Kelompok 'Pemuja Setan' TST Pernah Mau Bantu Muslim AS, Kenapa?
CNN Indonesia
Kamis, 12 Jan 2023 20:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sebelum bikin heboh karena bakal mengadakan pertemuan pemuja setan terbesar, kelompok TST juga pernah menarik perhatian karena menawarkan bantuan bagi Muslim. (AP Photo/Hannah Grabenstein)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebelum bikin heboh karena mengklaim bakal menggelar pertemuan pemuja setan terbesar di Amerika Serikat tahun ini, The Satanic Temple (TST) juga pernah menarik perhatian karena menawarkan bantuan bagi Muslim.
Kelompok itu mengulurkan tangannya bagi Muslim pada 2015 lalu, ketika sentimen anti-Islam sedang berkembang di berbagai belahan dunia karena serangan teroris di Paris, Prancis.
"Jika ada orang di Minneapolis yang merupakan Muslim dan takut keluar dari rumah karena takut perlawanan, jangan ragu datang ke kami," demikian pengumuman TST cabang Minneapolis melalui Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan dengan senang hati mengawal kalian ke mana pun kalian mau pergi tanpa menunjukkan kehadiran kami-hanya orang-orang bertubuh besar saja berdiri di samping kalian."
Tak seperti biasanya, unggahan TST di Facebook itu dibanjiri komentar-komentar berisi dukungan bagi kelompok yang menggambarkan diri sebagai pemuja setan itu.
Meski demikian, masih ada sejumlah pihak yang memandang sinis pengumuman itu, menduga TST punya maksud terselubung. Namun, salah satu pendiri TST, Doug Mesner, memastikan bahwa niat itu tulus.
"Sentimen itu datang dari ketulusan dan empati. Mereka [TST Minneapolis] khawatir akan keberadaan orang-orang di komunitasnya," ucap Mesner kepada Esquire.
"Kami ingin membantu kelompok-kelompok yang disingkirkan dan menggunakan sumber daya kami untuk membantu. Jika Muslim Amerika, yang jelas tak melakukan kekerasan, diperlakukan tidak baik, kami berempati dan mendukung mereka."
Wawancara ini mengubah pandangan publik yang sebelumnya negatif terhadap TST akibat sejumlah kampanye mereka.
Sejak berdiri pada 2012 lalu, TST memang kerap menggelar aksi kontroversial untuk mengamalkan misi utama mereka.
"Misi The Satanic Temple adalah untuk mendorong kebajikan dan empati, menolak otoritas tirani, mengadvokasi akal sehat praktis, menentang ketidakadilan, dan mengejar tujuan mulia," demikian pernyataan di situs TST.
Salah satu pendiri TST, Malcolm Jarry (bukan nama sebenarnya), mengaku kepada The New York Times bahwa ia sejatinya tak percaya kepada setan.
Namun, sedari dulu ia kerap membayangkan betapa efektif penyampaian pesan jika menggunakan organisasi berbau setan.
Bagaimana sebenarnya aksi TST? Baca di halaman selanjutnya >>>
Mesner juga menegaskan bahwa TST sebenarnya tak benar-benar memuja setan. Ia menegaskan bahwa TST merupakan kelompok atheis yang tak percaya pada kepercayaan mana pun.
Menurutnya, mereka menggunakan "Satanic" dalam namanya hanya karena orang bebas memakai kata apa pun, bukan berarti terkait dengan agama tertentu.
TST pun sudah beberapa kali mengadvokasi masalah-masalah penting, tapi tak terlalu diperhatikan sebelumnya. Pada 2014, misalnya, mereka menginisiasi program untuk menentang pemukulan di sekolah.
Associated Press melaporkan bahwa TST juga sempat mengajukan tuntutan untuk menghapus aturan yang melarang aborsi di Missouri, tapi pengadilan menolaknya pada 2020.
Setelah TST menyedot perhatian internasional karena advokasi yang mereka lakukan, Gereja Setan menyatakan kelompok itu "merupakan kelompok aktivis yang menggunakan bahasa berbau skandal untuk mendapatkan perhatian pers."
