7 Skandal Sekte Sesat di Korsel: 'Ngaku' Tuhan hingga Perkosaan
CNN Indonesia
Kamis, 09 Mar 2023 12:31 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Sekte Gereja Unifikasi yang berasal dari Korsel. (AP/Hye Soo Nah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah sekte sesat di Korea Selatan menjadi sorotan usai Netflix merilis serial dokumenter berjudul "In the Name of God: A Holy Betrayal" pada 3 Maret.
Serial itu menampilkan kesaksian anggota atas tindakan kontroversial sekte seperti Jesus Morning Star (JMS), Baby Garden, dan Five Ocean atau yang dikenal Odaeyong.
Setelah kasus itu, dugaan pemerasan terhadap anggota Gereja Unifikasi mencuat. Ibu Yamagami pernah menyumbang ke organisasi sebesar 100 juta yen atau sekitar Rp10,8 miliar.
Menurut sejumlah media, Gereja Unifikasi mendorong para anggota berdonasi khusus untuk kematian, bahkan tak segan menyuruh mengambil pinjaman. Namun, organisasi tersebut membantah tuduhan itu.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
4. Melarang tidur dengan pasangan sendiri
Kim Ki Soon mendirikan sekte Baby Garden pada 1982. Organisasi tersebut punya aturan yang ketat dan setiap anggota harus mematuhinya.
Beberapa aturan di antaranya tak mengizinkan pasangan, laki-laki dan perempuan tidur dalam satu ruang. Langkah ini bertujuan untuk menjalani kehidupan yang suci, demikian laporan The Cinema Holic.
Namun, Kim justru melakukan sebaliknya. Ia tidur dengan lelaki muda yang dia mau meski bukan pasangan resminya.
5. Pukul anggota hingga tewas
Kim juga pernah dituduh memukul sejumlah anggota Baby Garden hingga tewas.
Mereka yakni Yoon Yong Un dan Seo Jong Won. Keduanya dipukul hingga tewas karena diduga mengkhianati Kim dan sektenya.
Korban lain dari kekejaman Kim yakni Mi Gyeong. Ia dianggap gadis yang menarik secara fisik dan mencuri perhatian seorang laki-laki.
Mi juga mengalami insiden serupa seperti dua orang lainnya. Ia dipukul hingga tewas.
6. Pukuli anggota ratusan kali
Pemimpin sekte Grace Road Coach dan tiga asistennya menahan sekitar 400 pengikut di Fiji.
Mereka melakukan kekerasan dan ritual biadab terhadap anggotanya, demikian laporan AFP.
Eks anggota mengaku dipukul hingga ratusan kali saat upacara lantai Para korban dipukul ratusan kali dalam upacara yang dikenal sebagai Threshing Floor atau Perontokan.
Pada 2018, pendiri sekte ini, Shin Ok Ju diadili atas tuduhan kekerasan, pelecehan anak, eksploitasi dan penahanan anggota.
7. Doktrin dari pemimpin bisa antar masuk ke surga
Pemimpin sekte Shincheonji atau Kuil Kesaksian Tabernakel (Temple of Tabernacle of The Testimony), Lee Man Hee, mengklaim akan membawa 114 ribu anggota ke surga.
Namun, organisasi tersebut memiliki jumlah anggota yang dilaporkan jutaan. Dengan angka sebanyak itu, mereka harus berjuang menunjukkan loyalitasnya untuk bisa menjadi orang-orang terpilih yang masuk surga.