Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, dilaporkan mulai merekrut anggota lewat situs pornografi, Pornhub, ketika pasukan mereka terus berkurang akibat pertempuran sengit di Ukraina.
Situs berita Ukraina, Ukrainskaya Pravda, melaporkan iklan perekrutan Wagner terpampang di Pornhub yang bisa diakses di kawasan Kemerovo dan Volgograd, Rusia.
Iklan itu memperlihatkan seorang perempuan menjilat sembari memutar permen lollipop. Sembari perempuan itu beraksi, terdengar latar suara yang mengajak penonton untuk mendaftar masuk Wagner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami adalah tentara bayaran terkeren di dunia. Kami merekrut tentara dari seluruh kawasan Rusia. Jangan hanya masturbasi. Bekerja lah di Wagner," demikian suara di iklan itu.
Seperti dilansir The Jerusalem Post, tak diketahui pasti kapan iklan itu dipasang dan sudah berapa orang yang menontonnya. Tak diketahui pula iklan itu resmi atau tidak.
[Gambas:Video CNN]
Perekrutan kontroversial
Selama ini, Wagner memang kerap menyedot perhatian karena sejumlah sistem perekrutan yang kontroversial, salah satunya menyaring anggota dari penjara-penjara di Rusia.
Pendiri Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, mengakui bahwa kelompoknya memang merekrut narapidana Rusia untuk menjadi prajurit yang bertarung di Ukraina.
Prigozhin tak mengungkap jumlah pasti penghuni "hotel prodeo" yang ia rekrut. Namun, data lembaga pemasyarakatan menunjukkan populasi penjara Rusia berkurang 20 ribu antara Agustus-November.
Pada Desember 2022, Reuters melaporkan bahwa intelijen Amerika Serikat meyakini Rusia sudah mengerahkan 40 ribu tahanan untuk angkat senjata di Ukraina.
Meski demikian, Prigozhin mengumumkan Wagner sudah berhenti merekrut anggota dari penjara pada Februari lalu.
Apa lagi sistem perekrutan Wagner yang kontroversial? Baca di halaman selanjutnya >>>
Kewalahan, Tentara Bayaran Rusia Mulai Rekrut Anggota dari Pornhub
Kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, mulai merekrut anggota lewat situs pornografi, Pornhub, usai pasukan mereka terus berkurang akibat bertempur di Ukraina. (AP)
Rekrut warga Ukraina
Teranyar, Wagner juga dilaporkan mulai mencoba merekrut warga Ukraina memerangi pasukan negaranya sendiri, dengan iming-iming gaji 200 ribu rubel atau setara Rp40 juta.
Ivan Fedorov, Wali Kota Melitopol, Ukraina, mengklaim bahwa Wagner terus berupaya merekrut warga lokal di wilayah-wilayah kota itu yang sudah dikuasai Rusia.
Fedorov menuturkan Wagner melakukan perekrutan prajurit lewat media sosial. Wagner bahkan sampai menawarkan upah senilai 200 rubel bagi mereka yang mau menjadi anggota.
"Tawaran yang mereka buat diduga 200 ribu rubel per bulan kepada mereka yang siap pergi ke Bakhmut sebagai bagian dari Wagner," kata Fedorov, seperti dikutip CNN.
Ia kemudian berkata, "Namun, mereka belum merekrut siapa pun dari warga setempat untuk bergabung dengan mereka. Tentu saja tidak ada yang mau."
[Gambas:Photo CNN]
CNN tidak bisa memverifikasi kampanye perekrutan yang disampaikan Fedorov tersebut.
Namun, Wagner belakangan memang mulai gencar membuka pendaftaran usai prajuritnya berjatuhan di Bakhmut timur.
Wagner sendiri mengklaim telah menduduki wilayah timur di kota itu sepenuhnya sejak awal Maret. Mereka juga mengaku sudah mendekati pusat kota itu.
Walau demikian, saat ini Wagner mengaku kesulitan karena diserang pasukan Ukraina yang juga tak mau kalah.