Apa Itu KTT MSG yang Bikin RI Walk Out Gegara Benny Wenda?
CNN Indonesia
Senin, 28 Agu 2023 13:12 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Vanuatu menjadi salah satu anggota MSG dan vokal mendukung gerakan Papua merdeka. (Istockphoto/ DancingMan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Mansury, memutuskan walk out atau keluar sidang dalam KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) di Port Vila, Vanuatu, pekan lalu.
Delegasi RI walk out saat pemimpin separatis Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, hendak berpidato dalam forum negara-negara Melanesia tersebut. Keanggotaan organisasi Benny Wenda dalam MSG memang menjadi salah satu pembahasan dalam KTT itu.
"RI menegaskan ULMWP telah menyalahgunakan forum MSG untuk menjustifikasi tindak kekerasan yang dilakukan kelompok yang terafiliasi dengan organisasi itu yang telah melakukan berbagai tindak kejahatan seperti penyanderaan, pembakaran sekolah, hingga pembunuhan terhadap Orang Asli Papua," kata Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu (26/8).
Kemlu RI menolak keanggotaan ULMWP dalam MSG karena menganggap bahwa forum ini diperuntukkan bagi negara yang berdaulat.
Lantas, apakah itu Melanesian Spearhead Group (MSG)?
MSG pertama kali digagas saat pertemuan informal pemimpin tiga negara Melanesia di pasifik yaitu Papua Nugini, Vanuatu, dan Pulau Salomon, serta perwakilan Front de Liberational the Nationale Kanak et Solcialiste (FLNKS) New Caledonia pada 17 Juli 1986.
Namun, Melanesian Spearhead Group atau MSG secara resmi didirikan pada 1988 melalui penandatanganan Agreed Principal Co-operation among Independent State of Melanesia.
MSG secara resmi menjadi organisasi sub-regional melalui Perjanjian Pembentukan MSG pada 23 Maret 2007. Dikutip dari portal Kemlu RI, MSG didirikan dengan tujuan mempererat hubungan dagang antar anggota, pertukaran budaya, tradisi dan nilai, persamaan kedaulatan, dan kerja sama teknik antara negara-negara dengan penduduk orang Melanesia.
Kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, good governance, dan keamanan bersama.
Dilansir dari portal Kementerian Industri, Perdagangan, dan Pariwisata, forum MSG digunakan untuk memperluas cakupan dari kerja sama perdagangan barang menjadi perdagangan jasa, tenaga kerja, serta perluasan negara anggota.
Indonesia pertama kali terlibat dalam forum MSG sebagai observer atau pengamat pada 2011 lalu. Indonesia baru menerima gelar sebagai anggota asosiasi atau associated member yang mewakili lima provinsi melanesian di Indonesia, dikutip dari info MSG pada 2015.
Sementara itu, saat ini MSG terdiri dari lima anggota yang terdiri dari empat negara yakni Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, serta satu organisasi yakni Front De Liberational De Nationale Kanak Et Solcialiste (FLNKS) dari New Caledonia.
Di sisi lain, ULMWP selama ini berstatus observer atau pemantau di MSG dan berupaya untuk menjadi anggota grup tersebut.
Bentuk kerja sama yang paling populer dalam MSG adalah Perjanjian Perdagangan MSG (MSGTA). Departemen Bea Cukai dan Pendapatan dalam Negeri Vanuatu menjelaskan bahwa perjanjian ini memberikan tarif preferensial atas tarif barang impor ke negara-negara anggota, kecuali minuman beralkohol, cuka, tembakau atau produk sejenisnya, bahan bakar mineral, minyak, lilin, dan gula tebu.
Forum MSG sendiri telah diadakan sebanyak 22 kali. Forum ke-22 MSG diadakan pada tanggal 23-24 Agustus 2023 di Port Vila, Vanuatu. Forum kali ini membahas dua hal penting. Pertama, ditetapkannya Deklarasi Udaune tentang pencegahan terjadinya perubahan iklim dengan penolakan negara-negara membuang limbah nuklir ke Samudra Pasifik. Kedua, membahas terkait penetapan ULMWP sebagai anggota MSG.
