"Terpilihnya Rishi Sunak membuktikan, jika Inggris telah berhasil membangun integrasi sosial, antara masyarakat Inggeris dan seluruh masyarakat Persemakmuran," kata Rezasyah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (26/10).
Lebih lanjut, Rezasyah memperkirakan di era Sunak konflik sosial dapat berkurang. Karena akar masalahnya seperti ketidaksetaraan di bidang pendidikan, dan lapangan pekerjaan, dimengerti secara mendalam oleh PM yang baru ini.
"Dimana seluruh mekanisme penanganan krisis dapat terkomunikasikan dengan lebih baik," ujar dia.
Secara psikologis, Sunak akan menempatkan dirinya sebagai figur yang mempersatukan seluruh anggota masyarakat, terlepas dari apapun etnis mereka.
Syarat jadi PM Inggris, baca di halaman berikutnya...
Syarat Jadi Perdana Menteri
Menurut Vocal Media, siapapun yang ingin menjadi PM Inggris, harus terlebih dahulu menjadi anggota parlemen.
Dengan demikian, seseorang yang tak punya riwayat duduk di kursi parlemen tak bisa mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris.
Sunak pernah menjadi anggota parlemen untuk wilayah Richmond di North Yorkshire pada 2015 lalu. Lima tahun kemudian, ia menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sajid Javid di era Boris Johnson.
Jabatan perdana menteri tidak ditetapkan undang-undang atau dokumen konstitusional apa pun, tetapi hanya ada berdasarkan konvensi yang telah lama ada.
Syarat lain, orang yang bisa menjadi PM berasal dari partai berkuasa di Inggris. Saat ini, Partai Konservatif menduduki 358 dari total 650 kursi di parlemen Inggris, demikian dikutip Time. Sunak menjadi salah satu anggota partai ini.
Raja kemudian akan meresmikan orang tersebut menjadi PM, sebagai sosok yang diyakini mampu memerintah mayoritas di House of Commons.
Dari penelusuran terkait, tak ada syarat yang mewajibkan perdana menteri Inggris harus keturunan Inggris.
Peran PM Inggris bergantung pada konvensi, dan pragmatisme konstitusional dari pada aturan, atau undang-undang formal, demikian dikutip London AC.
"Terpilihnya Rishi Sunak membuktikan, jika Inggris telah berhasil membangun integrasi sosial, antara masyarakat Inggeris dan seluruh masyarakat Persemakmuran," kata Rezasyah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (26/10).
Lebih lanjut, Rezasyah memperkirakan di era Sunak konflik sosial dapat berkurang. Karena akar masalahnya seperti ketidaksetaraan di bidang pendidikan, dan lapangan pekerjaan, dimengerti secara mendalam oleh PM yang baru ini.
"Dimana seluruh mekanisme penanganan krisis dapat terkomunikasikan dengan lebih baik," ujar dia.
Secara psikologis, Sunak akan menempatkan dirinya sebagai figur yang mempersatukan seluruh anggota masyarakat, terlepas dari apapun etnis mereka.
Syarat jadi PM Inggris, baca di halaman berikutnya...
Syarat Jadi Perdana Menteri
Hari pertama Rishi Sunak berkantor sebagai PM Inggris. (AFP/DANIEL LEAL)
Syarat Jadi Perdana Menteri
Menurut Vocal Media, siapapun yang ingin menjadi PM Inggris, harus terlebih dahulu menjadi anggota parlemen.
Dengan demikian, seseorang yang tak punya riwayat duduk di kursi parlemen tak bisa mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris.
Sunak pernah menjadi anggota parlemen untuk wilayah Richmond di North Yorkshire pada 2015 lalu. Lima tahun kemudian, ia menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sajid Javid di era Boris Johnson.
Jabatan perdana menteri tidak ditetapkan undang-undang atau dokumen konstitusional apa pun, tetapi hanya ada berdasarkan konvensi yang telah lama ada.
Syarat lain, orang yang bisa menjadi PM berasal dari partai berkuasa di Inggris. Saat ini, Partai Konservatif menduduki 358 dari total 650 kursi di parlemen Inggris, demikian dikutip Time. Sunak menjadi salah satu anggota partai ini.
Raja kemudian akan meresmikan orang tersebut menjadi PM, sebagai sosok yang diyakini mampu memerintah mayoritas di House of Commons.
Dari penelusuran terkait, tak ada syarat yang mewajibkan perdana menteri Inggris harus keturunan Inggris.
Peran PM Inggris bergantung pada konvensi, dan pragmatisme konstitusional dari pada aturan, atau undang-undang formal, demikian dikutip London AC.