Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, sebagian besar termasuk Hamas yakin bahwa Israel dalang di balik pembunuhan Haniyeh. (Iran's Presidency /WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, sebagian besar termasuk Hamas yakin bahwa Israel dalang di balik pembunuhan Haniyeh. (Iran's Presidency /WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)
Haniyeh tengah berada di Teheran, Iran, untuk menghadiri pelantikan presiden baru Masoud Pezeshkian pada Selasa (30/7). Ia menempati salah satu kediaman veteran perang di utara Teheran selama berada di negara tersebut. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Media Iran melaporkan serangan udara menghantam kediaman Haniyeh di Teheran pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Menurut laporan media, serangan berasal dari "proyektil berpemandu udara". Sumber Iran yang mengatakan kepada media Lebanon pro-Hizbullah al Mayadeen menyebut proyektil tersebut ditembakkan dari luar Iran. Meski begitu, otoritas Iran belum mengonfirmasi hal ini. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Momen Haniyeh mengunjungi Istana Presiden Iran dan bertemu Presiden Masoud Pezeshkian yang baru dilantik memimpin negara itu. (Iran's Presidency /WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)
Ismail Haniyeh merupakan kepala biro politik Hamas sejak 2017, menggantikan Khaled Meshaal. Haniyeh merupakan tokoh terkenal di Palestina, terutama usai menjabat Perdana Menteri pada 2006, menyusul kemenangan telak Hamas pada pemilu parlemen. (Iran's Presidency /WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)