Jakarta, CNN Indonesia --
Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Mansury, memutuskan walk out atau keluar sidang dalam KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) di Port Vila, Vanuatu, pekan lalu.
Delegasi RI walk out saat pemimpin separatis Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, hendak berpidato dalam forum negara-negara Melanesia tersebut. Keanggotaan organisasi Benny Wenda dalam MSG memang menjadi salah satu pembahasan dalam KTT itu.
"RI menegaskan ULMWP telah menyalahgunakan forum MSG untuk menjustifikasi tindak kekerasan yang dilakukan kelompok yang terafiliasi dengan organisasi itu yang telah melakukan berbagai tindak kejahatan seperti penyanderaan, pembakaran sekolah, hingga pembunuhan terhadap Orang Asli Papua," kata Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu (26/8).
Kemlu RI menolak keanggotaan ULMWP dalam MSG karena menganggap bahwa forum ini diperuntukkan bagi negara yang berdaulat.
Lantas, apakah itu Melanesian Spearhead Group (MSG)?
MSG pertama kali digagas saat pertemuan informal pemimpin tiga negara Melanesia di pasifik yaitu Papua Nugini, Vanuatu, dan Pulau Salomon, serta perwakilan Front de Liberational the Nationale Kanak et Solcialiste (FLNKS) New Caledonia pada 17 Juli 1986.
Namun, Melanesian Spearhead Group atau MSG secara resmi didirikan pada 1988 melalui penandatanganan Agreed Principal Co-operation among Independent State of Melanesia.
MSG secara resmi menjadi organisasi sub-regional melalui Perjanjian Pembentukan MSG pada 23 Maret 2007. Dikutip dari portal Kemlu RI, MSG didirikan dengan tujuan mempererat hubungan dagang antar anggota, pertukaran budaya, tradisi dan nilai, persamaan kedaulatan, dan kerja sama teknik antara negara-negara dengan penduduk orang Melanesia.
Kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, good governance, dan keamanan bersama.
Apa Itu KTT MSG yang Bikin RI Walk Out Gegara Benny Wenda?
Pemimpin ULMWP, Benny Wenda. (Dok. The Office of Benny Wenda)
Dilansir dari portal Kementerian Industri, Perdagangan, dan Pariwisata, forum MSG digunakan untuk memperluas cakupan dari kerja sama perdagangan barang menjadi perdagangan jasa, tenaga kerja, serta perluasan negara anggota.
Indonesia pertama kali terlibat dalam forum MSG sebagai observer atau pengamat pada 2011 lalu. Indonesia baru menerima gelar sebagai anggota asosiasi atau associated member yang mewakili lima provinsi melanesian di Indonesia, dikutip dari info MSG pada 2015.
Sementara itu, saat ini MSG terdiri dari lima anggota yang terdiri dari empat negara yakni Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, serta satu organisasi yakni Front De Liberational De Nationale Kanak Et Solcialiste (FLNKS) dari New Caledonia.
Di sisi lain, ULMWP selama ini berstatus observer atau pemantau di MSG dan berupaya untuk menjadi anggota grup tersebut.
Bentuk kerja sama yang paling populer dalam MSG adalah Perjanjian Perdagangan MSG (MSGTA). Departemen Bea Cukai dan Pendapatan dalam Negeri Vanuatu menjelaskan bahwa perjanjian ini memberikan tarif preferensial atas tarif barang impor ke negara-negara anggota, kecuali minuman beralkohol, cuka, tembakau atau produk sejenisnya, bahan bakar mineral, minyak, lilin, dan gula tebu.
Forum MSG sendiri telah diadakan sebanyak 22 kali. Forum ke-22 MSG diadakan pada tanggal 23-24 Agustus 2023 di Port Vila, Vanuatu. Forum kali ini membahas dua hal penting. Pertama, ditetapkannya Deklarasi Udaune tentang pencegahan terjadinya perubahan iklim dengan penolakan negara-negara membuang limbah nuklir ke Samudra Pasifik. Kedua, membahas terkait penetapan ULMWP sebagai anggota MSG.