biden di Kantor Wilayah 2 FEMA di One World Trade di New York City.

(lid/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER