Dewan HAM PBB Sepakati Misi Investigasi Unjuk Rasa di Iran, RI Abstain

tim | CNN Indonesia
Jumat, 25 Nov 2022 00:15 WIB
Dewan HAM PBB sepakat untuk membentuk misi investigasi dugaan pelanggaran HAM pada aksi unjuk rasa di Iran. Dewan HAM PBB sepakat untuk membentuk misi investigasi dugaan pelanggaran HAM pada aksi unjuk rasa di Iran. Ilustrasi. (Istockphoto/ LewisTsePuiLung).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) sepakat untuk membentuk misi investigasi dugaan pelanggaran HAM pada aksi unjuk rasa di Iran.

"Pada sesi khusus ke-35, Dewan HAM PBB memutuskan untuk membentuk misi pencari fakta untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM di Republik Islam Iran terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak 16 September 2022," cuit Dewan HAM PBB lewat akun Twitter resmi @UN_HRC pada Kamis (24/11) malam.

Dalam unggahan tersebut, terlampir hasil pemungutan suara terkait penunjukkan mosi pembentukan misi tersebut. Tercatat, 25 negara menyatakan ya dan 6 negara tidak.

Sementara, Indonesia bersama 15 negara lainnya menyatakan abstain.

Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk meminta pemerintah Iran untuk menghentikan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional terhadap peserta aksi unjuk rasa.

"Kita sekarang berada dalam krisis HAM. Penggunaan kekuatan yang tidak perlu dan tidak proporsional harus diakhiri," ujar Turk dalam pidatonya kepada Dewan HAM PBB seperti dilansir Reuters pada Kamis (24/11).

Ia mengatakan unjuk rasa besar-besaran itu telah menewaskan lebih dari 300 orang, termasuk 40 anak-anak di antaranya. Sebanyak 14 ribu warga juga ditangkap oleh otoritas.

Iran sendiri tidak menyebutkan jumlah korban tewas bagi pengunjuk rasa. Namun, wakil menteri luar negeri Ali Bagheri Kani mengatakan bahwa sekitar 50 polisi telah tewas dan ratusan lainnya terluka dalam kerusuhan tersebut - angka resmi pertama untuk kematian di antara pasukan keamanan.

Aksi demonstrasi itu meletus setelah kematian wanita Kurdi berusia 22 tahun Mahsa Amini pada 16 September lalu.

Amini ditahan oleh polisi moral karena dianggap berpakaian tidak pantas di mata aturan berpakaian Iran. Unjuk rasa itu juga menyerukan jatuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Misi yang ditunjuk dalam pemungutan suara tersebut akan mengumpulkan bukti pelanggaran selama tindakan keras yang mematikan oleh pihak berwenang.

Pemungutan suara tersebut dipandang sebagai ujian kekuatan Barat di dewan dengan China mendorong amandemen di menit-menit terakhir untuk menghapus penyelidikan tetapi akhirnya lolos dengan mudah.

Perwakilan Teheran pada pertemuan Jenewa Khadijeh Karimi sebelumnya menuduh negara-negara Barat menggunakan dewan HAM untuk menargetkan Iran, sebuah langkah yang disebutnya "mengerikan dan memalukan".

(sfr/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER