Cerita Warga China Tak Bisa Mudik Imlek karena Takut Tularkan Covid

CNN Indonesia
Minggu, 22 Jan 2023 05:47 WIB
Kawasan pedesaan di China belakangan disebut-sebut mengalami lonjakan kasus Covid-19, salah satunya diduga karena tingkat vaksinasi rendah. China sedang memasuki momen migrasi besar-besaran terkait perayaan imlek atau tahun baru Tionghoa. (AP/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah kegembiraan mayoritas warga China yang merayakan Imlek perdana setelah dilarang sejak pandemi, Zhang Jie (35) mengaku bimbang untuk pulang ke kampung halamannya.

Mengutip dari Al Jazeera, Zhang merasa sulit untuk berkumpul bersama keluarganya yang tinggal di desa kecil tak jauh dari Wuhan. Dia takut menularkan virus corona kepada kakek neneknya.

"Meskipun kini sudah bisa mudik, namun saya tidak akan mengunjungi keluarga saya untuk merayakan Tahun Baru Imlek," kata Zhang di Shanghai, China, beberapa waktu lalu.

Tempat asal Zhang, di mana orang tua dan kakek nenekna tinggal, adalah sebuah desa di dekat Wuhan. Kendati tinggal dekat wilayah yang menjadi lokasi pertama kemunculan Covid-19, Zhang menyebut keluarganya tak satupun mengidap Covid-19.

"Tidak satupun dari mereka yang mengidap Covid-19 dan kakek nenek saya sudah tua serta tidak divaksinasi, jadi meskipun saya merindukan mereka dan sangat ingin pulang, saya memutuskan untuk tidak mengambil risiko," ucapnya.

Oleh karena itu, Zhang mengaku bakal tinggal di Shanghai dan merayakan tahun baru bersama beberapa rekannya yang bernasib sama.

Hal serupa juga dirasakan Liu Hong (28). Warga yang tinggal di Guangzhou itu tak yakin untuk pulang ke kampung halamannya di Lanzhou demi mengunjungi keluarganya setelah sekian lama.

Lou enggan membawa dan menularkan Covid-19 kepada keluarganya.

"Saya tidak ingin menularkan Covid-19, apalagi kepada anggota keluarga saya, tapi saya juga sangat merindukan mereka setelah tiga tahun berpisah," kata Liu.

Dia berujar keinginannya berkunjung ke Lanzhou bukan hanya karena merindukan sanak keluarga, melainkan juga karena kakeknya tak punya banyak waktu karena mengidap kanker.

"Kakek saya sakit kanker dan tidak punya banyak waktu tersisa, jadi jika saya tidak menemuinya sekarang di Lanzhou, saya mungkin tidak akan pernah bisa mendapat kesempatan itu," ujar dia.

Di tengah kebimbangannya itu, Lou pun memutuskan bertanya langsung kepada kakek neneknya. Dia ingin dua anggota keluarganya yang paling rentan terhadap Covid-19 tersebut yang memutuskan kepulangannya.

Kakek neneknya kemudian memberi jawaban tegas meminta Lou mesti pulang saat imlek ini.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya konyol dan tentu saja saya harus pulang," tuturnya.

Kekhawatiran Zhang dan Lou bukan lah tak berdasar. Kawasan pedesaan di China belakangan disebut-sebut mengalami lonjakan kasus Covid-19. Presiden China Xi Jinping baru-baru ini bahkan mengutarakan kecemasan serupa.

Xi berujar dia sangat khawatir kasus Covid-19 akan melonjak terutama di daerah-daerah pedesaan menjelang Tahun Baru Imlek.

"Saya paling khawatir dengan daerah pedesaan dan pantai," kata Xi dalam pidatonya pada Kamis (19/1).

Xi mengatakan, "Fasilitas medis relatif lemah di daerah pedesaan, sehingga pencegahannya sulit dan tugasnya berat."

Dia pun menekankan bakal memprioritaskan jaminan kesehatan dan keselamatan pada lansia di kawasan tersebut.

"Pencegahan epidemi dan pengendalian lainnya kini masuk ke tahap baru, dan kami masih dalam periode untuk melakukan upaya besar," kata Xi seperti dikutip dari kantor berita China, Xinhua.

(blq/kid)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER