Sebelum duduk di kursi kepresidenan, Mugabe memiliki masa kecil yang tak biasa.
Mugabe lahir pada 21 Februari 1924 di Kutama, Rhodesia Selatan. Ayah dia Gabriel Matibili merupakan tukang kayu, sementara ibunya, Bona, termasuk kelompok etnis terkemuka Shona.
Ia anak ketiga dari enam bersaudara. Namun, dua kakak Mugabe meninggal pada 1934.
Mugabe menghabiskan pendidikan di sekolah elite Sekolah Katolik Roma, Kutama College. Mugabe lebih senang menyendiri dan menghabiskan waktu dengan membaca buku, demikian dikutip The Famous People.
Laki-laki itu lalu melanjutkan pendidikan ke Universitas Fort Hare, Afrika Selatan, dan lulus pada 1951.
Di masa itu, Mugabe terpengaruh ideologi Marxis dan pandangan Perdana Menteri Ghana Kwame Nikrumah. Ia juga mengidolakan Mahatma Gandhi yang dianggap sebagai perjuangan warga India untuk merdeka.
Belum cukup dengan itu, Mugabe belajar di Salisbury, Gwelo, dan Tanzania. Dia mendapat lebih dari enam gelar.
Setelah lulus, Mugabe menjadi pengajar di Chalimbana Teacher Training College di Rhodesia utara dari 1955 hingga 1958.
Dua tahun usai menjadi guru, Mugabe bergabung dengan partai pro-kemerdekaan Partai Nasional Demokrasi (National Democratic Party/NDP). Setelah itu, dia membentuk kelompok Persatuan Warga Afrika Zimbabwe (Zimbabwe African Peoples Union/ZAPU).
Pada 1963, Mugabe cabut dari ZAPU dan membentuk Persatuan Nasional warga Afrika Zimbabwe (Zimbabwe African National Union/ZANU).
Setahun kemudian, ZANU dan ZAPU secara resmi dilarang pemerintah kolonial Rhodesia. Mugabe lalu dijebloskan ke bui di bawah pemerintahan koloni.
Rhodesia merupakan wilayah koloni Britania Raya yang dipimpin minoritas kaum putih. Dulu, Rhodhesia mencakup Zimbabwe dan Zambia.
Pada 1965, Perdana Menteri Rhodesia Ian Smith mendeklarasikan Kemerdekaan Unilateral untuk Rhodesia. Aksi ini menggagalkan rencana Inggris yang ingin memerintah wilayah itu.
Langkah tersebut juga memicu kecaman internasional, demikian menurut laporan History.
Mugabe sementara itu, mengajar bahasa Inggris kepada narapidana lain saat di penjara. Karena inisiatif ini, dia memperoleh beberapa gelar sarjana melalui korespondensi dari Universitas London.
Dia baru bebas pada 1974. Di tahun yang sama, Mugabe mengambil alih penuh kekuasaan di ZANU.
Mugabe lalu kembali ke Rhodesia selatan dan mengumpulkan pasukan peserta pelatihan pemberontakan Rhodesia.
Perjuangan berlanjut hingga 1970-an. Ketika itu, ekonomi Zimbabwe mulai gonjang-ganjing. Kemudian pada 1979, koloni Inggris sepakat meninjau peralihan ke pemerintahan mayoritas kulit hitam.
Tahun berikutnya, Rhodesia Selatan memperoleh kemerdekaan dari Inggris dan menjadi Republik Zimbabwe yang merdeka.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Pada 4 Maret 1980, Zimbabwe menggelar pemilihan umum (Pemilu). Di pemilu itu ZANU memenangkan 57 dari 80 Common Roll Seats. Mugabe terpilih untuk memimpin pemerintahan pertama sebagai perdana menteri. Ia memimpin hingga 1987.
Ketika itu, presiden pertama Zimbabwe Canaan Sodindo Banana dari 1980 hingga 1987.
Posisi baru Mugabe memberi warga Zimbabwe harapan bagi warga negara itu. Dia berjanji akan meredistribusikan tanah, dan mengkampanyekan anti-imperial, demikian dikutip situs yang mengkaji politik global London School of Economics and Political Science (LSE).
Ia lalu menjadi presiden kedua Zimbabwe dari 1987 hingga mengundurkan diri pada 2017.
Di periode itu, tanda-tanda tirani muncul. Pada 1998, Mugabe mengirim pasukan Zimbabwe untuk campur tangan di perang saudara Republik Demokratik Kongo.
Sejumlah pihak menilai langkah itu sebagai perampasan berlian dan mineral berharga Kongo, demikian dikutip History.
Kemudian pada 2000, Mugabe menyelenggarakan referendum tentang konstitusi baru Zimbabwe. Aturan ini akan memperluas kekuasaan kepresidenan dan memungkinkan pemerintah merebut tanah milik orang kulit putih. Kelompok-kelompok penentang kemudian membentuk Gerakan Perubahan Demokratis (MDC), dan berhasil menolak referendum.
Pada tahun yang sama, sekelompok "veteran perang" mulai menyerang pertanian milik orang kulit putih dan memicu kekerasan.
Imbas kerusuhan ini banyak orang kulit putih di Zimbabwe angkat kaki. Selain itu, pertanian komersial Zimbabwe pun runtuh, memicu hiperinflasi selama bertahun-tahun, dan kekurangan pangan.
Mugabe tutup usia pada suatu malam di Singapura pada 2019. Ketika kabar beredar di Zimbabwe, matahari baru menampakkan diri.
Sebelum duduk di kursi kepresidenan, Mugabe memiliki masa kecil yang tak biasa.
Mugabe lahir pada 21 Februari 1924 di Kutama, Rhodesia Selatan. Ayah dia Gabriel Matibili merupakan tukang kayu, sementara ibunya, Bona, termasuk kelompok etnis terkemuka Shona.
Ia anak ketiga dari enam bersaudara. Namun, dua kakak Mugabe meninggal pada 1934.
Mugabe menghabiskan pendidikan di sekolah elite Sekolah Katolik Roma, Kutama College. Mugabe lebih senang menyendiri dan menghabiskan waktu dengan membaca buku, demikian dikutip The Famous People.
Laki-laki itu lalu melanjutkan pendidikan ke Universitas Fort Hare, Afrika Selatan, dan lulus pada 1951.
Di masa itu, Mugabe terpengaruh ideologi Marxis dan pandangan Perdana Menteri Ghana Kwame Nikrumah. Ia juga mengidolakan Mahatma Gandhi yang dianggap sebagai perjuangan warga India untuk merdeka.
Belum cukup dengan itu, Mugabe belajar di Salisbury, Gwelo, dan Tanzania. Dia mendapat lebih dari enam gelar.
Setelah lulus, Mugabe menjadi pengajar di Chalimbana Teacher Training College di Rhodesia utara dari 1955 hingga 1958.
Dua tahun usai menjadi guru, Mugabe bergabung dengan partai pro-kemerdekaan Partai Nasional Demokrasi (National Democratic Party/NDP). Setelah itu, dia membentuk kelompok Persatuan Warga Afrika Zimbabwe (Zimbabwe African Peoples Union/ZAPU).
Pada 1963, Mugabe cabut dari ZAPU dan membentuk Persatuan Nasional warga Afrika Zimbabwe (Zimbabwe African National Union/ZANU).
Setahun kemudian, ZANU dan ZAPU secara resmi dilarang pemerintah kolonial Rhodesia. Mugabe lalu dijebloskan ke bui di bawah pemerintahan koloni.
Rhodesia merupakan wilayah koloni Britania Raya yang dipimpin minoritas kaum putih. Dulu, Rhodhesia mencakup Zimbabwe dan Zambia.
Pada 1965, Perdana Menteri Rhodesia Ian Smith mendeklarasikan Kemerdekaan Unilateral untuk Rhodesia. Aksi ini menggagalkan rencana Inggris yang ingin memerintah wilayah itu.
Langkah tersebut juga memicu kecaman internasional, demikian menurut laporan History.
Mugabe sementara itu, mengajar bahasa Inggris kepada narapidana lain saat di penjara. Karena inisiatif ini, dia memperoleh beberapa gelar sarjana melalui korespondensi dari Universitas London.
Dia baru bebas pada 1974. Di tahun yang sama, Mugabe mengambil alih penuh kekuasaan di ZANU.
Mugabe lalu kembali ke Rhodesia selatan dan mengumpulkan pasukan peserta pelatihan pemberontakan Rhodesia.
Perjuangan berlanjut hingga 1970-an. Ketika itu, ekonomi Zimbabwe mulai gonjang-ganjing. Kemudian pada 1979, koloni Inggris sepakat meninjau peralihan ke pemerintahan mayoritas kulit hitam.
Tahun berikutnya, Rhodesia Selatan memperoleh kemerdekaan dari Inggris dan menjadi Republik Zimbabwe yang merdeka.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Awal Kekuasaan Robert Mugabe
Kisah masa kecil diktator Zimbabwe Robert Mugabe. (AFP PHOTO / Jekesai NJIKIZANA)
Pada 4 Maret 1980, Zimbabwe menggelar pemilihan umum (Pemilu). Di pemilu itu ZANU memenangkan 57 dari 80 Common Roll Seats. Mugabe terpilih untuk memimpin pemerintahan pertama sebagai perdana menteri. Ia memimpin hingga 1987.
Ketika itu, presiden pertama Zimbabwe Canaan Sodindo Banana dari 1980 hingga 1987.
Posisi baru Mugabe memberi warga Zimbabwe harapan bagi warga negara itu. Dia berjanji akan meredistribusikan tanah, dan mengkampanyekan anti-imperial, demikian dikutip situs yang mengkaji politik global London School of Economics and Political Science (LSE).
Ia lalu menjadi presiden kedua Zimbabwe dari 1987 hingga mengundurkan diri pada 2017.
Di periode itu, tanda-tanda tirani muncul. Pada 1998, Mugabe mengirim pasukan Zimbabwe untuk campur tangan di perang saudara Republik Demokratik Kongo.
Sejumlah pihak menilai langkah itu sebagai perampasan berlian dan mineral berharga Kongo, demikian dikutip History.
Kemudian pada 2000, Mugabe menyelenggarakan referendum tentang konstitusi baru Zimbabwe. Aturan ini akan memperluas kekuasaan kepresidenan dan memungkinkan pemerintah merebut tanah milik orang kulit putih. Kelompok-kelompok penentang kemudian membentuk Gerakan Perubahan Demokratis (MDC), dan berhasil menolak referendum.
Pada tahun yang sama, sekelompok "veteran perang" mulai menyerang pertanian milik orang kulit putih dan memicu kekerasan.
Imbas kerusuhan ini banyak orang kulit putih di Zimbabwe angkat kaki. Selain itu, pertanian komersial Zimbabwe pun runtuh, memicu hiperinflasi selama bertahun-tahun, dan kekurangan pangan.
Mugabe tutup usia pada suatu malam di Singapura pada 2019. Ketika kabar beredar di Zimbabwe, matahari baru menampakkan diri.