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebelum bikin heboh karena mengklaim bakal menggelar pertemuan pemuja setan terbesar di Amerika Serikat tahun ini, The Satanic Temple (TST) juga pernah menarik perhatian karena menawarkan bantuan bagi Muslim.
Kelompok itu mengulurkan tangannya bagi Muslim pada 2015 lalu, ketika sentimen anti-Islam sedang berkembang di berbagai belahan dunia karena serangan teroris di Paris, Prancis.
"Jika ada orang di Minneapolis yang merupakan Muslim dan takut keluar dari rumah karena takut perlawanan, jangan ragu datang ke kami," demikian pengumuman TST cabang Minneapolis melalui Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan dengan senang hati mengawal kalian ke mana pun kalian mau pergi tanpa menunjukkan kehadiran kami-hanya orang-orang bertubuh besar saja berdiri di samping kalian."
Tak seperti biasanya, unggahan TST di Facebook itu dibanjiri komentar-komentar berisi dukungan bagi kelompok yang menggambarkan diri sebagai pemuja setan itu.
Meski demikian, masih ada sejumlah pihak yang memandang sinis pengumuman itu, menduga TST punya maksud terselubung. Namun, salah satu pendiri TST, Doug Mesner, memastikan bahwa niat itu tulus.
"Sentimen itu datang dari ketulusan dan empati. Mereka [TST Minneapolis] khawatir akan keberadaan orang-orang di komunitasnya," ucap Mesner kepada Esquire.
"Kami ingin membantu kelompok-kelompok yang disingkirkan dan menggunakan sumber daya kami untuk membantu. Jika Muslim Amerika, yang jelas tak melakukan kekerasan, diperlakukan tidak baik, kami berempati dan mendukung mereka."
Wawancara ini mengubah pandangan publik yang sebelumnya negatif terhadap TST akibat sejumlah kampanye mereka.
Sejak berdiri pada 2012 lalu, TST memang kerap menggelar aksi kontroversial untuk mengamalkan misi utama mereka.
"Misi The Satanic Temple adalah untuk mendorong kebajikan dan empati, menolak otoritas tirani, mengadvokasi akal sehat praktis, menentang ketidakadilan, dan mengejar tujuan mulia," demikian pernyataan di situs TST.
Salah satu pendiri TST, Malcolm Jarry (bukan nama sebenarnya), mengaku kepada The New York Times bahwa ia sejatinya tak percaya kepada setan.
Namun, sedari dulu ia kerap membayangkan betapa efektif penyampaian pesan jika menggunakan organisasi berbau setan.
Bagaimana sebenarnya aksi TST? Baca di halaman selanjutnya >>>
Kelompok 'Pemuja Setan' TST Pernah Mau Bantu Muslim AS, Kenapa?
Sebelum bikin heboh karena bakal mengadakan pertemuan pemuja setan terbesar, kelompok TST juga pernah menarik perhatian karena menawarkan bantuan bagi Muslim. (AFP/Joseph Prezioso)
Mesner juga menegaskan bahwa TST sebenarnya tak benar-benar memuja setan. Ia menegaskan bahwa TST merupakan kelompok atheis yang tak percaya pada kepercayaan mana pun.
Menurutnya, mereka menggunakan "Satanic" dalam namanya hanya karena orang bebas memakai kata apa pun, bukan berarti terkait dengan agama tertentu.
TST pun sudah beberapa kali mengadvokasi masalah-masalah penting, tapi tak terlalu diperhatikan sebelumnya. Pada 2014, misalnya, mereka menginisiasi program untuk menentang pemukulan di sekolah.
Associated Press melaporkan bahwa TST juga sempat mengajukan tuntutan untuk menghapus aturan yang melarang aborsi di Missouri, tapi pengadilan menolaknya pada 2020.
Setelah TST menyedot perhatian internasional karena advokasi yang mereka lakukan, Gereja Setan menyatakan kelompok itu "merupakan kelompok aktivis yang menggunakan bahasa berbau skandal untuk mendapatkan perhatian pers."