Deret Kepala Negara yang Absen di Sidang Majelis Umum PBB ke-78
CNN Indonesia
Kamis, 21 Sep 2023 11:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah pemimpin negara memilih tak hadir langsung dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-78 dan mengirimkan delegasinya. (ANTARA FOTO/Aditya E.S.Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-78 telah berlangsung sejak 18 Agustus hingga 26 Agustus mendatang di New York, Amerika Serikat.
Sidang Majelis Umum PBB kali ini secara umum membahas isu-isu tentang pemanasan global, kemiskinan, kelangkaan bahan pangan, perang, inflasi, kebutuhan bantuan kemanusiaan, dan ketimpangan sosial.
Pemimpin negara di dunia berbondong-bondong hadir dalam sidang tahunan ini untuk membahas berbagai masalah dan konflik yang menjadi perhatian global. Meski begitu, tidak semua pemimpin negara hadir dalam pertemuan tingkat tinggi ini.
Sejauh ini, Presiden AS Joe Biden, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Iran Ebrahim Raisi terlihat telah hadir dan menyampaikan pidato mereka di sidang tersebut.
Sementara itu, kepala negara yang tidak dapat hadir biasanya mengirimkan wakilnya Sidang Majelis Umum PBB 2023.
Berikut daftar kepala negara yang absen di Sidang Majelis Umum PBB ke-78:
1. Presiden China, Xi Jinping
China mengirim Wakil Presiden Han Zheng untuk hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB 2023. Selama berkuasa, Presiden Xi Jinping memang tidak pernah menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Xi pernah hadir dalam sidang PBB yang diadakan secara online pada dua tahun pertama masa pandemi Covid-19.
Xi memang lebih suka untuk mengirimkan delegasinya dan mengontrol kebijakan luar negerinya dari jarak jauh.
Presiden Putin telah menandatangani surat pendelegasian Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum 2023.
Lavrov dalam kunjungannya ke New York akan didampingi oleh Wakil Menteri Vershinin, Duta Besar untuk PBB, Vasily Nebenzya, dan Kepala Komite Urusan Internasional Duma Negara, Leonid Slutsky.
Salah satu penyebab ketidakhadiran Putin adalah perintah penangkapan yang dilayangkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Hal ini membuat perjalanan luar negeri Putin menjadi terbatas. Dilansir dariThe Guardian, Putin mendapat peringatan penahanan atas kasus pelanggaran hak asasi pada anak yang dipaksa dideportasi dari Ukraina.
Macron saat ini sedang disibukkan dengan kunjungan diplomatik ke berbagai negara. Namun, Presiden Macron melewatkan undangan untuk datang ke Sidang Majelis Umum PBB September ini.
Presiden Macron tidak hadir dalam sidang PBB kali ini dengan alasan menjamu tamu-tamu yang datang ke Perancis. Dikutip dari Politico, raja Charles III dan pemimpin partai buruh Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan akan datang dalam waktu dekat.
Presiden Macron juga akan menyambut kedatangan Paus Fransiskus di kota pelabuhan Marseille pada pekan ini.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
4. Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak
Perdana menteri Inggris pada sidang majelis umum PBB biasanya hadir setiap tahun. Rishi menjadi perdana menteri Inggris pertama dalam satu dekade yang absen sidang majelis umum PBB.
Perwakilan Inggris yang akan datang dalam sidang kali ini adalah wakil perdana menteri, Oliver Dowden dan menteri luar negeri, James Cleverly.
Perdana menteri sebelum Rishi, termasuk perdana menteri yang menjawab dengan singkat, Liz Truss, meluangkan waktu mereka untuk datang ke New York dan berpidato di panggung internasional, dikutip dari Independent.
Terakhir kali perdana menteri Inggris yang tidak datang dalam sidang PBB adalah David Cameron pada Tahun 2013.
5. Presiden Indonesia, Joko Widodo
Jokowi masuk dalam deretan kepala negara yang tidak hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-78. Jokowi mengirim Menteri Negeri, Retno Marsudi sebagai perwakilan Indonesia. Perwakilan Indonesia akan melakukan pidato nasional pada 23 September.
Ini bukan kali pertama Jokowi tidak hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB. Absennya Jokowi dalam sidang PBB ini dimulai sejak awal masa jabatannya Tahun 2014. Jokowi tidak pernah sekalipun datang secara langsung dalam sidang ini.
Jokowi pernah ikut sidang ini secara online pada Tahun 2020 dan 2021 saat pandemi Covid-19 melanda dunia.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Radityo Dharmaputra, mengatakan absenya Jokowi dalam sidang PBB dikarenakan kurangnya keuntungan ekonomis. Kunjungan Jokowi ke PBB dinilai tidak memberikan keuntungan ekonomis dan investasi bagi Indonesia secara signifikan.
"Sejak awal kepemimpinannya, Pak Jokowi memang ingin agar setiap kebijakan bermanfaat langsung bagi rakyat. Namun, ada hal-hal yang juga penting, seperti citra global Indonesia," kata Radityo kepada CNNIndonesia.com.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-78 telah berlangsung sejak 18 Agustus hingga 26 Agustus mendatang di New York, Amerika Serikat.
Sidang Majelis Umum PBB kali ini secara umum membahas isu-isu tentang pemanasan global, kemiskinan, kelangkaan bahan pangan, perang, inflasi, kebutuhan bantuan kemanusiaan, dan ketimpangan sosial.
Pemimpin negara di dunia berbondong-bondong hadir dalam sidang tahunan ini untuk membahas berbagai masalah dan konflik yang menjadi perhatian global. Meski begitu, tidak semua pemimpin negara hadir dalam pertemuan tingkat tinggi ini.
Sejauh ini, Presiden AS Joe Biden, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Iran Ebrahim Raisi terlihat telah hadir dan menyampaikan pidato mereka di sidang tersebut.
Sementara itu, kepala negara yang tidak dapat hadir biasanya mengirimkan wakilnya Sidang Majelis Umum PBB 2023.
Berikut daftar kepala negara yang absen di Sidang Majelis Umum PBB ke-78:
1. Presiden China, Xi Jinping
China mengirim Wakil Presiden Han Zheng untuk hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB 2023. Selama berkuasa, Presiden Xi Jinping memang tidak pernah menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Xi pernah hadir dalam sidang PBB yang diadakan secara online pada dua tahun pertama masa pandemi Covid-19.
Xi memang lebih suka untuk mengirimkan delegasinya dan mengontrol kebijakan luar negerinya dari jarak jauh.
Presiden Putin telah menandatangani surat pendelegasian Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum 2023.
Lavrov dalam kunjungannya ke New York akan didampingi oleh Wakil Menteri Vershinin, Duta Besar untuk PBB, Vasily Nebenzya, dan Kepala Komite Urusan Internasional Duma Negara, Leonid Slutsky.
Salah satu penyebab ketidakhadiran Putin adalah perintah penangkapan yang dilayangkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Hal ini membuat perjalanan luar negeri Putin menjadi terbatas. Dilansir dariThe Guardian, Putin mendapat peringatan penahanan atas kasus pelanggaran hak asasi pada anak yang dipaksa dideportasi dari Ukraina.
Macron saat ini sedang disibukkan dengan kunjungan diplomatik ke berbagai negara. Namun, Presiden Macron melewatkan undangan untuk datang ke Sidang Majelis Umum PBB September ini.
Presiden Macron tidak hadir dalam sidang PBB kali ini dengan alasan menjamu tamu-tamu yang datang ke Perancis. Dikutip dari Politico, raja Charles III dan pemimpin partai buruh Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan akan datang dalam waktu dekat.
Presiden Macron juga akan menyambut kedatangan Paus Fransiskus di kota pelabuhan Marseille pada pekan ini.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Deret Kepala Negara yang Absen di Sidang Majelis Umum PBB ke-78
Ruang sidang Majelis Umum PBB. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)
4. Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak
Perdana menteri Inggris pada sidang majelis umum PBB biasanya hadir setiap tahun. Rishi menjadi perdana menteri Inggris pertama dalam satu dekade yang absen sidang majelis umum PBB.
Perwakilan Inggris yang akan datang dalam sidang kali ini adalah wakil perdana menteri, Oliver Dowden dan menteri luar negeri, James Cleverly.
Perdana menteri sebelum Rishi, termasuk perdana menteri yang menjawab dengan singkat, Liz Truss, meluangkan waktu mereka untuk datang ke New York dan berpidato di panggung internasional, dikutip dari Independent.
Terakhir kali perdana menteri Inggris yang tidak datang dalam sidang PBB adalah David Cameron pada Tahun 2013.
5. Presiden Indonesia, Joko Widodo
Jokowi masuk dalam deretan kepala negara yang tidak hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-78. Jokowi mengirim Menteri Negeri, Retno Marsudi sebagai perwakilan Indonesia. Perwakilan Indonesia akan melakukan pidato nasional pada 23 September.
Ini bukan kali pertama Jokowi tidak hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB. Absennya Jokowi dalam sidang PBB ini dimulai sejak awal masa jabatannya Tahun 2014. Jokowi tidak pernah sekalipun datang secara langsung dalam sidang ini.
Jokowi pernah ikut sidang ini secara online pada Tahun 2020 dan 2021 saat pandemi Covid-19 melanda dunia.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Radityo Dharmaputra, mengatakan absenya Jokowi dalam sidang PBB dikarenakan kurangnya keuntungan ekonomis. Kunjungan Jokowi ke PBB dinilai tidak memberikan keuntungan ekonomis dan investasi bagi Indonesia secara signifikan.
"Sejak awal kepemimpinannya, Pak Jokowi memang ingin agar setiap kebijakan bermanfaat langsung bagi rakyat. Namun, ada hal-hal yang juga penting, seperti citra global Indonesia," kata Radityo kepada CNNIndonesia.com.